Meledaknya Industri Otomotif di Pasar Negara Berkembang

  • Pertumbuhan Mengejutkan E-Commerce

  • Tingkat Penetrasi Internet & Mobile

  • Kolerasi antara PDB dan Tingkat Motorisasi

Cerita Carmudi

carmudi map

Laporan Carmudi tentang Meledaknya Industri Otomotif di Pasar Negara Berkembang yang meneliti kondisi terkini dan masa depan dari industri otomotif di negara berkembang. Sebagai situs jual beli kendaraan terdepan yang beroperasi di 20 negara, laporan kami menyediakan gambaran detail tentang kondisi penjualan otomotif secara global dan bagaimana perilaku pembelian mobil dipengaruhi dengan peningkatan drastis jumlah pengguna Internet dan penetrasi mobile, peningkatan PDB, dan meningkatnya kelas menengah.

Penemuan data kami berasal dari hasil survei kualitatif yang dilakukan secara online untuk pembeli mobil dan diler mobil di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin, ditambah dengan dukungan wawancara dari para pakar industri otomotif di seluruh dunia.

Menggunakan data historis dari beberapa pasar berkembang dan menganalisa bagaimana faktor-faktor tersebut berimbas pada pasar otomotif di wilayah tersebut, kami berusaha untuk menyediakan proyeksi penjualan otomotif dan tingkat motorisasi di negara-negara berkembang.

Kondisi Global dari Penjualan Mobil

  • 65% dari konsumen global memiliki rencana untuk membeli mobil baru atau bekas dalam waktu 24 bulan ke depan. Amerika Latin dan Timur Tengah/Afrika memiliki permintaan akan mobil terbesar (75%), diikuti oleh Asia (72%).

  • Lebih dari setengah konsumen online di Amerika Utara (56%) dan setengah di Eropa memiliki rencana untuk membeli mobil baru atau bekas dalam 2 tahun ke depan.

  • Dalam hal mobil baru, niat pembelian terkuat terjadi di Asia, dimana 65% dari responden mengatakan bahwa mereka akan membeli mobil baru dalam waktu dua tahun ke depan, dibandingkan dengan 7% yang berencana membeli mobil bekas.

  • Di Amerika Latin, 47% responden mengatakan bahwa mereka akan membeli mobil baru, sementara 28% lainnya berencana untuk membeli mobil bekas. Rasio serupa ditemukan di kawasan Timur Tengah dan Afrika (45% mobil baru vs 30% mobil bekas) dan di Amerika Utara (34% baru vs 22% bekas).

Data: Nielsen

Pembelian Mobil Baru vs Bekas (per wilayah))

new vs used cars

Data: McKinsey, IHS, Nielsen

TINGKAT PENETRASI INTERNET DAN MOBILE TERUS BERKEMBANG DI TINGKAT YANG MENGEJUTKAN

Data: Worldbank, 2013, Freedom House Report, 2013

Pertumbuhan E-Commerce di Pasar Negara Berkembang Carmudi

Pertumbuhan global E-Commerce di pasar baru telah mengalahkan pasar yang lebih maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Eropa Barat. Negara berkembang seperti Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Asia telah menunjukan market base terkuat dan pertumbuhan regional tercepat sejak tahun 2011.

Penjualan E-Commerce diprediksi meroket dari 20.1% di 2015, mencapai nilai $1.5 triliun.Kontributor utama dari pertumbuhan ini adalah peningkatan pengguna online dan mobile di negara berkembang (seperti digambarkan di bawah), sistem pengiriman dan pembayaran yang baru dan merek-merek besar yang memperlebar sayapnya ke pasar internasional yang baru. Saat ini statistik E-Commerce menunjukkan bahwa 40% dari pengguna internet secara global atau lebih dari 1 miliar pembeli online, telah membeli produk dan barang secara online melalui desktop, mobile, tablet dan alat lain dan hal ini diproyeksi akan terus bertumbuh.

Di 2014, konsumen di Asia telah menghasilkan penjualan E-Commerce senilai $525.2 miliar, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kawasan Amerika Utara yang hanya mencapai $482.6 miliar. Sementara itu, penjualan E-Commerce di Amerika Latin mencapai $799.2 miliar, dan penjualan di Timur Tengah akan terus meningkat dari $9 miliar menjadi $15 miliar di akhir tahun ini. Perkembangan terkini di kawasan Afrika telah memperkuat proyeksi penjualan B2C E-Commerce yang akan menyentuh angka dua digit dalam miliar pada 2018.

Peran Internet dalam Penjualan mobil

Di pasar yang lebih berkembang, E-Commerce otomotif telah tumbuh secara mengejutkan, dimana 80% konsumen mobil baru dan hampir 100% konsumen mobil bekas memulai pengalaman mereka membeli mobil secara online. Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa pasar berkembang dapat secara cepat menyusul angka tersebut. Bukti nyata dari fenomena ini dapat dilihat melalui Google Search Queries (disediakan oleh Google). Pertumbuhan tahun ke tahun sangat mengagumkan, khususnya di wilayah Afrika.

the internet's role in car sale

Laporan McKinsey di tahun 2013 tentang Inovasi Retail Otomotif menunjukan saat ini diler otomotif tidak lagi menjadi sumber utama informasi, khususnya bagi konsumen dengan usia antara 18 dan 34 tahun. Sebanyak 90% dari konsumen di grup ini menggunakan situs dari perusahaan manufaktur mobil, forum, blog dan sosial media untuk mengumpulkan informasi dan membandingkan harga dan tawaran sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pembelian. Tidak terlihat penurunan dalam menggunakan Internet untuk mencari dan membeli mobil. Penelitian global yang dikeluarkan Accenture pada April 2015 juga menyimpulkan bahwa dengan tingkat pertumbuhan Internet dan mobile yang meningkat tajam di pasar negara berkembang, tingkat perpindahan pembelian mobil secara online mulai mengikuti yang telah terjadi di pasar negara barat.

75% dari pemilik kendaraan akan mempertimbangkan melewati seluruh proses pembelian mobil secara online.

Di Filipina, satu dari 5 negara dengan penetrasi internet dan mobile tertinggi, hampir 80% pembeli mobil menggunakan Internet untuk mencari informasi tentang mobil yang diinginkan sebelum melakukan pembelian.

Trend yang jelas antara PDB Per Kapita dan Kepemilikan Mobil

GDP Per Capita and Car Ownership

Trend antara PDB per Kapita dan tingkat kepemilikan mobil sangat bergantung pada kondisi perkembangan ekonomi suatu negara. Negara dengan PDB per kapita yang rendah dilihat memiliki kesamaan yaitu rendahnya tingkat kepemilikan mobil karena hanya sedikit orang, bahkan yang kaya, yang mampu membeli mobil. Negara-negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi biasanya selalu memperbaiki layanan transportasi publik baik secara sistem maupun infrastruktur, dan hal itu mengarah pada kebutuhan atas mobil pribadi atau tipe kendaraan lain yang menurun. Di negara berkembang lainnya, dimana transportasi publik dan perbaikan infrastruktur berjalan lambat diiringi dengan minimnya standar keselamatan, akan ada kecenderungan lebih besar bagi penduduknya untuk memilih memiliki mobil pribadi dibanding mengandalkan transportasi publik.

Badan keuangan global IMF baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan PDB di negara berkembang akan secara signifikan melampaui negara-negara maju dalam lima tahun ke depan.

Menurut IMF, tingkat kepemilikan kendaraan akan bertumbuh dengan cepat saat negara tersebut mencapai tingkat pendapatan sekitar $2,500 per kapita. Pertumbuhan cepat ini akan terus berlangsung hingga mencapai puncaknya, menyentuh sekitar $10,000 per kapita. Dengan tingkat pendapatan tersebut, tingkat kepemilikan kendaraan per kapita di Amerika Serikat mencapai sekitar 800 per 1000 penduduk, sedangkan di negara-negara Eropa dan yang bergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD memiliki tingkat kepemilikan kendaraan sekitar 650-800 kendaraan per 1000 penduduk. Cina dan India dengan PDB per kapita di angka $7,500 dan $3,300 saat ini sedang di tengah pertumbuhan tingkat motorisasi yang cepat, ditunjukkan dengan kepemilikan kendaraan di kedua negara tumbuh dalam tingkatan yang meledak. Berikut gambaran tingkat motorisasi di pasar kami.

Kondisi Penjualan Mobil di Indonesia

Kota dengan daftar listing Carmudi Terbanyak
Kota dengan daftar listing Carmudi Terbanyak

Menurunnya kondisi ekonomi, dengan pendapatan domestik bruto (GDP) yang mengalami penurunan 0.7% di 2014, pertumbuhan ekonomi paling lambat di Indonesia dalam kurun waktu 19 kuartal terakhir serta dikombinasikan dengan ketidakpastian kondisi politik dalam negeri (yang disebabkan oleh pemilihan presiden terdahulu dan hasil pemilu legislatif), penjualan mobil hanya mampu mencapai 1.21 juta unit pada 2014, merosot sekitar 1.8% dari 1.23 juta unit yang dijual pada tahun sebelumnya.

Kondisi Ekonomi di Indonesia

Mengikuti lemahnya ekspor dan menurunnya investasi asing, pertumbuhan ekonomi Indonesia jatuh ke titik terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir pada 2014, menandakan tantangan yang harus dihadapi oleh Joko Widodo, presiden baru Indonesia.

Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kini merasa kesulitan untuk menstimulasi pertumbuhan setelah berakhirnya komoditas jangka panjang dan semakin meningkatnya permintaan domestik yang diperkuat oleh tingginya tingkat suku bunga.

IHS memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia 5.2% pada 2014 dan 5.5% pada 2015. Namun, prediksi ini sepenuhnya bergantung pada berlanjutnya pengelolaan makro ekonomi yang tepat oleh pemerintah Indonesia dan perbaikan ekonomi pasar.

Perubahan Penjualan Mobil dalam Satu Tahun Terakhir

Perubahan Penjualan Mobil dalam Satu Tahun Terakhir

Meskipun penjualan mobil mengalami penurunan, hanya 18.2% diler mobil di survey Carmudi yang melaporkan adanya penurunan penjualan mobil dalam satu tahun terakhir. Faktanya, kebanyakan dari diler yang berpartisipasi dalam survey Carmudi (45.5%) melaporkan adanya peningkatan penjualan.

Platform apa saja yang memainkan peran signifikan dalam mempengaruhi calon pembeli mobil?

Platforms

Berdasarkan Survey Pembeli Mobil Carmudi (Carmudi Car Buyer Survey), Carmudi menemukan hampir 60% pembeli mobil di Indonesia menggunakan Internet sebagai sumber informasi sebelum mereka melakukan pembelian mobil. Pembeli mobil kini mulai menggunakan media baru, termasuk mengunjungi situs diler dan forum (33.8%), social media (27%), platform jual-beli mobil seperti Carmudi (18%) dan blog (17.6%). Yang mengejutkan, opsi offline seperti mengunjungi diler (48%) dan pameran mobil (45,2%) masih memainkan peran yang signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Periklanan: Cara apa yang digunakan diler mobil untuk mencapai pembeli?

Social Media 45.5%
Iklan Kendaraan Online 36.4%
Iklan Koran 36.4%
Internet 27.3%
Carmudi 27.3%
Pameran Mobil 27.3%

Diler-diler mobil di Indonesia kini sudah mulai memasuki dunia digital dalam mengiklankan listing mereka. Penelitian kami menemukan bahwa mayoritas dari diler-diler di negara ini mulai menyadari keuntungan dari megiklankan listing mobil mereka secara online. Social media juga mulai dilihat seperti cara yang baik untuk mencapai calon pembeli, dengan lebih dari 45% diler mobil yang berpartisipasi dalam survey saat ini sudah mengiklankan listing mobil mereka melalui media sosial. Lebih dari 36% diler di Indonesia juga mendapatkan pembeli melalui iklan baris, dengan lebih dari 27.3% beriklan di Carmudi. Meskipun sudah bergeser ke online, diler-diler di Indonesia masih merasa nyaman dengan jalur offline. 36.4% beriklan di iklan baris surat kabar dan 36.4% menggunakan sarana seperti surat kabar dan pameran otomotif (27.3%).

Apakah sarana periklanan terbaik bagi diler mobil untuk mendapatkan pembeli?

facebook

36% dari diler-diler mobil mengabarkan sangat berfokus pada Internet dan iklan kendaraan online. Social media juga menjadi sarana yang mulai dieksplor oleh diler-diler mobil. 9% dari para diler mobil menggunakan Facebook dan Instagram untuk mengiklankan daftar mobil mereka dan berhubungan dengan calon pembeli.

Industri otomotif Indonesia saat ini sedang lemah. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika, sehingga membuat penurunan jumlah penjualan.

- Jongkie D. Sugiarto, Co. Chairman I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan juga Presiden Direktur PT. Hyundai Mobil Indonesia -

Mobil Paling Banyak Dicari di Indonesia

67229
Honda Jazz
63548
Toyota Avanza
47372
Toyota Kijang
39997
Honda Civic

Proyeksi

Saya berharap bisnis otomotif dapat meningkat lagi di tahun ini. Jika tren positif dalam penjualan berada di paruh kedua tahun ini, maka total penjualan bisa lebih rendah dibandingkan dengan apa yang kita lihat pada 2014. Faktor-faktor yang bisa meningkatkan penjualan adalah Hari Raya Idul Fitri mendatang, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta program dan kebijakan pemerintah yang dapat berpengaruh di 2015.


-- Rizwan Alamsyah, Co. Chairman IV Gaikindo, Direktur Pemasaran Mitsubishi Indonesia. --
Back to Top