Tips dan Trik

3 Teknik Putar Setir Mobil yang Benar

Setiap pengguna harus mengetahui teknik putar setir mobil yang benar. Ini untuk menjamin keselamatan saat berkendara dalam kondisi apapun.

Jika hal yang tak diinginkan terjadi saat berkendara dengan mobil seperti tabrakan, putar setir secara benar dapat mengurasi risiko cedera serius pada pengemudi serta penumpang.

Mengemudikan mobil

Pengguna mobil harus tahu teknik putar setir yang benar. (Foto: Autocar)

Sayangnya, masih ada pengguna mobil yang tidak mengetahui ini. Bahkan, ada pula yang tidak mempedulikannya dan selalu menerapkan teknik putar setir mobil yang salah atau seenaknya.

Hal ini tentu dapat membahayakan nyawa pengguna mobilnya serta pengguna jalan lain. Jika masih sayang nyawa, lebih baik tahu dan terapkan teknik memutar setir mobil yang benar.

Teknik Putar Setir Mobil

Melakukan teknik memutar setir mobil yang benar sebenarnya tidak sulit. Berikut ini adalah tekniknya sebagaimana Carmudi rangkum dari berbagai sumber.

Tarik dan Dorong (Pull and Push)

Untuk melakukan teknik ini, pengemudi mobil posisikan tangannya yang memegang setir di arah jarum jam pukul tiga dan sembilan.

Sebagai catatan, posisi ibu jari pengemudi tidak harus mencengkeram lingkaran setir mobilnya. Ini untuk mencegah ibu jarinya cidera saat mengenai ruas setir bagian tengah jika mengalami kecelakaan.

Selain itu, juga untuk menghindari tangan pengemudi patah jika airbag mobil meledak saat terjadi kecelakaan atau tabrakan. Saat ingin belok, pengemudi letakkan tangannya yang dekat arah belok di arah jarum jam pukul 12.

teknik putar setir pull and push

Jika mau belok kanan, berarti tangan kanan pengemudi di posisi ini, dan begitu juga sebaliknya. Tangannya digerakkan ke arah belok dengan gerakan menarik. Pengemudi sesuaikan tenaganya serta sudut putar dengan arah belok mobil.

Tangan satunya lagi membantu dengan berada di posisi arah jarum jam pukul enam. Jika sudah di posisi ini, tangannya dorong setir ke arah belok dengan tenaga dan sudut putar di mana mengikuti tangan satunya yang menarik.

Inilah alasan teknik satu ini disebut sebagai teknik tarik dan dorong. Teknik tersebut dapat digunakan saat mobil belok di perempatan jalan.

Untuk pergerakan yang ringan seperti belok di jalan menikung atau pindah jalur, tangan pengemudi bisa tetap di posisi arah jarum jam pukul tiga dan sembilan.

Hand Over Hand

Teknik yang satu ini dapat dilakukan saat manuver di mana membutuhkan radius putar yang luas. Teknik kedua ini umumnya dipakai saat mobil balik arah di parkir seri atau U turn.

hand over hand teknik memutar setir

Untuk lakukan teknik ini, saat mau berbalik arah, pengemudi posisikan tangan kanannya di arah jarum jam pukul 10, sedangkan tangan kiri di arah jarum jam empat.

Langkah selanjutnya, putar setir secara bersamaan ke arah belok mobil. Jangkauan tangan yang luas memudahkan pengemudi mendapat sudut belok besar.

Bahkan dengan hanya sekali putar, mobilnya bisa dapat sudut belok yang dibutuhkan.

Pengemudi dapat menahan setir untuk mencegah mobil berbalik arah sebelum waktunya. Jika belum cukup, pengemudinya bisa kembalikan tangah ke arah di awal.

Sebagai catatan, ini jangan dilakukan secara bersamaan. Ada tangan yang harus menahan setir mobil. Saat ingin balik arah ke kanan, pengemudi pindahkan tangan kiri ke posisi arah jarum jam sembilan untuk tahan setir.

Setelah itu, pindahkan tangan yang kanan ke posisi arah jarum jam sepuluh. Kemudian, pindahkan tangan kiri ke posisi arah jarum jam empat.

Pengemudi pun dapat melakukan gerakan putar setir lagi seperti di awal. Sesuaikan sudut putar setirnya dengan sudut belok yang dibutuhkan.

Hindari Teknik Putar Setir Seperti Sopir Angkot

Para pengemudi mobil hindari lakukan gerakan seperti menyangkul, di mana posisi tangan di arah jarum jam 12 dengan arah genggaman di balik keluar.

Ini sering dilakukan oleh sopir angkot untuk memutar setir hanya dengan satu tangan.

Saat ini, sudah banyak mobil yang memiliki setir kemudi ringan, sehingga mudah diputar. Meski demikian, pengemudi jadi tidak bisa mengendalikan setirnya dengan benar jika melakukan teknik ini.

Misalnya, saat ingin membalikkan setir ke arah yang berlawanan, tangan pengemudi tidak akan siap melakukannya. Selain itu, pengemudi juga bisa kesulitan mengukur sudut putaran setir untuk menyesuaikan dengan sudut belok mobil.

Ditambah, pengemudi dapat mengalami cidera jika setir diputar ke arah berlawanan secara cepat. Disarankan juga untuk pengguna mobil jangan hanya menempel telapak tangan ke setir jika ingin mengatur setir mobilnya secara optimal.

Tips Aman Mengemudikan Mobil

Tips mengemudikan mobil.

Tips aman mengemudikan mobil. (Foto: Comcentric)

Selain harus tahu teknik putar setir secara benar, ada pula hal-hal lain yang harus diketahui dan dilakukan pengguna mobil agar selalu aman saat berkendara.

Menjaga Jarak Aman

cara berkendara

Ketahui jarak aman dengan kendaraan lain saat mengendarai mobil. (Foto: Ilustrasi)

Tips ini penting untuk dilakukan pengguna mobil agar tidak mengalami tabrakan. Bagi yang belum tahu bagaimana jaga jarak yang aman saat mengemudikan mobil, caranya mudah, yakni dengan menggunakan aturan tiga detik.

Aturan tersebut dapat dilakukan pengguna mobil saat berkendara dalam kecepatan cukup tinggi atau lebih dari 40 km per jam.

Untuk melakukannya, Carmudian perhatikan kendaraan yang ada di depan serta benda di dekatnya. Carmudian bisa gunakan tiang listrik atau pohon sebagai patokan.

Perlu diingat, Carmudian harus mencapai bendanya dalam waktu tiga detik setelah kendaraan di depan melewatinya.

Memakai Sabuk Pengaman Saat Berkendara

Setiap akan mengemudikan mobil, Carmudian harus selalu memakai sabuk pengaman sebelum mulai berkendara.

Ini sudah menjadi aturan yang harus dilakukan setiap pengguna mobil sebagaimana tertuang dalam UULAJR Pasal 289 jo pasal 106 ayat 6 yang mewajibkan penggunaan sabuk pengaman ketika mengemudikan kendaraan bermotor.

Sabuk pengaman penting keberadaannya di mobil agar pengemudi dan penumpang tetap aman selama perjalanan. Sabuk tersebut dapat mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan nyawa serta meminimalisir resiko cidera serius saat terjadi kecelakaan.

Perhatikan Kondisi Jalan

Semua pengemudi mobil harus selalu memperhatikan kondisi jalan yang dilalui. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jalan berlubang dan semacamnya yang berbahaya.

Mereka juga harus selalu berkendara dalam kecepatan yang aman guna mencegah tabrakan dengan pengguna jalan lainnya.

Mewaspadai Blind Spot

Setiap kendaraan punya blind spot-nya masing-masing. Blind spot merupakan titik saat kendaraan Carmudian dan kendaraan lain sulit dipantau jangkauan mata serta kaca spion.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Carmudian dapat mengecek kondisi sekitar mobilnya setiap delapan detik sekali, khususnya saat mau manuver.

Ini juga dapat membantu pengemudi agar tidak mengantuk saat berkendara di jalan yang tak macet atupun tol.

Menghindari Gangguan Saat Berkendara

Pengemudi mobil dilarang bermain ponsel saat berkendara. (Foto: Carscoops)

Selama mengendarai mobil, hindari lakukan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti bermain ponsel, minum, makan, mengangkat telpon, dan lain-lain.

Selaku fokus saat berkendara hingga tempat tujuan. Jika mengalami hal darurat seperti harus menerima telpon di tengah jalan, lebih baik menepi di pinggir jalan yang sepi dan aman.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Nadya Andari

Memulai karir sebagai Content Writer di Carmudi Indonesia sejak awal tahun 2019. Lulusan Desain Komunikasi Visual yang suka sekali menulis, seperti cerpen, artikel, dan sebagainya.
Follow Me:

Related Posts

/