BeritaMobilSumber informasi

All New Honda Brio Satya Masih Ikut Aturan LCGC

Denpasar – Berbicara masalah regulasi program Low Cost Green Car (LCGC) jilid dua rupanya Honda Prospect Motor (HPM) masih santai. Pasalnya regulasi ini masih belum final alias masih di godok Pemerintah.

Salah satu rincian LCGC jilid dua ini terlihat dari upaya harominsasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diungkap Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pada aturan LCGC saat ini, konsumsi bahan bakar produk ditetapkan 20 km per liter agar bisa mendapat PPnBM nol persen.

Apalagi HPM yang mempunyai produk LCGC yaitu Brio Satya generasi kedua yang meluncur Agustus lalu masih mengacu pada aturan yang lama. Sedangkan rumusan baru dalam skema harmonisasi PPnBM terpantau untuk LCGC jilid dua produk wajib mendapatkan konsumsi bahan bakar 23 km per liter. Bisa dikatakan setara dengan emisi gas buang CO2 100g per km.

Menanggapi hal ini Tsutomu Harano, Large Project Leader All New Honda Brio, Honda RnD Asia Pacific, harmonisasi PPnBM itu belum final dan pada kenyataannya memang seperti itu.

“Kalau peraturan belum resmi, kami belum pikirkan solusi efektif. Jadi kalau sudah resmi baru kami pikirkan,” ujar Harano di Bali, Kamis (18/10).

Menurut Harano sebagai salah satu pemain LCGC, Honda pasti akan menyesuaikan keinginan pemerintah bila nantinya ada perubahan aturan LCGC.

“Pastinya bakal ada pembicaraan dengan Gaikindo serta produsen mobil lain. Bila sudah ditetapkan resmi, Brio pasti lakukan banyak hal agar bisa menyesuaikan bisa mematuhi peraturan tersebut,” ujar Harano.

Brio generasi 2 atau All new Brio telah mengalami penyegaran fisik dan membuat mobil itu tampil lebih lebar dan panjang dari generasi sebelumnya. Namun meski dimensi mengalami perubahan masih tetap menggunakan mesin yang sama tanpa ada ubahan tenaga.

Varian Brio RS atau Brio Satya saat ini menggunakan mesin bensin versi facelift 2016, yakni 1.200 cc i-VTEC empat silinder. Mampu menghasilkan daya 88,7 tenaga kuda pada rpm 6.000 dan torsi 110 Nm pada rpm 4.800.

Harano mengatakan mesin memang masih sama, namun pihaknya telah melakukan berbagai inovasi di dalamnya. Bahkan, ia menyebut setiap tahun ada revisi pada mesin Honda Brio.

“Jadi, biar mesin lama, tapi itu baru. Saya tidak bisa menjelaskan satu persatu mana saja yang diperbarui. Tapi misalnya untuk mempertahankan konsumsi bahan bakarnya tetap irit biarpun mobilnya membesar, mesin itu selalu diperbarui,” kata Harano.

Bocoran Regulasi

Regulasi baru tentang harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tak lama lagi akan diberlakukan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat aturan baru baru yang membuat PPnBM kendaraan. Tidak lagi ditentukan berdasarkan desain melainkan kadar emisi gas buang.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Harjanto membocorkan konsep baru PPnBM kendaraan. Hal ini diungkapkan dalam dalam presentasinya saat acara Forum Group Discussion yang digelar di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Agustus 2018.

Dalam materi presentasi itu dipahami PPnBM bukan hanya mengatur kendaraan konvensional. Namun juga juga kendaraan berteknologi alternatif listrik dan Fuel Cell.

Ditunjukan juga, konsep baru PPnBM itu menanungi program Low Cost Green Car (LCGC) yang berlanjut ke jilid dua, Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), serta Flexy dan CNG (Compressed Natural Gas). Harjanto menjelaskan, harmonisasi PPnBM sudah mencapai tahap final dan hanya tinggal menunggu pengesahan pada tingkat menteri.(dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts