Sepeda motor

5 Perbedaan Aerox Standar dan ABS, Apa Aja Sih?

Perbedaan Aerox standar dan ABS bisa ditemui pada beberapa aspek. Carmudi mencatat setidaknya ada lima poin pembeda yang perlu diketahui konsumen sebelum menjatuhkan pilihan.

Untuk diketahui, Aerox sendiri baru mendapatkan penyegaran pada November 2020 lalu. Sekilas, versi terbarunya nampak tak jauh berbeda dengan model sebelumnya. Secara keseluruhan desainnya masih memperlihatkan skuter matik yang sporty.

Walau begitu tetap saja ada perubahan untuk detail-detail di bodi. Tapi di luar itu semua perubahan paling penting ada di fiturnya.

Perbedaan Aerox Standar dan ABS

Yamaha Aerox 155 Connected ABS (kiri) dan Yamaha Aerox 155 Connected (kanan). (Foto: Yamaha)

Kali ini produsen membekali Aerox dengan perangkat konektivitas Communication Control Unit (CCU). Itu artinya pengguna bisa menghubungkan sepeda motor dengan smartphone-nya.

Dengan adanya tambahan fitur tersebut nama skuter matik ini pun jadi berubah, yaitu Yamaha Aerox Connected.

Sampai artikel ini dibuat setidaknya ada dua varian Aerox Connected yang tengah dipasarkan, meliputi All New Aerox 155 Connected dan All New Aerox Connected ABS.

Varian yang pertama kemudian dikenal dengan panggilan Aerox standar. Sedangkan varian satunya lagi sering disebut Aerox ABS.

Oiya, Aerox terbaru ini sebenarnya juga memiliki tambahan varian MotoGP Edition. Pada dasarnya ini adalah varian ABS, namun punya bodi yang dibalut livery khas tim balap pabrikan Yamaha.

Karena spesifikasinya sama saja, maka varian MotoGP ini akan kita kesampingkan dulu dalam pembahasan.

Sampai di sini mungkin ada di antara Carmudian yang bertanya-tanya apakah Aerox lama masih dijual? Jawabannya: masih.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menegaskan akan tetap menjual Aerox model lama selama masih menerima permintaan dari konsumen.

Dalam sebuah pemberitaan, Yamaha menyebut selama produknya masih nongol di situs web resmi berarti masih bisa dipesan oleh konsumen.

Varian yang ditawarkannya juga masih sama seperti dulu, mulai dari Aerox 155, Aerox 155 R, Aerox 155 S.

Tapi apa iya Carmudian lebih memilih model lama kalau sudah ada yang baru? Masalahnya selisih harganya cuma Rp400 ribuan untuk sama-sama tipe tertinggi.

Perbedaan Aerox Standar dan ABS

Dari namanya saja mungkin sudah terbayang perbedaan antara kedua varian ini, yaitu pada sisi pengereman. Tapi jangan salah, selain itu juga masih ada beberapa perbedaan lain.

Selengkapnya bisa Carmudian simak lewat informasi di bawah ini.

1. Penggunaan Sistem Pengereman ABS

Rem-ABS-Aerox

ABS pada Yamaha Aerox hanya memiliki satu channel untuk roda depan. (Foto: Yamaha)

Istilah ABS mungkin sudah cukup akrab terdengar di telinga para pemerhati dunia otomotif. Tapi bagi yang masih awam, Anti-lock Braking System (ABS) merupakan mekanisme untuk mencegah roda mengunci pada saat dilakukan pengereman mendadak.

Rem ABS itu sendiri dibagi dua, yaitu ABS satu channel dan dua channel. Tipe yang pertama hanya bekerja pada roda depan saja. Sedangkan tipe yang kedua ABS terdapat pada roda depan dan belakang.

Rem ABS yang terdapat pada Aerox adalah tipe satu channel. Untuk roda belakang masih bekerja seperti rem konvensional. Bahkan masih menggunakan rem model drum brake alias tromol.

2. Keyless Smart Key System

Perbedaan Aerox standar dan ABS yang selanjutnya adalah keyless smart key system. Fitur ini pada awalnya lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat. Tapi seiring perkembangan zaman pabrikan roda dua pun turut menaruhnya pada produk-produk mereka.

Dengan fitur ini Anda tak perlu menggunakan anak kunci untuk menyalakan sepeda motor. Karena kunci yang dikasih hanya berbentuk remote saja.

Keberadaan fitur keyless smart key system biasanya diikuti dengan kehadiran sejumlah fitur lain.

Misalnya tombol engine start stop yang juga bisa ditemukan pada Aerox ABS. Dengan begitu untuk menyalakan mesin motor maka pengendara cukup memutar knop yang disediakan.

Canggihnya lagi, kunci remote Aerox ABS juga sudah dilengkapi immobilizer. Pada dasarnya ini adalah fitur keamanan untuk mencegah pencurian.

Cara kerjanya, remote dan receiver pada sepeda motor berkomunikasi lewat sinyal khusus. Mesin hanya bisa menyala jika pengendara menggunakan remote yang cocok dengan sepeda motornya.

Sedikit tips, usahakan untuk menyimpan baik-baik remote yang sudah dilengkapi immobilizer. Karena jika hilang biaya untuk melakukan penggantian cukup menguras kantong.

3. Suspensi Belakang Tabung

Suspensi tabung Yamaha Aerox

Suspensi tabung Yamaha Aerox (Foto: Yamaha)

Keberadaan suspensi belakang tabung cukup unik pada Yamaha Aerox. Sedikit menengok ke model sebelumnya, komponen ini hanya bisa ditemui pada varian tengah alias Aerox R.

Aerox S sebagai varian tertinggi justru masih menggunakan suspensi biasa. Padahal umumnya varian tertinggi dari suatu produk kerap memiliki semua fitur dari varian-varian di bawahnya.

Terlepas dari hal itu, pabrikan pun membawa komponen ini untuk Aerox terbaru. Dan kali ini hanya dipasang pada varian tertingginya, yaitu Aerox ABS.

Penggunaan suspensi belakang tabung memang menjadi nilai tambah sendiri. Pertama, tampilan motor jadi terlihat lebih keren. Kemudian yang paling penting adalah handling jadi lebih stabil.

Untuk diketahui, suspensi belakang tabung yang dimiliki Aerox ABS atau produk Maxi Yamaha memiliki konstruksi yang dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah tabung yang berisi piston, katup, dan pelumas.

Kemudian ada tabung satu lagi menempel di bagian belakangnya yang berisi balon dengan nitrogen di dalamnya. Fungsi tabung ini ibarat sebagai penampung ketika oli suspensi mengalami tekanan.

Kemudian pada saat rebound, balon akan memberi tekanan balik bagi oli. Efeknya, gerak travel suspensi memang menjadi lebih lambat. Tapi dengan begitu roda jadi lebih anteng menempel ke aspal.

4. Beda Pilihan Warna

Variasi pilihan warna adalah perbedaan selanjutnya dari Aerox standar dan ABS. Uniknya lagi, varian ABS justru memiliki opsi yang lebih sedikit.

Untuk saat ini opsi warna Aerox ABS yang tersedia meliputi:

  • Prestige Silver
  • Maxi Signature Black and Gold

Kombinasi warna yang dihadirkan untuk tipe ABS ini terkesan mewah dan dewasa. Apalagi penggunaan warna emas untuk peleknya.

Sementara itu, pilihan warna yang tersedia untuk varian standar antara lain:

  • Black
  • Red
  • Matte Black Cyan
  • Dark Grey Yellow

Pilihan warna yang tersedia untuk varian standar memang lebih banyak tapi terkesan monoton.

Mayoritas opsi warna tersebut menggunakan pelek berwarna hitam. Tapi khusus warna Dark Grey Yellow dipasangkan dengan pelek berwarna kuning “stabilo”.

5. Perbedaan Harga Aerox Standar dan ABS

Daftar Harga Aerox Standar dan ABS

Perbedaan harga Aerox standar dan ABS (Foto: Yamaha)

Dari semua poin di atas berujung pada perbedaan harga. Dengan fitur lebih lengkap sudah barang tentu Aerox ABS memiliki harga lebih tinggi.

Pada saat artikel ini dibuat, harga Aerox ABS ada di angka Rp29.000.000 sedangkan untuk varian standar Rp25.500.000. Selisih harga Rp3,5 jutaan dirasa masih layak untuk fitur-fitur yang ada di Aerox ABS.

Terutama untuk sistem pengeremannya karena hampir mustahil pengguna bisa melakukan upgrade ABS sendiri lewat komponen aftermarket di kemudian hari.

Bukan hanya pemasangannya yang kompleks, namun menurut catatan kami para produsen rem ABS pun tak menjual produk secara retail. Melainkan hanya ke pabrikan sepeda motor.

Harga Yamaha Aerox 155 Connected

Yamaha Aerox 155 ConnectedRp 25,500,000
Yamaha Aerox 155 Connected ABSRp 29,000,000
Yamaha Aerox 155 Connected ABS MotoGPRp 29,500,000

Harga diambil dari situs web resmi Yamaha pada Maret 2021. Harga tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *