Sumber informasi

5 Fakta Menarik dan Sejarah Mesin Diesel Sarat Misteri

Sejarah Mesin Diesel

Mesin diesel pertama kali digunakan untuk mobil penumpang pada 1936. (Foto: Daimler Media)

Jakarta – Sejarah mesin diesel diisi banyak cerita yang menarik untuk disimak. Bahkan kalau Carmudian mendengarnya di era modern saat ini bisa jadi geleng-geleng kepala.

Sebutan mesin diesel itu sendiri pastinya sudah tak asing di telinga Carmudian. Sejak lama pabrikan mobil menawarkan jenis mesin ini untuk produk kendaraan roda empat atau lebih.

Di Indonesia, mesin diesel memang lebih banyak menempel pada kendaraan komersial, seperti halnya bus atau truk.

Bukan tanpa alasan, karakternya yang memiliki torsi berlimpah menjadi alasan utama.

Walau begitu, kalau ditelaah lebih jauh bukan hanya bus atau truk yang menggunakan mesin diesel. Mobil-mobil penumpang berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) juga langganan mesin ini.

Bahkan merek mewah seperti halnya BMW atau Mercedes-Benz juga masih mengandalkan mesin ciptaan Rudolf Christian Karl Diesel itu untuk sejumlah produknya.

Tapi untuk sampai ke titik ini mesin diesel butuh waktu yang panjang. Dan berikut ini lima fakta penting perjalanan sejarah mesin diesel.

Baca Juga:

Diciptakan untuk Menggunakan Energi Terbarukan

Salah satu tantangan terbesar industri otomotif saat ini adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang bisa dipastikan jumlahnya terus berkurang.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari mendorong penggunaan mesin listrik hingga biodiesel yang terbuat dari Crude Palm Oil (CPO) alias kelapa sawit.

Nah, penggunaan biodiesel yang pada dasarnya memanfaatkan bahan dasar minyak nabati ini memang menjadi ide awal dari lahirnya mesin diesel.

Rudolf Diesel punya mimpi mesin ciptaannya bisa menggunakan bahan bakar dari apapun. Faktanya, versi awal mesin diesel buatannya ditenagai peanut oil.

Salah satu ucapan Rudolf Diesel yang saat ini terasa begitu relevan adalah, “Penggunaan minyak nabati untuk bahan bakar mungkin tidak terlalu penting saat ini, tapi bahan bakar seperti itu, seiring perjalanan waktu mungkin menjadi sama pentingnya dengan minyak bumi dan produk tar batu bara sekarang.”

Siapa yang menyangka, ucapan Rudolf Diesel di awal 1912 tersebut kini menjadi sesuatu yang benar-benar menjadi kenyataan.

Salah satu hal yang mendorong Rudolf Diesel menciptakan mesin ini adalah untuk menyediakan sumber tenaga yang lebih efisien dibanding mesin uap dan mesin pembakaran internal konvensional saat itu yang dirasa masih terlalu boros.

Sejarah Mesin Diesel dan Pengertian

Kiri: Unit mesin diesel yang digunakan pada tes ketiga di tahun 1897. Kanan: Rudolf Diesel (1858-1913). (Foto: Diesel Net)

Konversi Bahan Bakar Lebih Baik

Sebelum mesin diesel diciptakan, masyarakat sangat bergantung pada mesin uap sebagai sumber tenaga di pabrik-pabrik.

Sedangkan sebagai penunjang transportasi harian, kuda menjadi andalan. Nah, kehadiran mesin yang kompak dan bisa diaplikasikan pada kendaraan sangat dibutuhkan.

Para penemu memang tengah berusaha menyempurnakan kendaraan bermesin uap dan pembakaran internal. Masalahnya, kedua jenis mesin tersebut dinilai masih sangat boros.

Mesin bensin yang ada pada saat itu hanya bisa mengonversi 10% dari bahan bakar yang digunakan. Sisanya hanya menjadi panas yang tak berguna atau bahkan tidak terbakar.

Hal ini membuat Rudolf Diesel resah. Di lain sisi dirinya memiliki teori yang bisa membuat ciptaannya mengonversi tenaga 75% hingga 100%.

Jadi dalam setiap pengembangannya, Diesel fokus pada peningkatan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Tapi rupanya model pertama yang ia ciptakan hanya bisa mengkonversi 25% bahan bakar.

Masih jauh dari targetnya sendiri. Kendati demikian, angka tersebut masih lebih baik dari jenis mesin lain yang sudah ada.

Dari situ mesin diesel pun dikenal sebagai alternatif pilihan sumber tenaga yang efisien.

Misteri Kelam Sejarah Mesin Diesel

Pada 29 September 1913 tercatat sebagai tanggal Rudolf Diesel menghilang. Kala itu dirinya tengah melakukan perjalanan laut dari Belgia menuju Inggris menggunakan kapal uap Dresden.

Rudolf Diesel menghilang secara mendadak dari kapal. Mereka yang mempercayai konspirasi yakin hilangnya sang penemu tak lepas dari campur tangan para perusahaan minyak.

Wajar saja, mesin diesel memiliki potensi luar biasa besar untuk membuat bisnis perusahaan-perusahaan itu jungkir balik.

Asumsi lain mengatakan militer negara-negara yang tak suka dengan Inggris adalah pihak yang bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan Rudolf Diesel menjual patennya ke negara tersebut.

Faktanya, perjalanan Rudolf Diesel saat itu bertujuan untuk menghadiri peresmian sebuah pabrik diesel yang inovatif. Selain itu dirinya juga dijadwalkan bertemu angkatan laut Inggris yang berencana menggunakan mesin diesel untuk kapal selam mereka.

Tapi itu semua masih menjadi misteri yang belum terjawab pasti sampai sekarang. Satu hal yang pasti, sebelum ajalnya tiba kondisi keuangan Rudolf Diesel dan keluarganya berantakan.

Malah dirinya disebut mengalami kebangkrutan. Ada kemungkinan juga ia melakukan bunuh diri.

Jasad Rudolf Diesel baru ditemukan hampir sebulan kemudian, tepatnya 10 Oktober 1913 oleh seorang pelaut Belgia.

Sejarah Mesin Diesel

Mesin diesel pertama kali digunakan untuk mobil penumpang pada 1936. (Foto: Daimler Media)

Mobil Penumpang Pertama Bermesin Diesel

Sangat disayangkan Rudolf Diesel tidak bisa melihat mesin ciptaannya digunakan pada mobil penumpang. Padahal kalau boleh dibilang penerapan ini yang membuat namanya semakin dikenal luas sampai sekarang.

Alasannya sederhana, mayoritas masyarakat lebih mengenal mesin diesel karena keberadaannya pada mobil yang sehari-hari terlihat di jalan raya. Bukan pabrik, kapal selam, atau pesawat terbang.

Adapun mobil penumpang yang tercatat pertama kali menggunakan mesin diesel adalah Mercedes-Benz 260D.

Mobil ini pertama kali diperkenalkan ke hadapan publik lewat ajang Berlin International Motorcycle and Automobile 1936. Berselang tiga belas tahun semenjak Mercy pertama kali menggunakan mesin diesel untuk truknya.

Mesin diesel yang digunakan Mercy 260D memiliki empat buah silinder dengan kapasitas 2.600 cc. Tenaganya cukup 45 hp saja.

Harga jual mobil ini dikatakan lima puluh persen lebih murah dibanding mobil bensin sekelasnya. Tapi yang jelas konsumsi bahan bakar menjadi daya tarik utamanya dengan perbandingan mencapai 11 km per liter.

Pada saat itu mobil ini menjadi incaran para sopir taksi.

Baca Juga:

Rahasia Irit Mesin Diesel

Sejarah mesin diesel sudah dibahas, sekarang kita lihat kenapa mesin diesel bisa lebih irit dibanding mesin bensin? Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan kompresi di ruang bakar yang lebih tinggi.

Secara teori kompresi yang lebih tinggi akan menghasilkan tenaga lebih besar. Pada penggunaan di sebuah kendaraan, pengendara jadinya tak perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk melaju.

Kemudian, tingkat efisiensi yang baik ini juga tak lepas dari bahan bakar yang digunakan.

Solar bisa dibilang punya kandungan energi yang lebih besar dibanding bensin. Jadi ibaratnya setiap satu liter solar bisa digunakan untuk menempuh jarak lebih jauh.

Terlebih lagi harga solar juga lebih murah dibanding bensin.

Lalu, karakter mesin diesel yang mayoritas bertipe long stroke pada akhirnya juga membuatnya punya torsi lebih besar.

Walau begitu bukan berarti mesin diesel tidak memiliki kekurangan. Salah satu kelemahannya yang bisa Carmudian temukan pada mobil diesel modern adalah “masuk angin”.

Sesuai namanya, masalah ini terjadi ketika angin masuk ke dalam mesin. Biasanya lewat tangki bahan bakar yang dibiarkan kosong atau telat mengisi sehingga mesin jadi sulit dinyalakan.

 

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts