Tips dan Trik

8 Trik Irit BBM Biar Nggak “Boncos” Saat Harga Bensin Mahal

Trik irit Bahan Bakar Minyak (BBM) akan sangat berguna di tengah kenaikan harga bensin dan solar baru-baru ini.

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti menerapkan eco driving dan lebih bijak menggunakan air conditioning (AC) kendaraan.

Trik Irit BBM

(Foto: iStock)

Memiliki kendaraan yang irit BBM pastinya menjadi keinginan mayoritas konsumen. Apalagi jika melihat kondisi yang berkembang belakangan ini.

Seperti diketahui, harga beberapa jenis BBM Pertamina mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kondisi ini akan memaksa pemilik kendaraan untuk memutar otak agar pengeluaran tidak “boncos”, tapi tetap bisa merasakan kemudahan mobilitas dengan kendaraan pribadinya.

8 Trik Mobil Irit BBM

Melihat kondisi tersebut, Carmudi akan mengajak Anda untuk mengetahui atau mengingat kembali trik bikin mobil irit BBM.

Sebagian dari trik yang akan dijabarkan lebih condong pada kebiasaan berkendara. Sementara sisanya dapat diterapkan pada kendaraan.

1. Atur Rute dan Waktu Perjalanan Adalah Trik Irit BBM Termudah

Perlu diingat bahwa salah satu penyebab konsumsi BBM kendaraan jadi boros ialah kemacetan. Situasi seperti itu mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat perkotaan.

Namun, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk menghindarinya. Cara paling masuk akal adalah meninjau lagi rute yang dilewati sehari-hari.

Sebisa mungkin untuk menghindari kemacetan. Jika hal itu terasa sulit maka cara lainnya ialah mengatur waktu perjalanan.

Jika diperlukan berangkat lebih awal agar terbebas dari kemacetan yang biasanya terjadi di satu titik pada jam-jam tertentu.

2. Memanfaatkan Fitur Hemat Bahan Bakar

Eco Mode Power Mode Toyota Kijang Innova

(Foto: Carmudi)

Konsumsi BBM yang irit sebenarnya juga menjadi perhatian para produsen kendaraan

Hal itu terbukti dari kehadiran fitur-fitur hemat BBM pada mobil-mobil keluaran baru. Fitur tersebut hadir dalam bentuknya yang beragam.

Contohnya indikator eco driving yang pada sejumlah mobil Honda hadir dalam bentuk lampu berwarna hijau dengan tulisan Eco.

Sementara pada beberapa mobil Toyota didesain dalam bentuk garis-garis untuk menunjukkan seberapa irit konsumsi BBM pada saat mobil digunakan.

Lebih canggih lagi ada juga fitur hemat BBM yang hadir dalam bentuk mode berkendara eco. Ketika mode tersebut diaktifkan maka komputer kendaraan akan membatasi kerja mesin agar lebih irit.

Keberadaan fitur berkendara seperti itu biasanya juga dibarengi mode sport. Mode ini akan menghadirkan respons mesin yang berbanding terbalik dengan eco.

Contoh fitur hemat BBM lainnya ialah idling stop system. Walau lebih sering ditemui pada sepeda motor, tapi mobil juga ada yang mengadopsinya.Salah satunya adalah Toyota Rush yang mendapatkan fitur ini pada Agustus 2021 berbarengan dengan munculnya varian GR Sport.

Cara kerja fitur ini ialah mematikan mesin setelah mobil berhenti beberapa saat. Untuk menyalakannya lagi maka pengemudi tinggal injak pedal gas.

Fitur ini akan sangat berguna ketika sedang berkendara di tengah kondisi macet.

3. Terapkan Teknik Eco Driving

Pedal Rem Keras atau Bagel

(Foto: Firestone Auto)

Fitur-fitur hemat bahan bakar tersebut pastinya akan lebih maksimal lagi hasilnya jika dipadukan dengan penerapan teknik eco driving.

Salah satunya praktiknya ialah dengan cara lebih halus mengoperasikan pedal gas. Dengan begitu mobil akan berakselerasi secara lebih gradual, tidak mendadak.

Ketika mobil sudah melaju, upayakan untuk berkendara pada kecepatan yang konstan dan menjaga putaran mesin tidak terlalu tinggi.

Hal yang perlu dipahami adalah tidak selamanya berkendara dengan kecepatan lambat akan hemat bahan bakar dan begitupun sebaliknya. Kuncinya ialah menjaga putaran mesin agar tidak naik turun secara drastis.

4. Rutin Servis Kendaraan Juga Termasuk Trik Irit BBM

Keuntungan Servis di Bengkel Resmi

(Foto: Suzuki)

Trik irit BBM berikutnya ialah rutin melakukan servis kendaraan. Hal yang perlu dipahami adalah salah satu penyebab konsumsi BBM boros adalah proses pembakaran yang buruk di dalam mesin.

Hal itu bisa disebabkan tidak sempurnanya pembakaran hingga saluran udara yang buruk. Untuk mengatasi masalah-masalah seperti itu maka dibutuhkan servis kendaraan secara rutin.

Jadwal servis mobil itu sendiri dapat berbeda-beda antara satu merek dengan yang lainnya. Namun, umumnya ialah setiap 10.000 km atau empat bulan sekali.

Jika situasi lalu lintas yang kerap dilewati kerap diwarnai kemacetan yang parah malah ada baiknya servis dilakukan lebih cepat dari rekomendasi tersebut.

Tak kalah penting juga untuk mengganti oli mesin secara rutin. Hal ini mungkin tidak langsung berhubungan dengan konsumsi BBM, tapi untuk memastikan mesin bekerja dengan lancar dan selalu terlindungi.

5. Gunakan BBM Sesuai Spesifikasi

Bikin Mobil Irit Bensin

(Foto: Pertamina)

Di samping servis kendaraan secara rutin, faktor penentu pembakaran yang sempurna ialah kesesuaian antara spesifikasi mesin dengan jenis bahan bakar yang digunakan.

Oleh karena itu penting agar pemilik mobil mengetahui nilai oktan bensin yang beredar di pasaran. Kemudian disesuaikan dengan perbandingan kompresi mesin.

Sebagai patokan bisa lihat daftar di bawah ini. 

  • RON 88 untuk kompresi mesin 7—9 : 1
  • RON 90 untuk kompresi mesin 9—10 : 1
  • RON 92 untuk kompresi mesin 10—11 : 1
  • RON 95 untuk kompresi mesin 11—12 : 1

Penggunaan BBM tak sesuai spesifikasi mesin bisa bisa menimbulkan efek samping lainnya. Yaitu timbul gejala knocking hingga tenaga mesin berkurang. Hal tersebut biasanya diikuti dengan terjadinya penumpukan kerak karbon di ruang bakar.

6. Gunakan Ban Jenis Eco

Ban Mobil Listrik

Ban Turanza Eco (Foto: Bridgestone)

Seandainya dalam waktu dekat mobil yang digunakan sudah harus ganti ban maka tak ada salahnya melirik eco tyre.

Sesuai dengan namanya, ban jenis ini didesain untuk membantu konsumsi BBM kendaraan lebih irit.

Bagaimana bisa? Ban eco tyre memiliki rancangan yang rendah terhadap rolling resistance atau hambatan laju. Hambatan itu sendiri datang dari permukaan jalan yang dilalui kendaraan.

Dengan rolling resistance yang rendah maka diharapkan kerja mesin bisa lebih ringan. Pada akhirnya konsumsi BBM kendaraan juga menjadi lebih irit.

Beberapa sumber menyebutkan ban jenis eco memiliki kandungan silika yang lebih tinggi. Oleh karena itu karet ban menjadi lebih keras.

7. Selalu Cek Tekanan Angin Ban 

tekanan angin ban

Rutin mengecek tekanan angin ban perlu dilakukan. (Foto: moladin)

Sementara itu bagi pemilik kendaraan yang enggan menggunakan ban jenis eco bisa mengupayakan trik irit BBM dengan menjaga tekanan angin ban selalu ideal.

Seperti diketahui, saat ban mengalami kurang tekanan angin maka akan muncul rolling resistance yang besar. Hal itu akan memberatkan kerja mesin mobil.

Informasi mengenai tekanan angin ban yang ideal biasanya bisa dilihat di bingkai pintu mobil. Namun, sebagai gambaran umum bisa juga cek daftar di bawah ini.

  • MPV sekitar 33—36 psi
  • City Car sekitar 30—36 psi
  • Sedan sekitar 30—33 psi
  • SUV sekitar 35—40 psi

8. Bijak Menggunakan AC

Biaya servis ac mobil

Memang sulit rasanya untuk berkendara tanpa AC terlebih lagi ketika berada di daerah yang punya hawa panas. Namun, ada triknya agar AC tidak terlalu memberatkan mesin dan bikin mobil jadi boros.

Hal yang perlu dilakukan ialah tidak membiarkan AC berada di suhu paling dingin secara terus menerus. Ketika kabin sudah mulai terasa sejuk maka suhunya bisa dinaikkan sedikit agar kerja mesin lebih ringan.

Demikian ulasan mengenai trik BBM yang bisa dicoba ketika berkendara. Harga BBM yang terus naik dari waktu ke waktu menuntut pemilik mobil harus pintar-pintar menyiasatinya.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts