Home » Berita » Asuransi Astra Prediksi Hanya Tumbuh ‘Satu Digit’ Hingga Akhir Tahun

Asuransi Astra Prediksi Hanya Tumbuh ‘Satu Digit’ Hingga Akhir Tahun

Asuransi Astra
Asuransi Astra dengan Garda Oto yang merupakan asuransi kendaraan terbaik menjadi pendatang baru di Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018 (Google)

Jakarta – Bicara asuransi kendaraan pasti pikiran langsung mengarah ke Garda Oto, sebuah brand asuransi kendaraan terbaik yang berada di bawah naungan Asuransi Astra. Kekuatan brand awareness yang ditanamkan sejak 62 tahun lalu oleh perusahaan ini memang cukup mengakar di masyarakat.

Jadi tak usah heran ketika riset Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018 menempatkan brand Asuransi Astra masuk dalam daftar merek paling bernilai di Indonesia.

Sebagai pendatang baru, Asuransi Astra langsung menduduki peringkat ke-41 jajaran merek paling bernilai dengan valuasi merek berkisar US$280 ribu mengalahkan CIMB Niaga dan BTN.

Di kuartal ketiga tahun ini, PT Asuransi Astra berhasil mencatat angka pertumbuhan premi sebesar tujuh persen. Bila melirik dari data keuangan perusahaan, premi bruto perusahaan mencapai Rp2,87 triliun, naik dibandingkan periode sama pada tahun lalu Rp 2,66 triliun.

“Perkiraan sampai akhir tahun, pertumbuhan premi bruto tidak akan jauh dari tujuh persen,” kata Rudy Chen, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Astra saat acara Media Gathering 2018 yang berlangsung di Ubud, Bali, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut Rudy Chen menjelaskan bahwa portofolio bisnis Asuransi Astra terbesar datang dari segmen asuransi ritel otomotif (Garda Oto), mencapai 50 persen. Kemudian baru menyusul asuransi komersial 35 persen dan kesehatan 15 persen.

Kendati demikian, menurutnya ada sedikit pergeseran dari segmen lainnya yang mengarah pada peningkatan premi dari segmen lainnya. “Kalau bicara lima atau tujuh tahun lalu, portofolio Asuransi Astra itu 70 persen-nya masih dari segmen otomotif,” ujar Rudy.

Tantangan Asuransi Astra Sebagai Produk Asuransi Kendaraan Terbaik

Asuransi Astra

Rudy Chen, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Astra (Google)Segmen otomotif yang selama ini menjadi andalan perusahaan diakui Rudy Chen mengalami tekanan akibat laju industri otomotif nasional yang saat ini sedang terhambat. Ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi PT Asuransi Astra.

Kecenderungan akan turunnya premi dari segmen otomotif membuat perusahaan berusaha realistis dengan pertumbuhan akhir tahun yang disebut Rudy masih berkisar di satu digit.

“Pertumbuhan otomotif sampai saat ini masih melambat, jadi saya rasa dengan pertumbuhan premi sebesar tujuh persen itu masih bagus. Tapi di luar itu (otomotif), segmen asuransi komersial masih cukup bagus karena adanya pemulihan harga komoditas,” ungkapnya.

Untuk mengimbanginya, perusahaan berusaha meningkatkan portfolio di segmen ritel lainnya seperti asuransi perjalanan, kecelakaan diri, rumah serta pendidikan.

Selain itu, perlu juga adanya terobosan dalam menghadirkan produk-produk asuransi yang menarik, seperti yang baru-baru ini diperkenalkan oleh perusahaan, HappyOne.id, satu akun asuransi untuk berbagai jenis perlindungan.

Dengan kemudahan akses lewat pelayanan berbasis digital, Rudy Chen tetap optimis membawa PT Asuransi Astra untuk tetap bertahan menjadi perusahaan asuransi terbesar di Tanah Air. Sekaligus membawa Garda Oto menjadi asuransi kendaraan terbaik pilihan masyarakat.

“Dengan akses yang mudah dijangkau konsumen, ditambah 27 cabang di seluruh Indonesia dan 22 Garda Center di mall kota-kota besar, kami sangat memudahkan konsumen menjangkau kita. Intinya kami akan terus membuat produk-produk asuransi yang menarik serta melakukan berbagai improve di semua lini, sehingga masyarakat akan semakin tertarik dan makin menyadari akan pentingnya berasuransi,” pungkasnya.

adira finance dukung pengusaha ukm
Previous post
HUT ke-28, Adira Finance Dukung Pengusaha UKM dan Pariwisata Lokal
kelebihan wuling formo
Next post
Ini 8 Kelebihan Wuling Formo Dibanding Para Rival