Home » Berita » 58 Persen Konsumen Xpander Gagal Validasi, Ada SPK “Bodong”?

58 Persen Konsumen Xpander Gagal Validasi, Ada SPK “Bodong”?

Penulis: Dony Lesmana

Jakarta – Seperti diberitakan sebelumnya Mitsubishi bisa senyum “sumringah”. Pasalnya sejak diluncurkan di ajang GIIAS 2017, Mitsubishi Xpander mendapatkan angka permintaan yang cukup tinggi.

Dalam jarak 2 bulan Mitsubishi Xpander telah menerima lebih dari 23.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Sedangkan lebih dari 5.000 SPK diperoleh hanya pada saat GIIAS.

Kerja keras belum berhenti, pihak Mitsubishi Motors hingga saat ini melakukan pengiriman produk small MPV pertamanya kepada konsumen. Bahkan Mitsubishi Motors telah memajukan produksi dengan shift kedua di fasilitas Bekasi, satu bulan lebih cepat dari perkiraan awal.

Namun, belakangan ini telah bocornya sebuah surat terkait proses validasi Xpander yang “mandek”. Dalam surat ini menyatakan jika PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), selaku agen pemegang merek Mitsubishi di Indonesia meminta seluruh dilernya di nusantara membantu proses validasi.

Bocoran prosentasi validasi konsumen Xpander.

Dikatakan “mandek” karena dari 7.000 panggilan telepon terhadap calon konsumen yang telah melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), 58% tak menjawab panggilan telepon.

Menurut Head of PR & CSR MMKSI Intan Vidiasari ini merupakan proses validasi tahap pertama. Pihaknya akan terus melakukan proses ini kepada konsumen yang sudah melakan SPK.

“Ini kan baru proses validasi pertama, kita kan ada tahapan berikutnya. Ini masih sebagaian yang kita hubungi belum semuanya,” ujarnya saat dihubungi Carmudi, Kamis (12/10).

Tak Ada SPK Xpander Bodong

Menurut Intan, data SPK konsumen terkait dengan data SPK yang tidak bisa dihubungi (untuk proses survey), dari sekitar 23 ribu data SPK yang tercatat, MMKSI baru menghubungi sebagian data. Yaitu sekitar 7.000 data karena kegiatan ini sendiri baru dimulai sejak 15 Agustus 2017.

“Sebanyak 58% dari 7.000 data yang ditelepon oleh MMKSI tidak berhasil terhubung, utamanya disebabkan karena telepon tidak diangkat (42,9%). Hal ini merupakan hal yang wajar atau normal mengingat beberapa faktor yang memungkinkan hal itu terjadi,” ujarnya.

Intan menambahkan biasanya kondisi konsumen yang tidak memungkinkan menjawab telepon saat dihubungi bisa saja sedang di jalan, sedang melakukan aktivitas lain, dan sebagainya. Ketidaktahuan konsumen atas nomor hotline Mitsubishi Motors Customer Care (0804-1-300-300) yang digunakan oleh MMKSI sehingga konsumen enggan mengangkat telepon.

Nomor hotline Mitsubishi Motors Customer Care sendiri baru resmi beroperasi di awal 2016 lalu dan belum cukup memasyarakat untuk banyak tahu,” ujarnya.

Baca juga: Konsumen Lebih Pilih Xpander Harga Tertinggi, Ini Alasannya!

Baca juga: Wow! Di GIIAS 2017 Mitsubishi Xpander Bisa Cicil 10 Tahun

Menurut intan pihaknya meminta kerjasama segenap dealer Mitsubishi untuk membantu mengedukasi konsumen mengenai nomor hotline Mitsubishi Motors Customer Care.

“Kami melakukan contact ke customer yang sudah SPK bukan buat konfirmasi jadi beli atau tidak, tapi buat men survey beberapa pertanyaan yang penting untuk pengembangan produk dan layanan ke depan.Gak ada hubungannya sama ‘SPK bodong’ karena semua sudah bayar DP dan sudah menunggu mobil,” pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana

harga wuling confero
Previous post
Confero S Tidak Punya Transmisi Otomatis? Ini Kata Bos Wuling Indonesia
infografis Carmudi
Next post
INFOGRAFIS: Musim Hujan, Perhatikan Bagian Kendaraan Rawan Karatan