Home » Berita » 2020 Honda Jazz Tidak Lagi Menggunakan Mesin Konvensional

2020 Honda Jazz Tidak Lagi Menggunakan Mesin Konvensional

Honda Jazz Listrik (Foto: Indianautosblog)

Tokyo – Memasuki era kendaraan listrik, Honda Motor telah mengambil ancang-ancang. Salah satunya menjalin kerjasama dengan pembuat baterai terbesar di dunia Contemporary Amperex Technology.

Kerjasama tersebut sebagai upaya mempercepat pengembangan mobil listrik Honda. Sekaligus menjadi strategi terbaru untuk menghadapi persaingan di pasar global.

Melalui kerjasama itu keduanya akan mengembangkan baterai dan teknologi yang dapat digunakan untuk mobil listrik terbaru. Sebagaimana diberitakan Indianautosblog, mobil listrik yang dimaksud disini adalah Honda Jazz atau dibeberapa negara dikenal dengan Fit.

Disebutkan pula bahwa Honda Jazz listrik akan meluncur pada 2020 di China dan menyusul beberapa negara lainnya. Meski tidak lagi megggunakan mesin konvensional, namun keduanya tetap mempertahankan bentuk dan ciri khas dari Honda Jazz itu sendiri.

Tujuannya untuk menciptakan mobil listrik dengan harga terjangkau. Honda menargetkan penjualan Honda Jazz listrik menembus angka 100 ribu unit per tahun. Bila angka itu tercapai maka Jazz akan masuk dalam daftar model listrik Honda paling laris di antara produk lainnya.

Perusahaan juga ingin meningkatkan kontribusi penjualan yang berasal dari mobil listrik dan plug-in hybrid electric vehicles (PHEV). Sekitar 65 persen dari total penjualan mobil Honda pada 2030.

Mobil jenis hatchback ini akan dibekali dengan baterai berukuran kecil bersama dengan motor listrik sebagai sumber penggeraknya. Belum diketehui besarnya tenaga yang dihasilkan dari motor listrik, namun perusahaan mengklaim Jazz listrik bisa melaju hingga 300 kilometer dalam keadaan baterai terisi penuh.

Ini bukan pertama kalinya Honda merencanakan menghadirkan mobil listrik berbasis Honda Jazz. Sebelumnya di ajang Los Angeles Auto Show pada 2010, pabrikan mobil asal Jepang itu pernah memperkenalkan Honda Jazz listrik versi konsep.

Mobil ini dibekali oleh baterai Lithium-Ion 20 kWh dari Toshiba dan motor listrik yang diklaim mampu menyemburkan tenaga sekuat 125 ps dan torsi puncak 256 Nm.

Interior Honda Jazz Listrik (Foto: Indianautosblog)

Kemudian pada 2012, Honda menawarkan Jazz listrik untuk publik di Amerika Serikat tapi hanya sebagai kendaraan sewa saja tidak diperjual belikan. Selain itu Honda Jazz listrik juga digunakan oleh pemerintah lokal dan pelaku bisnis di Jepang.

Cina Gencar Kampanye Kendaraan Listrik

Pemerintah Cina tengah gencar mengkampanyekan kendaraan listrik. Tak heran pabrikan baterai Contemporary Amperex Technology mendapat banyak sekali proyek untuk pembuatan mobil listrik.

Seiring makin banyak produsen mobil yang melakukan kerjasama, perusahaan yang bermarkas di Cina itu berencana untuk menggandakan kapasitas produksinya hingga 50 gigawatt-hours pada akhir 2020.

Panasonic, LG Chem, dan Samsung SDI asal Korea Selatan merupakan pionir dalam membuat teknologi baterai untuk kendaran. Tapi sayangnya perusahaan tersebut terlambat masuk ke pasar Cina yang sekarang ini menjadi negara dengan penjualan mobil listrik terbanyak di dunia.

Pemerintah Cina telah mengeluarkan kebijakan mengenai pemberian subsidi bagi mobil listrik yang dipasarkan di sana. Tapi dengan syarat mobil listrik tersebut harus menggunakan baterai yang diproduksi oleh perusahaan lokal. Seperti Contemporary Amperex Technology dan BYD.

Kedua produsen mobil Cina, seperti Beijing Automotive Group dan Zhejiang Geely Holding Group, dan produsen mobil lainnya dari luar China telah menggunakan baterai hasil produksi pabrikan lokal. Hal itu membuat persaingan mobiil listrik semakin ketat.(dol)

IIMS 2018
Previous post
Platform Digital Pameran IIMS 2018 Bakal Berlanjut di 25 April - 5 Mei 2019
Isuzu Panther
Next post
Sabar Menanti Isuzu Panther Generasi Terbaru