Tips dan Trik

5 Komponen Mobil yang Perlu Dicek saat Musim Hujan

Setiap pengguna kendaraan mobil harus berhati-hati dan selalu waspada saat berkendara dalam kondisi hujan. Berkendara saat kondisi tersebut dibandingkan dengan kondisi terik tentu berbeda. Ada beberapa komponen mobil yang harus dicek saat musim hujan.

Saat musim ini, kondisi jalan jadi terasa lebih berbahaya. Jalanan yang dilalui basah dan jika tidak berhati-hati, kemungkinan bisa membuat mobil tergelincir hingga menabrak sekelilingnya.

tips mengemudikan mobil

Mengemudikan mobil pada saat musim hujan. (Foto: Bewiser)

Hal ini tentu sangat dihindari karena menyangkut nyawa. Berkendara saat musim hujan pun dapat menurunkan jarak pandang pengemudi.

Selain kondisi pengemudi yang harus prima, mobil yang dibawa berkendara tentu juga harus dalam kondisi baik. Sebelum berkendara, alangkah baiknya pengguna memeriksa serta memastikan lebih dulu komponen-komponen di mobilnya dalam kondisi baik.

Komponen Mobil yang Harus Dicek Saat Musim Hujan

Pemilik Mobil

Komponen mobil yang perlu dicek saat musim hujan. (Foto: mercuryinsurance)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa ada beberapa komponen pada mobil yang harus dilakukan pengecekan saat musim hujan. Berikut ini adalah beberapa komponennya yang telah Carmudi rangkum dari berbagai sumber.

Hal yang Harus Dihindari Saat Musim Hujan

Ban Mobil

Komponen mobil pertama yang perlu dicek saat musim hujan adalah ban. Terkadang, pengguna mobil tidak terlalu memperhatikan kondisi ban mobilnya, padahal ban ini merupakan salah satu komponen yang penting pada mobil.

Tips cara ban mobil tidak selip di jalan licin

Ban mobil. (Foto: RAC)

Komponen ini berhubungan langsung dengan jalan. Jika kondisinya tidak prima, maka bisa menyebabkan mobil selip saat musim hujan hingga kecelakaan besar.

Disarankan bagi setiap pengguna mobil untuk memeriksa ban mobilnya secara rutin untuk menjamin keamanan mobil tersebut saat berkendara.

Carmudian perlu mengecek alur bannya. Jika kondisi alur ban sudah botak, maka sebaiknya ban tersebut diganti dengan yang baru. Selain itu, Carmudian juga perlu melakukan pengecekan pada tekanan angin ban mobil dan memastikan tekanan anginnya sesuai dengan ketentuan dari pabrikan.

Hal ini untuk menghindari ban mobil tiba-tiba tergelincir di tengah jalan. Tak ketinggalan, Carmudian harus mengecek rotasi ban jika mobil sudah menempuh jarak hingga 10 ribu km agar ban benar-benar terjamin dalam kondisi baik.

Cara Ban Tidak Selip di Jalanan Licin

Sistem Kontrol Mobil

Seperti kita ketahui, mengemudikan mobil dalam kondisi hujan lebih berbahaya dibandingkan berkendara di kondisi terik. Selain ban, sistem kontrol pada mobil Carmudian juga harus dalam kondisi baik saat ingin berkendara dalam kondisi hujan.

Terdapat berbagai komponen yang harus Carmudian cek, mulai dari rem, pedal gas, serta kopling. Sama seperti ban, sistem kontrol mobil mempunyai peran yang juga penting sehingga harus dilakukan pengecekan berkala, termasuk saat musim hujan.

Perlu dipastikan apakah dibutuhkan penggantian onderdil atau tidak. Jika ternyata harus diganti, maka sebaiknya melakukan penggantian dengan mengikuti standar dari pabrikan.

Bagian Kelistrikan Mobil

Komponen ketiga yang harus dicek yaitu bagian kelistrikan mobil. Ini mencakup semua komponen mobil yang membutuhkan listrik, seperti salah satunya aki.

Saat musim hujan, Carmudian harus periksa bagian kelistrikan pada mobil secara keseluruhan agar tidak terjadi hubungan arus pendek listrik, sehingga keamanan selama berkendara tetap terjamin.

Selain aki, Carmudian juga sebaiknya mengecek bagian penerangan mobil. Hal ini dikarenakan mengemudikan mobil di kondisi hujan bisa mengurangi visibilitas selama perjalanan.

Lampu pada kendaraan tersebut berperan penting untuk memberitahu pengemudi kendaraan lain mengenai keberadaan kita di jalan.

Jika lampu mobil dalam kondisi tidak baik atau memberi pencahayaan setengah-setengah, maka bisa berdampak buruk dimana pengemudi mobilnya bisa mengalami tabrakan keras dengan pengemudi kendaraan lain di sekitarnya.

Wiper Kaca Mobil

wiper

Jangan pakai wiper tipis saat musim hujan. (Foto: Ilustrasi)

Komponen keempat yakni wiper kaca mobil. Wiper kaca yang tipis dapat mempengaruhi keamanan selama berkendara dengan mobil saat kondisi hujan.

Pada umumnya, wiper yang tipis tidak bisa menyingkirkan air hujan di kaca mobil secara maksimal.

Hal ini mengakibatkan pandangan pengemudi pada kaca mobil terhalang bekas air hujannya. Oleh karena itu, wiper menjadi komponen mobil yang juga tidak kalah penting dan harus dilakukan pengecekan saat musim hujan.

Selain itu, penting untuk rutin mengisi air pada wiper mobil. Air berguna sebagai pembasah kaca sehingga kotoran yang ada di kaca mobil mudah dibersihkan.

Cara mengisi air pada wiper mobil mudah, yaitu isi tangki dengan air biasa saja serta hindari mencampurkan air beserta sabun karena efeknya akan merusak kondisi karet wiper-nya, sehingga dapat cepat mengering dan pecah-pecah.

Serba-serbi Wiper Mobil

Defogger

Kebanyakan mobil telah dilengkapi dengan defogger yang berfungsi menghilangkan embun di kaca mobil.

Jika jarang dilakukan pemeriksaan, khususnya di musim hujan, dapat membuat masalah yang menyangkut nyawa pengemudi saat berkendara pada musim tersebut.

Oleh karena itu, lakukan pengecekan pada komponen mobil ini dengan mengaktifkannya beberapa saat sebelum berkendara. Jika terasa hangat, maka defogger dapat bekerja dengan baik.

Tips Berkendara Saat Hujan

berkendara saat hujan

Tips berkendara saat musim hujan. (Foto: Ilustrasi)

Bagi pengemudi mobil yang ingin terus aman berkendara selama musim hujan, ada beberapa tipsnya yang sudah dirangkum oleh Carmudi sebagai berikut.

Memastikan Semua Komponen Mobil Berfungsi dengan Baik

Tips pertama yaitu pastinya memastikan semua komponen mobil yang sudah Carmudi jelaskan di atas dapat berfungsi dengan baik. Lakukan pengecekan secara rutin agar kondisi mobil tetap prima dibawa berkendara dalam kondisi hujan ataupun terik.

Mengendarai Mobil dengan Pelan

Saat kondisi hujan, disarankan untuk mengendarai mobil dengan pelan. Selain harus mematuhi batas kecepatan, pengemudi mobil juga disarankan untuk mengemudi dengan lebih lamban dari kecepatan biasanya.

Jalan yang basah berbahaya dan reaksi mobil jadi lebih lambat saat hujan. Dengan demikian, mengendarai mobil dengan pelan alias tidak ngebut adalah tips yang tepat dilakukan saat berkendara dalam kondisi hujan.

Jika Carmudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, bisa membuat ban mobil selip atau tergelincir. Mobil yang dibawa berkendara dengan kecepatan rendah membuat alur ban mobil ini bersentuhan langsung dengan aspal jalan. Ini membuat daya cengkramnya menjadi baik.

Menjaga Jarak dengan Kendaraan Lain

Tips yang tidak kalah penting yakni menjaga jarak dengan kendaraan lain, khususnya kendaraan yang berada di depan.

Alasannya adalah mengerem terasa sulit saat berkendara di jalan yang basah akibat hujan. Pengemudi juga dilarang menggunakan metode hard braking karena dapat mengakibatkan ban selip.

Menyalakan Lampu Mobil

Tips terakhir yaitu menyalakan lampu untuk memberitahu keberadaan kalian pada pengemudi kendaraan lain.

Pengemudi bisa menghidupkan lampu di siang hari saat cuaca hujan meski masih siang. Dengan begitu, pengemudi kendaraan lain yang visibilitasnya kurang baik karena hujan bisa melihat keberadaan kalian.

Hal yang perlu diingat adalah jangan pernah menyalakan lampu hazard saat hujan. Lampu ini hanya dipakai saat keadaan darurat. Jika lampu hazard dinyalakan bukan dalam keadaan darurat, bisa membuat bingung pengemudi lain, serta terganggu.

Pengemudi kendaraan lain yang ada di belakang tidak akan peka saat Carmudian memperlambat laju mobil. Selain itu, mereka juga tidak akan tahu jika Carmudian ingin berbelok sehingga dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Tentang Hydroplaning atau Aquaplaning

Penulis: Nadya Andari

Editor: Dimas

Nadya Andari

Memulai karir sebagai Content Writer di Carmudi Indonesia sejak awal tahun 2019. Lulusan Desain Komunikasi Visual yang suka sekali menulis, seperti cerpen, artikel, dan sebagainya.
Follow Me:

Related Posts