Home » Mobil » 3 Alasan Mengapa Banyak “Mobil Hobi” di Blok M

3 Alasan Mengapa Banyak “Mobil Hobi” di Blok M

IEV Autosales tawarkan mobil hobby di kawasan Blok M
IEV Autosales tawarkan mobil hobby di kawasan Blok M

Jakarta – Kawasan Blok M, Jakarta Selatan beberapa tahun belakangan ini cukup sering dikunjungi oleh para pembeli mobil bekas. Namun, tak sembarang mobil bekas yang dijual di sana. Pasalnya, kawasan Blok M banyak menjual mobil bekas berusia lawas dan punya predikat mobil hobi.

Lantas, apa yang menjadi alasan mengapa kawasan Blok M dipadati oleh mobil hobi? Prayudi Adi, salah satu pedagang mobil hobi yang ada di Blok M Square pun mencoba memberikan alasan.

“Iya, di sini memang mobilnya kebanyakan mobil hobi. Atau bisa mobil lawas tahun 1980 sampai 2000-an awal,” ujarnya kepada Carmudi, Kamis (12/3/2020) lalu.

Pria pemilik diler IEV Autosales ini memaparkan alasannya mengapa banyak penjual mobil nostalgia di kawasan Blok M.

“Kalau ditanya kenapa, sebenarnya ada 3 alasan. Pertama, di sini semua memang pecinta mobil; kedua, bisnis itu nomor kesekian lah; ketiga, di kawasan Jakarta Selatan memang banyak mobil simpanan,” tuturnya.

Adi mengaku sudah melakukan bisnis jual mobil bekas ini sudah hampir 10 tahun. Hanya saja untuk menempati lokasi Blok M, memang diakui belum lama. Mobil yang dijual oleh Adi memang lebih didominasi oleh mobil hobi yang sudah berumur.

“Iya, memang lebih didominasi sama mobil yang berumur. Mercedes-Benz, Volvo, Suzuki, Toyota, BMW. Biasanya produksi tahun 90-an atau 2000-an awal,” sambungnya.

Salah satu mobil yang dipajang di diler ini adalah S-Class W140. Selain itu ada juga Volvo 960 Estate, Mercedes-Benz Vaneo, dan beberapa mobil lainnya. Para pembeli yang datang ke kawasan Blok M ini pun didominasi oleh kalangan pemain mobil hobi.

“Biasanya memang yang datang ke sini sudah pemain mobil hobi tapi ada juga yang memang baru mau mulai main mobil tua,” ujarnya.

Tak Hanya Sekadar Menjual Mobil

Adi mengaku dirinya tak hanya sekadar menjual mobil saja kepada konsumennya. Ia kerap kali menjadikan beberapa konsumen sebagai teman.

“Kadang kita kasih tahu juga bagaimana cara merawat mobil ini. Jadi kita di sini enggak cuma menjual mobil saja, tapi juga dijadikan sebagai sarana menambah pertemanan,” tandasnya.

Dalam sebulan, diler ini terkadang mampu menjual hingga belasan bahkan puluhan unit. Namun semenjak wabah virus corona, ia mengaku penjualannya turun cukup signifikan. Diharapkan ke depannya kondisi ekonomi segera membaik dan wabah cepat mereda.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Blok M Square Lokasi Berburu Mobil Nostalgia di Jakarta Selatan

Kawasan Blok M kerap menjual mobil bekas lawas
Previous post
Blok M Square Lokasi Berburu Mobil Nostalgia di Jakarta Selatan
Next post
Awal Tahun 2020, Mercedes Benz Akui Penjualan Menurun