Home » Sample Blog » Alasan Mitsubishi Tidak Memberikan Diskon untuk Xpander

Alasan Mitsubishi Tidak Memberikan Diskon untuk Xpander

fitur baru di xpander
Mitsubishi Xpander (Foto: Carmudi)

Jakarta – Pemberian diskon menjadi senjata utama dari para dealer untuk menggaet calon pembeli. Besaran diskon yang diberikan kepada calon konsumen beragam, semua itu tergantung tenaga penjual mobil.

Tapi di sisi lain adapula dealer yang tidak memberikan diskon, sebab dilarang oleh produsen mobil. Seperti yang dilakukan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Yang merupakan Agen Pemegang Merek (APM) mobil Mitsubishi  menerbitakan larangan pemberian diskon khusus untuk Xpander.

Langkah MMKSI itu terbilang sangat berani. Padahal para rival terberat Mitsubishi Xpander relatif sering mengumbar diskon.

Secara logika pemberian diskon untuk setiap pembelian mobil bisa menguntungkan dua belah pihak yaitu konsumen dan produsen. Konsumen merasa senang karena mobil impiannya terbeli dengan harga lebih terjangkau. Sedangkan dari sisi produsen kemungkinan besar mobil yang dijualnya laku keras.

Irwan Kuncoro, Director of Sales and Marketing Division MMKSI punya pendapat sendiri terkait tidak adanya diskon bagi konsumen yang membeli Mitsubishi Xpander. Menurut dia pemberian diskon untuk mobil justru bisa merugikan konsumen dan merek mobil.

“Pemberian diskon bukan strategi utama kita. Karena itu (Diskon) justru merugikan konsumen dan merugikan brand. Merugikan konsumen kenapa? resale value (nilai jual kembali) bisa jatuh. Merugikan brand (merek) kalau brand jatuh ya bisa merembet segalanya termasuk brand image,” kata Irwan belm lama ini di Jakarta.

Dirinya tidak menampik bila di luar sana banyak sekali calon konsumen yang mengharapkan diskon mobil baru. Namun semua itu tambah Irwan tergantung dari strategi masing-masing produsen mobil, ada yang mau memberikan diskon ada pula yang tidak.

“Ya memnag konsumen mengharap diskon tapi kami punya strategi lain,” tutur Irwan.

Pemimpin Pasar Low MPV

Bermain di segmen Low Multi Purpose Vehicle ( LMPV), bukan berarti Mitsubishi Xpander sepi dari pesaing. Justru sebelum Xpander masuk sudah terjadi persaingan yang sangat ketat.

Adapun mobil-mobil yang bermain di segmen Low MPV selain Xpander yaitu Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Wuling Confero, Suzuki Ertiga, dan Nissan Livina. Kedatangan Mitsubishi Xpander di Tanah Air pada 2017 berhasil merombak peta persaingan Low MPV.

Jika sebelumnya Toyota Avanza selalu unggul, kini berhasil digeser sedikit oleh Mitsubishi Xpander. Berdasarkan data penjualan wholesales (pabrik ke dealer) pada periode Januari 2019, Toyota Avanza hanya terkirim sebanyak 5.400 unit saja. Sedangkan Mitsubishi sebesar 5.708 unit dengan pangsa pasar 35,7 persen.

Tingginya angka wholesales Xpander dibanding Avanza, membuat mobil keluaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) itu menjadi pemimpin pasar di segmen Low MPV periode Januari 2019.

“Kami melihat pertumbuhan angka penjualan pada Januari 2019 sebagai sinyal positif kondisi pasar terutama untuk model Xpander. Persaingan di segmen small-MPV makin ketat dengan diluncurkannya berbagai produk penyegaran dan model baru dari kompetitor, Xpander terbukti tetap menjadi pilihan utama konsumen dengan segala fitur terbaik, layanan purna jual dan kemudahan serta manfaat dalam proses kepemilikan,” kata Irwan dalam keterangan resminya akhir Februari lalu.(dol)

SPBU Shell di Malang
Previous post
Shell Rambah Kota Malang, Sekaligus Buka Dua SPBU
Outlet Suzuki
Next post
Suzuki Tepis Servis Mobil di Bengkel Resmi Mahal

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *