BeritaMobilProdukSumber informasi

Nissan Note e-POWER Cuma Bertenaga 108 hp, Tapi Lebih ‘Galak’ Dibanding Sports Car. Kok Bisa?

Tangerang – Ketika lainnya masih berlomba-lomba memasarkan mobil ‘konvensional’, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) tampak fokus ingin membawa mobil listrik secepatnya ke Tanah Air. Hal ini dilakukannya dengan memperkenalkan Nissan Note e-POWER.

Sistem yang perdana pada tahun 2016 ini memberikan setiap keunggulan yang dimiliki mobil listrik; seperti ramah lingkungan dan torsi instan, namun dengan kepraktisan sebuah mobil bermesin bakar internal biasa yaitu tetap bisa isi bensin.

Untuk prinsip kerja lengkapnya, bisa anda baca pada artikel di bawah ini.

Baca Juga: Ini Cara Kerja Nissan e-POWER, Mobil Listrik yang Tetap Bisa Isi Bensin

Namun yang menarik, mobil seukuran Honda Jazz dan Toyota Yaris ini hanya dibekali oleh sumber tenaga yang sangat kompak. Tepatnya, motor listrik bertenaga 108 hp dan torsi 254 Nm.

Tapi Nissan mengklaim, mobil ini lebih kencang dibanding sebuah sports car bermesin 2.000 cc dengan turbocharger.

Kok bisa?

Akselerasi Lebih Instan Dibanding Sports Car

“Keuntungan lainnya dari Nissan Note e-POWER adalah respon akselerasi yang cepat dan kuat. Dalam keadaan kendaraan berhenti lalu berakselerasi, kita dapat membandingkan respon akselerasi e-POWER lebih cepat dibanding sebuah sports car,” ujar Masayuki Ohsugi, General Manager R&D PT NIssan Motor Indonesia.

Sports car yang dimaksud adalah mobil dengan mesin bakar internal yang berkapasitas 2.000 cc dan dilengkapi sebuah turbocharger.

Note jadi mobil Nissan pertama yang mengusung teknologi e-POWER. Di Jepang, Serena baru juga sudah diperkenalkan dengan teknologi ini.

Lanjutnya dikatakan, “level akselerasinya juga sama dengan sports car ini.”

Benarkah respon Nissan Note e-POWER ini lebih instan? Mengapa?

“Karena dalam contoh mesin bensin 2 liter (2.000 cc) dengan turbo, akan butuh proses aliran udara dan kontrol mekanikal sehingga terjadi lag. Dengan e-POWER, akselerasi hanya dikontrol oleh perintah elektronik, sehingga jeda aliran udara dan mekanikal dapat dihilangkan,” tambahnya lagi.

Agar lebih jelas, berikut kami jabarkan langkah-langkah yang terjadi ketika anda menginjak pedal gas dari Note e-POWER yang merupakan mobil listrik.

Tentunya dibandingkan dengan sebuah sports car yang memiliki mesin 2.000 cc berturbo.

Proses Akselerasi Mesin Bensin 2.0L Turbo:

  1. Pedal akselerasi diinjak
  2. Klep intake terbuka
  3. Injeksi bahan bakar
  4. Kecepatan gerak piston naik
  5. Mobil berakselerasi

Coba bandingkan dengan proses respon akselerasi menginjak pedal gas Nissan Note e-POWER ini yang merupakan sebuah mobil listrik:

Proses Akselerasi Mesin Nissan Note e-POWER:

  1. Pedal akselerasi diinjak
  2. Inverter menerima sinyal untuk meningkatkan torsi
  3. Arus elektrik motor listrik naik
  4. Mobil berakselerasi

Lebih singkat kan?

Perbandingan proses akselerasi pada mesin bakar internal dan mesin listrik e-POWER

Tidak Ada Airflow dan Mechanical Lag

Belum lagi, proses yang terpotong tersebut masih dibantu setiap langkah yang hanya merupakan langkah pengiriman sinyal elektrik di mobil listrik.

Di mobil bensin berturbo, setiap proses yang dilewatinya berupa kontrol mekanik.

Ya, memang rasanya tidak adil jika dikatakan sebuah Nissan Note mungil ini lebih kencang dibanding sports car. Segera setelah mesin bensin 2.0L turbo menemukan sweet spot-nya di atas sekian ribu RPM, tentu bukan perkara sulit untuk menyusul kembali Note e-POWER ini.

Karena itu, lebih tepat dikatakan karakternya lebih galak maupun lebih agresif, karena respon yang sangat-sangat instan dibanding bahkan mesin berkapasitas besar dengan supercharger sekalipun.

Akselerasi Nissan Note e-POWER lebih kencang dibanding hatchback sekelasnya di Indonesia

Tetap saja, sensasi respon akselerasi instan akan membuat Nissan Note e-POWER ini lebih cepat dibanding semua hatchback di kelasnya, atau bahkan dibanding beberapa mobil bermesin besar.

Apalagi, angka 0-100 km/jam bisa diraih di angka 8,9 detik saja. Hmm, kencang juga ya?

 

Penulis: Fransiscus Rosano

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts