Home » Berita » Mitsubishi Outlander PHEV, Mobil Listrik Pertama di ASEAN yang Raih Tingkat Keselamatan Terbaik

Mitsubishi Outlander PHEV, Mobil Listrik Pertama di ASEAN yang Raih Tingkat Keselamatan Terbaik

Mitsubishi Outlander PHEV meraih lima bintang dari ASEAN NCAP (Foto: ASEAN NCAP)

Jakarta – Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) baru saja meraih predikat lima bintang untuk tingkat keselamatan terbaik versi New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP). Mitsubishi Outlander PHEV berhasil memperoleh predikat tertinggi setelah menjalani berbagai uji tabrak yang dilakukan ASEAN NCAP. Keberhasilannya meraih nilai terbaik berkat sejumlah fitur keselamatan dan keamanan yang tertanam di Mitsubishi Outlander PHEV.

“Kami menggunakan teknologi yang canggih untuk keamanan dan keselamatan. Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Kami punya berbagai fitur keselamatan seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS) dan lainnya,” ujar Takashi Hiromatsu, Assistant General Manager Product Strategy Division Mitsubishi Motors Corporation, baru-baru ini di Jakarta.

Mitsubishi Outlander PHEV merupakan kendaraan berteknologi PHEV pertama yang diuji oleh ASEAN NCAP. Berdasarkan hasil pengujian, secara keseluruhan Mitsubishi Outlander PHEV memperoleh skor 87,61 poin. Dalam kategori Perlindungan Orang Dewasa (Adult Occupant Protection), model ini mencetak 45,45 poin, pada kategori Perlindungan Penghuni Anak (Child Occupant Protection) mencetak 21,33 poin dan 20,83 poin pada kategori Safety Assist Technologies.

“Ini adalah PHEV sekaligus kendaraan listrik pertama di negara ASEAN yang mendapatkan peringkat keselamatan terbaik,” sambung Takashi Hiromatsu.

Sementara itu Sekretaris Jenderal ASEAN NCAP, Khairil Anwar Abu Kassim mengatakan bahwa pihaknya sangat senang mendapat kesempatan melakukan uji tabrak terhadap mobil PHEV. Sama seperti kendaraan Mitsubishi lainnya, di mana Outlander PHEV ini menawarkan teknologi keselamatan canggih yang berfungsi untuk menghindari tabrakan dan mengurangi cedera parah pada penumpang saat terjadi kecelakaan.

“Namun yang paling penting, kali ini Mitsubishi juga berinisiatif untuk menambahkan fitur Blind Spot Technology (BST) sebagai penyesuai standar dalam model terbaru mereka. Ini menunjukkan pabrikan telah mulai mengikuti rekomendasi ASEAN NCAP untuk opsi yang lebih baik dalam melihat keselamatan pengendara. Oleh karena itu, mereka menginstal BST dalam model mereka dan kami senang bahwa Mitsubishi adalah salah satunya,” ungkap Khairil.

Fitur Keamanan dan Keselamatan Mitsubishi Outlander PHEV

Mitsubishi Outlander PHEV telah dilengkapi dengan fitur-fitur keselamatan dan keamanan yang mendukung dan memudahkan berbagai aktivitas penggunanya. Dari sekian banyak fitur keselamatan dan keamanan yang ditawarkan, beberapa di antaranya meliputi tombol EV Switch, tombol Charge & Save, Reinforced Impact Safety Evolution (RISE), Advanced Driver-Assistant System (ADAS), 7 SRS Airbags, ASC (Active Stability Control), FCM (Forward Collision Mitigation system) dan sebagainya.

Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV. (Foto: Carmudi)

Tidak hanya berhasil meraih predikat tingkat keselamatan terbaik saja, Mitsubishi Outlander PHEV juga memperoleh catatan capaian positif secara penjualan. Penjualan global Mitsubishi Outlander PHEV mencapai lebih dari 200 ribu. Kendaraan ini dinobatkan sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid vehicle secara berturut-turut (2015-2018).

Mitsubishi Outlander PHEV akan diluncurkan sekaligus dipamerkan untuk pertama kalinya ke publik di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang akan dihelat pada 18-28 Juli mendatang di ICE-BSD, Tangerang. Pada kesempatan sama, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI bakal menginformasikan harga jualnya. Sebagai gambaran MMKSI memberikan kisaran harga Outlander PHEV yaitu mulai dari Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar. (dms)

Indonesia Black Car Community (IBCC), lakukan penanaman pohon di waduk Cirata, Cianjur.
Previous post
Komunitas Mobil Hitam IBCC Upayakan Pelestarian Lingkungan
suspensi
Next post
Mengetahui Tanda Shockbreaker Mobil Bermasalah