Berita

Akibat Lobi-lobi Konglomerat, Mobil dan Sepeda Motor Listrik Dipendam

Mobil dan sepeda motor listrik listrik

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerukan supaya warganya membeli mobil dan sepeda motor listrik (Foto: Youtube/Humas Jabar)

Bandung – Sebenarnya mobil dan sepeda motor listrik bukan suatu hal baru di industri otomotif dunia. Keberadannya sudah ada sejak 100 tahun lalu, namun karena adanya lobi-lobi konglomerat minyak bumi maka teknologi listrik itu dipendam satu abad.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat memberikan kata sambutan di acara peringatan Hari Listrik Nasional ke 75 Tingkat Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Menurutnya, keberadaan mobil dan sepeda motor listrik sengaja dipendam supaya untuk urusan energi dipaksa menggunakan bahan bakar atau minyak dan gas.

“Jadi mobil dan sepeda motor listrik itu bukan teknologi baru. Dari satu abad lalu sudah ada, cuma direpresi oleh kepentingan ekonomi. Makanya jangan kaget prosesnya itu akhirnya sistem mengalah. Tak heran ada pernyataan jangan buru-buru listrik, kendaraan hybrid dahulu, setengah bensin dan setengah listrik,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Ditambahkannya, kendaraan bermotor listrik adalah keniscayaan, karena suatu hari stasiun pengisian bahan bakar minyak akan hilang sekira 50 tahun ke depan, sama seperti hilangnya warung telepon (wartel).

Sebagai upaya mempercepat perkembangan mobil dan sepeda motor listrik khususnya di wilayah Jabar, Kang Emil telah menyiapkan beberapa strategi. Satu di antaranya mendorong masyarakat supaya beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik murni.

“Kendaraan bermotor yang paling penting, karena ini sumber polusi paling utama. Perbedaan satu mobil atau sepeda motor dengan mobil atau sepeda motor bensin itu seperlima. Karena proses pembuatan ini (kendaraan listrik) juga ada emisi, jadi enggak 0 (nol) emisi. Tetapi dia (kendaraan listrik) bisa mengurangi seperlima, kalau semua melakukan ini maka empat perlimanya polusi menjadi hilang,” terangnya.

Harga Hyundai Ioniq Electric dan Kona Electric

Harga Hyundai Ioniq Electric dan Kona Electric sudah tersebar jelang peluncuran resmi (Foto: Santo/Carmudi)

Mendukung Inovasi Dalam Negeri

Selain mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik, Ridwan Kamil juga medukung inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh anak bangsa.

“Saya sangat mendukung inovasi dalam negeri, hanya saja ada tantangan yang masih sulit dihadapi. Seperti Institut Teknologi Nasional (Itenas) misalnya, bagaimana produksi massal. Bahwa memproduksi satu prototipenya saja sangat luar biasa sulit, nah, tantangan berikut memproduksi massal. Itu hanya bisa dilakukan oleh industri besar,” tutur suami Atalia Praratya itu.

Di sisi lain, dirinya senang sudah ada pabrikan otomotif yang mulai memberanikan diri menjual mobil listrik di Indonesia. Apalagi ada Hyundai, perusahaan asal Korea Selatan yang berencana memproduksi mobil listrik secara lokal.

“Sekarang sudah ada Hyundai dan Tesla, tetapi semua masih impor belum ada produksi lokal. Saya sangat berbahagia begitu tahu Hyundai mau berinvestasi membangun pabrik di Cikarang, Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil

“Dalam dua tahun ke depan Hyundai akan produksi mobil listrik yang harganya setara dengan harga mobil sedan umumnya yang bermesin 1.500 cc atau 2.000 cc,” pungkasnya.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Minta Ibu-ibu Rayu Suami Beli Mobil Listrik

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di santo.evren@icarasia.com

Related Posts