Berita Sumber informasi

Apa itu Standar Emisi EURO?

EURO4, standar emisi gas buang yang harus dikejar oleh Indonesia

Jakarta –  Selama ini kita sering dengar kasak-kusuk orang ngomongin soal EURO atau standar emisi kaitannya dengan lingkungan sehat dan udaran bersih.

Tingginya tingkat pencemaran udara akibat industri, khususnya industri kendaraan bermotor, memaksa banyak negara menerapkan standarisasi emisi gas buang, bernama EURO.

Tapi pasti banyak yang belum tau apa itu EURO dan darimana istilah itu berasal.

Kata “EURO” dipakai karena memang negara-negara Eropa-lah yang pertama kali merintis standarisasi ini.

Amerika dan Jepang juga punya standar buangan gas karbon, tetapi apa yang dirumuskan di Eropa jauh lebih baik.

Diperkenalkan di Eropa pada tahun 1992, standar EURO punya misi utama mengurangi emisi gas buang pada kendaraan.

Sebab bila dibiarkan terus-menerus, diyakini kondisi lingkungan hidup di masa depan akan rusak parah.

Tingkat standar EURO terbaru yang sedang dikembangkan sudah mencapai level EURO6, bagaimana Indonesia?

Standar Emisi EURO2, Masih Layak di Indonesia?

Tabel Euro Standard Pada Kendaraan

Meski negara lain sudah menuju pada standarisasi EURO4 dan Euro5, bahkan di Eropa sedang dikembangkan regulasi masuk pada standar EURO6, tapi di Indonesia masih EURO 2.

Kita sudah jauh tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Australia, yang kini sudah menerapkan EURO 4.

Tantangannya adalah bagaimana pihak PT Pertamina (Persero) dan pemerintah menyediakan jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sesuai dengan teknologi mesin terkini.

Karena bila dilihat dari sisi industri otomotifnya sendiri, rata-rata merek yang ada di Indonesia sudah cukup mampu menciptakan kendaraan dengan teknologi mesin ramah lingkungan.

Kembali lagi, siapkah PT Pertamina (Persero) dan pemerintah menerima tantangan ini?

Atau sebaliknya, industri otomotif yang diharapkan untuk lebih dulu menjual kendaraan dengan teknologi mesin tercanggih dan paling ramah lingkungan?

Mending kita bicara mana yang duluan, ayam atau telur?

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts

/