Setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor wajib punya dan membawa Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM ini adalah tanda bukti kelayakan mengemudi, alat kontrol, dan data forensik kepolisian terhadap seseorang yang telah lulus ujian mengendarai kendaraan bermotor.

Apabila Anda diberhentikan polisi dan tidak bisa menunjukan SIM ketika berkendara, maka siap-siap saja untuk menerima sanksinya. Polisi akan memberikan surat tilang dan Anda harus menebusnya lewat persidangan.

Hal terpenting tapi suka terlupakan banyak orang yaitu masa berlaku SIM hingga 5 tahun. Karena keseringan disimpan dalam dompet, banyak yang lupa. Pemilik SIM baru sadar punya SIM bila masa berlaku yang ternyata telah lewat, atau saat dompet hilang.

Selain hilang atau masa berlakunya habis, ada beberapa hal yang membuat SIM tidak berlaku yaitu:

  • SIM dalam keadaan rusak (tulisan yang tertera sudah tidak bisa terbaca lagi.
  • SIM diperoleh dengan cara-cara yang salah/ tidak sah.
  • Terjadi pengubahan data diri pemegang SIM.
  • SIM dicabut secara hukum berdasarkan keputusan pengadilan.

Apabila SIM sudah habis masa berlakunya, Anda terpaksa harus membuat baru dengan prosedur sama ketika dahulu membuat SIM untuk pertama kali.

Tapi, apabila Carmudian mengalami kondisi SIM tidak berlaku karena suatu sebab, sebaiknya segeralah mengurusnya. Prosesnya serupa dengan perpanjang SIM sehingga lebih mudah ketimbang harus membuat baru.

Berikut ini cara penerbitan SIM yang dinyatakan tidak berlaku atau hilang:

  1. Laporkan kepada pihak yang berwajib/ Polsek terdekat.
  2. Minta surat kehilangan yang menerangkan kejadian dan juga berbagai barang anda yang hilang saat kejadian (jika memang ada).
  3. Datangi Satuan Pelaksana Penertiban SIM (Satpas) terdekat yang sesuai dengan wilayah tinggal anda. Jangan lupa membawa serta fotokopi KTP dan SIM (Jika ada).
  4. Membuat surat kesehatan anda dibagian pemeriksaan kesehatan yang tersedia di Satpas.
  5. Lakukan pendaftaran di loket pendaftaran dan serahkan semua persyaratan seperti; surat kehilangan, surat kesehatan, AKDP, kartu asuransi berserta formulir. Setelah ini anda akan mendapat tanda bukti pengambilan SIM.
  6. Bayarkan biaya formulir di bank yang tersedia di Satpas.
  7. Lakukan pengambilan foto secara langsung, sidik jari, tanda tangan.
  8. Dengan menggunakan bukti pengambilan SIM yang telah didapatkan sebelumnya anda bisa mengambil SIM anda.

Biaya Penerbitan SIM Pengganti

Proses mengurus ulang SIM diperlukan biaya administrasi atau disebut sebagai Biaya Penggantian. Nominalnya berbeda-beda, tergantung dari jenis SIM yang Anda minta. Berikut adalah rincian biayanya:

SIM A Biaya Penggantian Rp80.000 | Biaya Asuransi Jiwa Rp30.000 | Biaya Cek Kesehatan Rp20.000 | Total Rp130.000 |

SIM C Biaya Penggantian Rp75.000 | Biaya Asuransi Jiwa Rp30.000 | Biaya Cek Kesehatan Rp20.000 | Total Rp125.000 |

Pastikan anda minimal membawa dana yang cukup. Bagi anda yang ingin mengurus SIM A dan C maka siapkan biaya semuanya. Jangan sampai hanya karena biaya lalu anda harus kembali ke rumah untuk mengambil sisa uangnya lalu mengantri lagi dari awal di Satpas, terdengar tidak efisien, bukan?

Jika telah mendapatkan SIM anda kembali, alangkah baiknya segera disimpan dengan baik. Jangan menganggap remeh hal yang kecil, segera fotokopi SIM anda tersebut sebagai langkah antisipasi berikutnya.