HomeBeritaAISI Juga ‘Ngarep’ Pajak Pembelian Sepeda Motor Baru 0%

AISI Juga ‘Ngarep’ Pajak Pembelian Sepeda Motor Baru 0%

Pajak 0% berlaku juga bagi pembelian sepeda motor baru
AISI berharap wacana relaksasi pajak 0% berlaku juga bagi pembelian sepeda motor baru (Foto: Santo/Carmudi)

Jakarta – Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) berharap wacana relaksasi pajak 0% tidak hanya berlaku bagi pembelian mobil baru saja tapi juga sepeda motor.

Menurut Sigit, di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 sekarang ini, penurunan penjualan tidak hanya dialami mobil saja tetapi sepeda motor juga. Sehingga dibutuhkan insentif berupa keringanan pajak dari pemerintah untuk mendorong pertumbuhan angka penjualan kendaraan bermotor.

“Tentunya, dalam kondisi pandemi ini yang berdampak semua sektor kehidupan, setiap industri pasti butuh insentif. Melihat kondisi pandemi ini kami industri sepeda motor motor AISI akan senang jika dapat insentif. Karena memang sepeda motor lebih banyak digunakan sebagai alat transportasi produktif penopang kegiatan aktvitas sehari-hari masyarakat,” tutur Sigit saat acara Industry Roundtable – Automotive Industry Perspective yang diselenggarakan secara virtual Selasa (22/9/2020).

Saat ini lima anggota AISI, Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS juga tengah melakukan pembahasan terkait permohonan pemberian insentif.

Namun, apakah nantinya disetujui atau tidak, hal itu tergantung pemerintah sebagai pihak yang mengambil keputusan.

“Insentif tentu kami serahkan kepada Kemenperin dan juga Kemenkeu. Saat ini masih dalam pembahasan di internal kami,” terang Sigit.

motor baru di imos 2018
Sepeda Motor Suzuki (Foto: Santo/Carmudi)

Penjualan Sepeda Motor Anjlok

Akibat pandemi Covid-19 tren penjualan sepeda motor secara nasional tahun ini akan mengalami kelesuan. Padahal di kuartal pertama (Januari-Maret) penjualan sepeda motor sempat menunjukkan angka yang relatif stabil sekira 500 ribu unit per bulan.

Namun apa daya, wabah Covid-19 datang sehingga membuat daya beli masyarakat mengalami penurunan. Imbasnya penjualan sepeda motor anjlok cukup dalam bila dibandingkan sebelum adanya Covid-19.

“Penjualan mengalami penurunan di akhir bulan Maret tepatnya pada minggu keempat yaitu pada saat pemerintah mengumumkan kebijakan relaksasi daripada pembayaran angsuran kredit sepeda motor. Penjualan semakin terasa berat di April 2020 pada saat PSBB diberlakukan di seluruh wilayah Jabodetabek. Sehingga pasar terkoreksi minus 78 persen. Diperparah lagi waktu di Mei pasar sepeda motor kembali terkoreksi minus 82 persen waktu PSBB diberlakukan hampir di seluruh kota besar di wilayah pulau Jawa,” ungkap Sigit.

Kondisi ini, lanjut Sigit, semakin diperberat dengan adanya penghentian aktivitas pabrik selama beberapa minggu dalam rangka mengikuti arahan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona.

Beruntung, memasuki Juni 2020 daya beli masyarakat terhadap sepeda motor baru mulai menunjukkan pertumbuhan.

“Penjualan kami meningkat pada Juni, waktu itu diberlakukan PSBB masa transisi. Penjualan kami meningkat lebih dari 650 persen dan berlajut di ke Juli meningkat kembali di atas 73 persen. Sehingga mencapai angka penjualan sebanyak 292.205 unit,” tandasnya.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Menkeu Sri Mulyani Komentari Usulan Pajak 0% untuk Pembelian Mobil Baru

Previous post
Banyak Model Baru, Daihatsu Terios Bukan Lagi SUV Favorit di 2020?
Next post
Pilah Pilih Mobil Murah untuk Usaha, Enaknya Seperti Apa?