Home » Tips dan Trik » 5 Mitos Perawatan Mobil Ini Sebaiknya Mulai Kita Tinggalkan

5 Mitos Perawatan Mobil Ini Sebaiknya Mulai Kita Tinggalkan

Banyak mitos perawatan mobil yang masih dipercaya masyarakat. Foto/Benedictus.

Jakarta – Pemilik mobil yang telaten pasti ingin supaya kendaraan kesayangannya selalu dalam kondisi prima. Mereka akan melakukan perawatan rutin agar mobilnya selalu siap pakai kapanpun. Sayangnya, masih banyak mitos perawatan mobil yang terus dipercaya kebanyakan orang.

Awalnya, informasi soal perawatan kendaraan ini memang bisa dijalankan. Namun, seiring perkembangan teknologi pada sebuah mobil, cara-cara lama sudah tidak berlaku. Bagi orang awam, kadang cara-cara kuno kadang masih dipakai sekalipun tidak lagi berlaku. Berikut ini mitos-mitos perawatan mobil yang sebaiknya Carmudian tidak lagi ikuti.

1. Ganti Oli Tidak Lagi Pada 5 Ribu Kilometer

Filter Oli
Ganti filter oli saat Anda mengganti oli mesin. Foto/Ilustrasi.

Pada mobil-mobil lawas, periode ganti oli tergolong singkat. Seringkali pemilik mobil menggganti pelumas mesin pada jarak tempuh sekitar 5 ribu kilometer. Namun, cara itu sudah tidak berlaku karena kualitas oli semakin bagus.

Dengan racikan kimia yang tepat, pabrik pelumas kini memproduksi oli sintetik yang dirancang untuk mesin dengan tingkat presisi tinggi. Oli keluaran terbaru konon sanggup digunakan hingga 12 ribu kilometer. Ini membuat periode ganti oli semakin lama dan bisa menghemat pengeluaran rutin untuk perawatan kendaraan.

Tapi, sebagiknya tetap perhatikan buku panduan pemilik kendaraan soal periode ganti oli. Sekalipun oli sanggup digunakan dalam waktu cukup lama, tapi kemampuannmya berbeda antara satu merek mobil dengan yang lain.

2. Bensin Murah Belum Tentu Jelek Untuk Mesin

Mengisi bbm sesuai oktan agar mesin mobil awet

Mitos perawatan mobil yang ini terus dipercaya oleh banyak kalangan masyarakat. Mereka berpikiran, apabila memakai bensin dengan kualitas semakin bagus, maka otomatis membuat performa mesinnya makin nampol. Padahal tidak lho Carmudian, karena kualitas bensin dari kendaraan harus disesuaikan dengan tingkat kompresi mesin.

Memang, memakai bensin dengan oktan tinggi sisi positifnya membersihkan ruang bakar dan saluran bahan bakar. Tapi, memakai bensin dengan oktan biasa seperti Premium juga tidak merusak mesin asalkan sesuai dengan kompresi mesin.

3. Servis Kendaraan di Luar Bengkel Resmi Menggugurkan Garansi

bengkel siaga
Ada 109 Titik Bengkel yang Disebar Honda pada Musim Mudik Tahun Ini (dok.istimewa)

Ini kadang jadi halangan bagi pemilik mobil apabila terpaksa harus melakukan perbaikan di luar bengkel resmi. Padahal, memaksa pemilik mobil hanya melakukan perbaikan di bengkel resmi juga merupakan suatu hal yang tidak benar.

Jangan terlalu dihiraukan, Anda bisa mensiasati dengan tetap melakukan servis rutin di bengkel spesialis, dan jangan lupa simpan struk atau kwitansi pembayaran setelah perbaikan. Ini bisa jadi bukti saat terpaksa harus klaim garansi karena Anda selalu melakukan servis sesuai jadwal.

Setiap pemeliharaan yang ditentukan dalam manual pemilik dan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan harusnya tidak boleh membatalkan garansi Anda. Anggap saja, perawatan mobil di bengkel resmi layaknya mitos perawatan mobil.

4. Panaskan Mesin Mobil

Mitos perawatan mobil lainnya yang masih sering dilakukan yaitu memanaskan mobil dalam jangka waktu tertentu. Pada mobil keluaran lawas, memang perlu memanaskan mobil apalagi ketika suhu sekitar lebih dingin ketimbang biasanya. Hal ini bertujuan untuk melumasi seluruh bagian mesin agar siap bekerja secara optimal.

Namun, kini tidak perlu lagi memanaskan mobil cukup lama sebelum digunakan karena hanya buang-buang bensin. Mesin modern bisa melakukan pemanasan lebih cepat saat Anda sudah berkendara. Selain itu, proses pemanasan mesin juga perlu untuk menggerakkan transmisi.

5 Ganti Ban Mobil Bersamaan

Banyak macam ban jenis radial, pilih sesuai dengan kebutuhan. Foto/GT Radial.

Mengganti ban apabila sudah aus memang wajib karena mempengaruhi pengendalian selama berkendara. Namun, Carmudian tidak perlu mengganti semua ban apabila masih ada yang kembangnya cukup baik. Dengan demikian, penggantian ban dengan yang baru bisa dilakukan secara parsial atau sebagian saja.

Sebaiknya Anda rajin melakukan rotasi ban, karena membuat tingkat keausan merata. Selain itu, bila ban bocor tapi tidak parah juga tidak perlu diganti. Ban yang tertusuk paku atau pecahan kaca apabila lubangnya tidak besar bisa ditambal dan diperbaiki.

Penggantian baru dilakukan apabila lubang di ban diameternya lebih dari 1 cm. Tambalan akan menjaga kawat baja dari kelembaban dan pastinya mengembalikan kekedapan udara.

Previous post
Review Toyota C-HR, Model TNGA Pertama di Indonesia
Next post
Ini Foto Luar Dalam Perubahan Toyota Avanza 2019