Tune up jadi servis rutin yang sering dibutuhkan pemilik mobil. Tujuan tune up ini untuk mengembalikan tenaga agar sesuai dengan standarnya. Bagi Anda yang ingin tune up mobil sendiri di rumah, maka perlu menyiapkan beberapa peralatan untuk bongkar bagian mesin.

Sebelum melakukan tune up, pastikan Anda sudah paham soal cara menyetel klep mesin, baik timing atau ukuran celah klep yang dibutuhkan. Siapkan alat-alat yang memang langsung dipakai untuk tune up mesin.

Alat-alat yang diperlukan untuk tune-up adalah:

  • Kunci pas
  • Kunci ring
  • Obeng plus dan minus
  • Pengukur celah (feeler gauge)
  • Ampelas
  • Timing light
  • Tes kompresi
  • Kain lap

Peralatan- peralatan tersebut harus diatur penempatannya. Biasanya menggunakan kotak peralatan (tool box) agar tidak ada yang hilang atau tertinggal di blok mesin setelah perbaikan.

Langkah-Langkah Pengerjaan Tune-Up

Pengerjaan tune-up harus berurutan supaya tidak mengganggu proses perbaikan pada komponen lainnya. Pengerjaan dimulai dengan membersihkan atau mengganti saringan udara.

1. Saringan Udara (Air Filter)

Bagian ini lebih mudah dan lebih enak untuk dibongkar dibandingkan dengan komponen yang lain. Saringan udara merupakan komponen mesin yang paling dingin dibandingkan dengan komponen yang lain setelah mesin dihidupkan.

Saringan udara atau filter terletak di dalam kotak berbentuk lingkaran yang menyerupai piring. Kotak tersebut terbuat dari pelat besi biasa. Saat pengapian, putaran stasioner sangat dipengaruhi oleh saringan udara. Penyetelan idle juga dipengaruhi oleh saringan udara.

Buka bagian cover air filter, apabila filter terbuat dari busa maka Anda bisa mencucinya dengan air sabun kemudian dikeringkan sampai tidak ada lagi air tersisa. Namun bila filter terbuat dari kertas berpelumas, Anda tidak perlu mencuci tapi sebaiknya ganti baru.

2. Platina

Mobil lawas umumnya masih memakai platina untuk mengatur timing pembakaran. Platina terletak di dalam distributor. Platina perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum menyetel saat pengapian dan putaran stasioner.

Setelah platina dibersihkan dan dipasang, timing pengapian pasti berubah karena celah platina berubah juga. Putaran stasioner juga dipengaruhi oleh celah platina.

Jika celah platina lebih besar, saat pengapian akan maju sedikit dan putaran stasioner akan turun. Sebaliknya, jika celah platina lebih sempit, saat pengapian akan mundur tapi putaran stasioner akan naik sedikit. Perubahan putaran stasioner tersebut tidak begitu besar, tapi perlu diperhatikan untuk ketelitian hasil servis.

Dalam pemasangan platina ini perhatikan bagian kabel. Kabel yang terkelupas dan terkena bodi bisa menyebabkan hubungan singkat dengan bodi mesin. Bila sudah konslet, maka platina tidak bisa menghasilkan listrik untuk ke busi.

Dalam pemasangan platina ini perhatikan kabel karena bisa menyebabkan hubungan singkat dengan bodi mesin.

Hubungan singkat dengan bodi mesin mengakibatkan tidak terjadinya loncatan bunga api pada busi. Apabila mobil sudah menggunakan CDI maka tidak perlu melewati tahapan ini.

3. Tutup Distributor, Busi, dan Kabel Busi

Perbaikan di beberapa bagian ini dilakukan secara berurutan, untuk menghemat waktu. Pemeriksaan tutup ditributor sebaiknya jangan dilakukan setelah mesin dihidupkan.

Pada bagian ini, periksa juga kabel busi apabila terkelupas atau rusak. Nyala api busi sangat dipengaruhi oleh kondisi kabel-kabel businya.

Langkah selanjutnya yaitu buka busi untuk memeriksa elektroda, yang meliputi kebersihan dan celah elektrodanya. Elektroda yang kotor harus diampelas dengan ampelas besi, lalu setel ulang celah elektroda sesuai standar pabrikan. danya kotoran pada kedua elektroda busi bisa mengakibatkan terhalangnya jalan loncatan bunga api listrik.

4. Celah Katup

Selagi busi belum terpasang, Anda bisa menyetel celah katup. Penyetelan celah katup dalam keadaan mesin tanpa busi maka mesin akan lebih ringan diputar saat mencari posisi top kompresi masing-masing silinder.

Anda yang masih pemula perlu benar-benar memahami cara mengatur celah klep dan mencari posisi top kompresi. Apabila masih kurang yakin, bisa meminta bimbingan orang yang lebih paham soal mengatur celah klep karena tiap jenis mobil berbeda setelannya.

5. Penyetelan Idle dan Pengapian

Langkah terakhir yaitu penyetelan pengapian kemudian idle mobil. Prinsip penyetelan pengapian adalah memutar distributor dalam keadaan mesin hidup sampai memperoleh bunyi mesin yang paling halus dengan tenaga yang paling besar.

Sementara untuk idle, bertujuan menyetel campuran antara udara dengan bensin pada kondisi langsam atau stasioner. Jadi sebelum menyetel campuran idle, putaran mesinnya harus stasioner terlebih dahulu. Jika setelah penyetelan idle, kemudian putaran stasionernya berubah, putaran stasionernya harus disetel ulang.

6. Accu

Air accu harus cukup, yakni ketinggiannya antara garis batas atas (upper level) dan garis batas bawah (lower level). Jika air accu jumlahnya kurang, tambahkan dengan accu zur secukupnya.

Ketinggian air accu pada prinsipnya adalah merendam seluruh sel-sel accu sekurang-kurangnya 1 cm di atas sel-sel accu tersebut.

Jika mobil menggunakan accu kering, perawatannya menjadi lebih mudah karena tidak memerlukan air accu yang bisa berkurang karena penguapan. Kutub-kutub accu juga harus bersih, tidak kotor oleh jamur atau sejenisnya.

Namun, harga accu kering lebih mahal sehingga masih banyak mobil yang menggunakan accu basah.

Air accu yang kurang (di bawah standar) berakibat reaksi pada accu tidak maksimal, sehingga arus yang dihasilkannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada mobil.

Bersihkan juga kutub-kutub accu dari jamur dan karat. Jamur pada kutub-kutub accu bisa dibersihkan dengan air hangat, sedangkan karat yang mengotori kutub-kutub accu harus dibersihkan dengan ampelas.

Bagian klem atau penjepit kabel accu dengan kutub- kutubnya juga harus diperiksa. Jika klem kendor, mesin akan mati karena busi tidak mengalirkan bunga api.

7. Positive Crank Case Ventilation (PCV)

PCV adalah sistem ventilasi ruang engkol. Uap bensin yang bocor ke dalam ruang engkol dialirkan kembali ke ruang bakar mesin melalui sebuah selang yang menghubungkan ruang engkol ke intake manifold.

Dalam servis PCV, yang perlu diperiksa adalah kerja katup PCV dan kerapatan selang-selangnya. Katup PCV yang telah rusak sebaiknya diganti dengan yang baru.

8. Pengapian

Prinsip penyetelan saat pengapian adalah memutar distributor dalam keadaan mesin hidup sampai memperoleh bunyi mesin yang paling halus dengan tenaga yang paling besar.

Prinsip penyetelan ini bisa dijadikan pedoman, jika penyetelan saat pengapian dilakukan tanpa menggunakan timing- light (penyetelan pengapian) atau alat bantu lainnya.

9. Idle

Penyetelan idle merupakan penyetelan yang paling akhir dalam tune-up mesin mobil.

Idle sangat dipengaruhi oleh berbagai komponen mesin. Menyetel idle pada prinsipnya adalah menyetel campuran antara udara dengan bensin pada putaran idling.

Jadi sebelum menyetel campuran idle, putaran mesinnya harus stasioner terlebih dahulu. Jika setelah penyetelan idle, kemudian putaran stasionernya berubah, putaran stasionernya harus disetel ulang.

10. Tali Kipas

Kekencangan tali kipas berpengaruh terhadap pendinginan dan putaran alternator.

Jika tali kipas kendor, putaran mesin tidak bisa memutar kipas pendingin dengan baik karena selip. Akibatnya, pendinginan oleh kipas tidak sesuai dengan putaran mesin sehingga mesin menjadi panas.

Selain itu, putaran alternator juga tidak bisa maksimum sehingga pengisian ke baterai kurang baik.