Sumber informasi

Apa Sih Perbedaan Transmisi Otomatis dan Tiptronic?

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Ilustrasi mobil transmisi otomatis (Foto: my-otomoto)

Jakarta – Meski jenisnya sama, namun ada perbedaan antara transmisi otomatis dengan tiptronic.

Perbedaan ini bisa dibilang jadi ‘agama’ buat pengguna mobil otomatis karena kedua transmisi ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pasti dong! Namanya suatu benda pasti punya kelebihan dan kekurangan. Bahkan setiap insan saja punya kelebihan dan kekurangan.

Pengertian Transmisi Otomatis

Secara harfiah, transmisi otomatis ini punya makna sebagai perpindahan gigi yang terjadi secara otomatis. Nah, transmisi otomatis ini pun juga punya beberapa varian yang masih bisa dibahas.

Baca Juga:

perbedaan transmisi otomatis dan tiptronic

Transmisi Otomatis Konvensional Buatan ZF (Foto: Wikipedia)

Biasanya, cara kerja transmisi otomatis konvensional menggunakan torque converter yang bertugas mengubah tenaga mekanik dari mesin menjadi energi kinetik dan disalurkan ke penggerak.

Salah satu transmisi otomatis yang terkenal adalah CVT. Transmisi jenis ini mengandalkan perpindahan yang dihasilkan dari perubahan diameter sepasang puli. Biasanya komponen ini dikenal dengan nama “drive” dan “driven pulley”.

Kedua komponen ini mengikuti putaran mesin mobil. Lalu disambungkan dengan alat bernama belt atau sabuk baja. Transmisi jenis ini punya kelebihan lebih lembut tanpa hentakan.

Karena itu, CVT mampu menyesuaikan agar kerja mesin lebih ringan sehingga konsumsi bahan bakar mobil yang memakai transmisi jenis ini bisa lebih ditekan biar lebih irit.

Dual Clutch Transmission

Lalu ada juga Dual Clutch Transmission (DCT). Sesuai namanya, transmisi tipe DCT memakai dua buah kopling ganda yang dikendalikan komputer.

Gampangnya, sih, transmisi ini disebut transmisi manual yang diotomatiskan.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Sistem kerja DCT.

Kopling ganda yang ada di dalam DCT ini berfungsi sebagai gigi transmisi yang beda. Biasanya disebut sebagai gigi genap dan gigi ganjil biar gampang membedakannya.

Transmisi Tiptronic

Lalu ada juga transmisi tiptronic. Saya sebenarnya suka kesal juga kalau ada orang yang menyebut transmisi ini dengan sebutan “triptonic”. Jadi penyebutan yang benar adalah tiptronic, bukan triptonic.

Sayangnya penyebutan yang salah ini masih sering terjadi sampai sekarang.

Transmisi otomatis dengan fitur tiptronic ini sebenarnya punya arti sendiri. Transmisi ini punya penambahan program ke Transmission Control Unit (TCU) yang disertai penambahan sakelar.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Tujuan dari penambahan ini adalah agar transmisi bisa berpindah gigi secara manual. Biasanya di persneling terdapat tanda + (upshift) atau – (downshift) untuk menaik-turunkan gigi.

Buat sebagian mobil lain, ada juga yang bisa memakai paddle shift di balik setir. Fungsinya pun sama, untuk mengganti gigi transmisi tiptronic ini.

Biasanya, transmisi tiptronic ini punya girbok 4 percepatan atau lebih dan digunakan oleh mobil-mobil buatan Eropa.

Kendati demikian, bukan berarti mobil pabrikan Asia tidak ada yang menggunakan transmisi jenis ini.

Beberapa dekade terakhir cukup banyak juga pabrikan mobil Asia yang mulai memakai transmisi tiptronic.

Beberapa produsen otomotif menyebut transmisi ini dengan nama berbeda-beda. Ada yang menyebut manumatic, geartronic, sportronic, touchshift, dan lain sebagainya.

Kelebihan Transmisi Tiptronic

Mungkin banyak yang bertanya, apa sih kelebihan dari transmisi tiptronic ini?

Salah satu poin utama dari kelebihan transmisi tiptronic ini adalah akselerasinya yang lebih baik.

Pada saat dari diam hingga kecepatan tertentu, mobil dengan girbok tiptronic lebih baik sehingga memberikan rasa kesenangan berkendara yang lebih pula.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Transmisi CVT pada Outlander Sport. (Foto: MMKSI)

Kelebihan lain dari tiptronic ini adalah sudah terkomputerisasi dengan baik sehingga pengemudi bisa dengan mudah memakai mode manual saat hendak memindahkan gigi sesuai kebutuhan.

Kalau bosan dengan perpindahan gigi, tinggal masukkan mode Drive biasa. Mobil akan tinggal gas-rem layaknya mobil pada umumnya saja.

Membuat Transmisi Tiptronic Optimal

Sesuaikan Kebutuhan

Enaknya pakai transmisi tiptronic bisa digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya saat sedang melahap tanjakan atau turunan mobil bisa diturunkan giginya.

Walaupun transmisi jenis ini memakai model otomatis, tetapi masih juga merasakan mode manual. Sebaiknya gunakan saat dibutuhkan saja agar kerja transmisi lebih optimal.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Test drive Mitsubishi Xpander Cross melewati jalan berkelok dan naik turun. (Foto: Carmudi/Rizen)

Saat berkendara di jalan tol misalnya, bisa juga gunakan mode manual. Terutama saat ingin menyalip kendaraan yang torsi mesinnya dirasa kurang.

Biar saat menyalip tetap mantap, pindahkan persneling ke gigi yang lebih renda agar akselerasi bisa didapatkan dengan baik tanpa menginjak pedal gas dalam-dalam.

Kembalikan Saat Sudah Tidak Dipakai

Ketika sudah selesai menyalip, jangan lupa pindahkan lagi transmisi ke mode D atau mode normal.

Terakhir, terserah kepada si pemilik mobil.

Loh kok begitu?

Ya, karena untuk menggunakan sebuah mode yang ada di dalam mobil sebenarnya tidak memiliki ketentuan pasti.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Ilustrasi mobil di jalan rata dan normal. (Foto: Carmudi/Rizen)

Ya, suka-suka si pengemudinya saja mau memakai mode tersebut atau tidak karena ini hanyalah soal kesukaan berkendara saja.

Ingin ugal-ugalan, tinggal masukkan mode manual, mau jalan santai tinggal gas dan rem saja seperti layaknya mobil matik pada umumnya.

Baca Juga:

Sejarah Transmisi Tiptronic

Mungkin banyak yang belum tahu, bagaimana sejarah transmisi tiptronic.

Transmisi matik tiptronic sendiri pertama kali dirilis oleh Porsche pada 1989.

Porsche membuat gebrakan dengan menyematkan transmisi semi otomatis pertama untuk mobil produksi masal. Kala itu model yang memakai matik tiptronic adalah 911.

Sejak saat itu, transmisi matik tiptronic ini menjadi standar buat model-model Porsche lainnya.

Tapi untuk mengembangkan tiptronic ini Porsche pun tidak sendirian. Porsche mengajak Bosch dan ZF untuk menyempurnakan tiptronic.

perbedaan transmisi otomatis tiptronic

Mode yang ada di dekat transmisi. Foto: (autonocion)

Mereka bertiga pun kemudian bagi-bagi pekerjaan. Porsche membuat idenya, ZF membuat girboks, dan Bosch membuat elektrikal.

Transmisi tiptronik yang dikembangkan mereka bertiga ini sebenarnya diambil dari basis torque converter. Seiring berkembangnya zaman, pada tahun 1995 transmisi tiptronic diperbarui lagi dengan teknologi terbaru.

Transmisi ini disebut tiptronic S, yang memungkinkan pengemudi memindahkan gigi cuma lewat tombol di setir yang terinspirasi dari balapan Formula1.

Jika sudah membaca hal di atas, rasanya sudah lebih paham mengenai perbedaan transmisi otomatis dengan tiptronic. Semoga bermanfaat, ya!

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts

  1. Ahahaha. Akhirnya ada media yang senada dengan saya. Sama-sama mempertanyakan kenapa tiptronic jadi triptonic (sering kebaca trip tonic… jadi berasa tonic buat jalan-jalan). Jangankan orang awam. Media lain aja masih sering pakai sebutan triptonic.

Comments are closed.