Home » Berita » Ada Larangan Mudik, Konsumsi BBM Jenis Bensin Menurun

Ada Larangan Mudik, Konsumsi BBM Jenis Bensin Menurun

Pertashop diharapkan bisa membantu distribusi bahan bakar di kecamatan tanpa SPBU
Pertashop diharapkan bisa membantu distribusi bahan bakar di kecamatan tanpa SPBU

Jakarta – Beberapa ruas jalan utama jalur mudik tampak tidak seramai musim mudik tahun lalu. Pasalnya, pemerintah pusat dan daerah sudah jauh-jauh hari melarang masyarakat untuk mudik maupun bepergian jauh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Nampaknya anjuran tersebut ditaati oleh sebagian besar masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota besar.

Adanya larangan mudik ditambah lagi penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berdampak besar terhadap konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Umumnya konsumsi BBM Pertamina selalu mengalami lonjakan pada saat musim mudik Lebaran. Tapi tahun ini justru merosot. PT Pertamina mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (gasoline) selama tiga hari masa Lebaran H-1 hingga H+1 masih 18%. Angka tersebut di bawah kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, yakni Januari-Februari 2020.

Konsumsi BBM jenis bensin sempat mengalami kenaikan pada H-1 Lebaran sebesar 99.932 kilo liter (KL). Namun pada hari H Lebaran konsumsinya turun di angka 58.510 KL dan H+1 tercatat 72.978 KL.

Dengan demikian, rata-rata penyaluran BBM jenis bensin selama tiga hari Lebaran tersebut mencapai 77.140 KL. Sementara, rata-rata penyaluran harian normal periode Januari-Februari 2020 mencapai 93.557 KL.

“Pada H-1 gasoline sempat mengalami kenaikan 6,8% di atas konsumsi normal, namun pada hari-hari selanjutnya konsumsi turun sehingga secara rata-rata selama H-1 sampai dengan H+1 Lebaran, konsumsi BBM jenis gasoline masih 18% di bawah konsumsi normal,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resminya.

Sedangkan untuk BBM jenis gasoil (solar), realisasi penyaluran pada H-1 mencapai 19.428 KL, hari H Lebaran sebesar 7.061 KL, dan pada H+1 mencapai 8.478 KL atau rata-rata dalam tiga hari Lebaran sebanyak 11.656 KL.

“Kalau dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal gasoil periode Januari-Februari 2020 sebesar 41.308 KL, maka penyaluran gasoil saat Lebaran turun 71,78 %,” kata Fajriyah.

SPBU Pertamina
Penyaluran BBM jenis bensin selama tiga hari masa Lebaran H-1 hingga H+1 cuma 18%.

Satgas Pertamina Terus Siaga

Walaupun terjadi penurunan konsumsi bahan bakar baik itu jenis bensin maupun solar, Pertamina masih akan terus menyiagakan satuan tugas (satgas) hingga 8 Juni 2020. Tujuannya untuk memonitor distribusi BBM dan LPG serta memastikan stok dalam kondisi aman.

“Satgas masih terus berjalan, termasuk layanan Pertamina Call Center 135. Jika masyarakat membutuhkan informasi tentang produk Pertamina maupun layanan antar (delivery service), silahkan kontak ke 135,” pungkas Fajriyah.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Promo Menarik Pembelian Mitsubishi Xpander dan Pajero Sport Mei 2020

Previous post
Hindari 'Penyusup', Korlantas Polri Perketat Pengawasan PSBB
Next post
Harga Murah, Ini Keistimewaan Busi NGK Khusus Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia