Home » Sumber informasi » Apa Akibatnya Kalau Pajak STNK Mati Hingga Dua Tahun?

Apa Akibatnya Kalau Pajak STNK Mati Hingga Dua Tahun?

Biaya STNK
Data pemilik lama dihapus apabila pajak mati dua tahun setelah STNK tidak berlaku

Jakarta – Korlantas Polri akan memberlakukan aturan penghapusan identitas pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akibat pajak mati selama dua tahun berturut-turut. Regulasi tersebut mulai berlaku tahun ini secara nasional untuk mobil dan sepeda motor.

Namun jangan salah sangka dulu, pemblokiran ini tidak berlaku hanya karena menunggak pajak kendaraan namun STNK masih berlaku. Regulasi itu berlaku apabila pemilik mobil atau motor tidak membayar pajak selama dua tahun berturut-turut.

Ini terhitung dari habis masa berlaku STNK setiap lima tahun, atau dengan kata lain STNK tidak diperpanjang kemudian tidak membayar pajak. Apabila hanya telat bayar pajak selama STNK masih berlaku, polisi hanya memberikan hukuman tilang.

Aturan pemblokiran data di STNK ini tertuang dalan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 ayat 2 yang berbunyi:

Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Huruf b dapat dilakukan jika:

a. kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan, atau

b. pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Aturan ini diperkuat dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110 yang berbunyi:

Ranmor yang telah diregistrasi dapat dihapus dari daftar Regident Ranmor atas dasar:

  • permintaan pemilik Ranmor;
  • pertimbangan pejabat Regident Ranmor; atau
  • pertimbangan pejabat yang berwenang di bidang perizinan penyelenggaraan angkutan umum.

Kemudian pada Pasal 114 Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 memperkuat dasar hukum pasal 110 yang berbunyi:

Penghapusan Regident Ranmor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dilakukan dengan memberikan catatan atau tanda cap stempel “dihapus” pada Kartu Induk dan Buku Register pada Regident Ranmor Kepemilikan dan Pengoperasian Ranmor, pada pangkalan data komputer, serta pada fisik BPKB dan STNK Ranmor yang dihapus.

Registrasi Ranmor yang sudah dinyatakan dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali. Mau tidak mau, data kendaraan perlu balik nama dengan data pemilik baru supaya bisa diregistrasi ulang.

Data Pemilik Pajak STNK Mati Dua Tahun Dihapus Selamanya

Membayar pajak motor serta memperpanjang masa berlaku STNK tepat waktu merupakan kewajiban setiap pemilik kendaraan. Bila kalian tetap acuh, beberapa sanksi siap menjadi konsekuensinya. Sanksi ini jenisnya bermacam, mulai dari denda, tilang, sampai penghapusan data dari STNK.

Saat ini penghapusan sifatnya sementara dalam masa sosialiasi. Namun penghapusan data STNK ini nantinya akan bersifat permanen. Artinya tidak bisa lagi dilakukan pemutihan. Data kendaraan itu akan dihapus oleh pihak kepolisian dan tidak bisa diregistrasi ulang.

Pihak kepolisian pasti akan memberi peringatan kepada pemilik kendaraan dengan pajak mati hampir dua tahun setelah STNK tidak berlaku. Peringatan ini diberikan tepat tiga bulan sebelum tanggal pajak jatuh tempo.

Surat peringatan akan terus diberikan dengan jeda sebulan sampai tepat pada tanggal pajak jatuh tempo. Surat pemberitahuan penghapusan itu dikirim pejabat berwenang dalam hal ini tim regident Direktorat Lalu Lintas. Setelah memasuki periode jatuh tempo, maka data kendaraan bermotor masuk dalam daftar penghapusan sementara.

Perhitungan Denda Pajak Kendaraan

stnk
Bayar denda pajak mobil

Baik mobil atau motor dengan pajak mati setelah dua tahun berakhirnya masa belaku STNK maka bakal berstatus “bodong”. Kendaraan pun bersifat ilegal dikendarai di jalan raya untuk selama-lamanya. Sebelum terlambat, sebaiknya lunasi dulu pajak beserta dendanya.

Besaran denda yang dikenakan berbeda-beda, perhitungan denda tergantung dari besar pajak kendaraan dan waktu keterlambatannya. Pemerintah telah memutuskan tarif denda pajak yang telat selama lebih dari 1 tahun sebesar 48%.

Ada yang mengatakan jika telat bayar pajak 1-2 hari denda yang dikenakan sama seperti bila kita telat membayar selama 1 tahun. Pendapat tadi adalah keliru karena denda telah diperhitungkan secara detail. Rumus untuk menghitung denda pajak kendaraan bermotor adalah sebagai berikut:

  • Denda keterlambatan 2 hari – 1 bulan dikenakan denda sebesar 25%.
  • Keterlambatan 2 bulan: PKB x 25% x 2/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 6 bulan: PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 1 tahun: PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 2 tahun: 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ
  • Keterlambatan 4 tahun: 4 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ

SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Denda SWDKLLJ bagi motor adalah sebesar Rp32.000, sedangkan mobil Rp100.000.

Proses Membayar Denda Pajak Mati

Untuk proses pembayaran denda pajak mati, tidak berbeda jauh dengan membayar pajak tahunan selama STNK masih berlaku. Carmudian tinggal datang ke SAMSAT untuk mengisi formulir, lalu menyerahkannya ke loket yang sudah ditentukan beserta fotokopi KTP, STNK, dan BPKB. Setelah itu, kalian juga harus membayar SWDKLLJ beserta denda.

Setelah proses pembayaran pajak berikut denda telah dilakukan, Langkah selanjutnya adalah mengambil berkas yang diserahkan tadi. Pengambilan harus menunjukkan surat bukti telah melunasi tunggakan.

Mengurus STNK Kendaraan Bekas yang Ternyata Diblokir

STNK
Bayar pajak kendaraan bisa dilakukan setelah lebaran. Foto/Ilustrasi.

Dalam membeli kendaraan bermotor bekas pakai, kita juga harus memperhatikan  kelengkapan dan keabsahan surat-surat kendaraan tersebut. Tidak jarang, kita menemui kendaraan bekas yang kondisinya baik dan suratnya lengkap tapi pajaknya bermasalah.

Kadang, penjual enggan mengurus pajak kendaraan yang mereka jual dan membebankannya kepada pembeli. Jika ternyata kendaraan bekas yang kalian beli ternyata STNK-nya diblokir, mau tidak mau harus dibalik nama.

Siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus proses balik nama kendaraan, antara lain:

  • STNK asli dan fotokopinya;
  • KTP pemilik baru (pembeli kendaraan) asli dan fotokopinya;
  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopinya;
  • Kuitansi pembelian kendaraan yang ditandatangani di atas materai 6.000.

Datang ke kantor SAMSAT terdekat apabila data kendaraan masih satu kotamadya/kabupaten dengan Carmudian.  Langkah pertama, lakukan cek fisik kendaraan untuk mengidentifikasi nomor rangka dan nomor mesin. Jika sudah selesai, masuk ke kantor SAMSAT untuk mengisi formulir balik nama.

Serahkan formulir yang telah diisi tersebut beserta dokumen-dokumen yang dibutuhkan kepada petugas untuk diproses. Kalian akan menerima STNK terlebih dahulu dan menyusul BPKB di kantor Polda setempat. Jika datang pagi-pagi ke SAMSAT, proses balik nama kendaraan mulai dari cek fisik sampai menerima STNK akan memakan waktu sekitar 3 jam.

Proses balik nama belum benar-benar selesai, karena kalian masih harus menunggu terbitnya BPKB baru. Setelah mendapat STNK, kalian harus pergi ke Polda setempat untuk mengganti BPKB. Persyaratannya yaitu membawa fotokopi KTP, fotokopi STNK yang baru, fotokopi hasil tes fisik kendaraan, fotokopi kuiitansi pembelian motor, BPKB asli dan fotokopinya.

Biaya Balik Nama

Biaya BBN kendaraan berbeda-beda, tergantung masing-masing daerah dan status kendaraan itu. Untuk wilayah DKI Jakarta, biaya BBN kendaraan baru dikenakan 10 persen dari harga kendaraan off the road. Kemudian, biaya BBN kendaraan bekas dikenakan 1 persen.

Pergi ke loket balik nama BPKB yang ada di Polda, kalian nanti akan diberikan nomor antrean dan formulir Bea Balik Nama BPKB oleh petugas. Setelah mengisi formulir, kamu diminta melakukan pembayaran sebesar Rp80 ribu di loket pembayaran BRI yang sudah tersedia di sana.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif PNBP Polri, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan saat balik nama. Kalian harus membayar biaya penerbitan STNK sebesar Rp200 ribu dan biaya penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sebesar Rp100 ribu. Saat di Polda, akan dikenai biaya penerbitan BPKB sebesar Rp375 ribu.

Baca juga:

Perpanjang STNK Tanpa BPKB Asli, Coba Pakai Cara Ini

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

 

Honda Civic generasi enam, biasa disebut Honda Civic Ferio
Previous post
Kisaran Harga Honda Civic Bekas dan Baru
Next post
Jangan Salah Kaprah, Teknologi SHVS di Suzuki Ertiga Beda dengan Full Hybrid