Home » Berita » Auto2000 Pastikan Siap Tangani Konsumen Pemilik Toyota Supra

Auto2000 Pastikan Siap Tangani Konsumen Pemilik Toyota Supra

Jakarta – Toyota Supra dipastikan akan meluncur di ajang GIIAS 2019 yang akan berlangsung besok, Kamis (18/7/2019). Melihat hal tersebut, Auto2000 sebagai salah satu diler terbesar Toyota pun mengaku siap untuk menangani konsumen pemilik Supra nantinya. Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000 menjelaskan hal tersebut.

Dalam grand opening diler flagship di Menara Astra, Selasa (16/7), ia mengatakan siap menangani Supra.

“Semua jenis Toyota yang dijual oleh Toyota Astra Motor semua kita bisa jual. Apakah Supra akan show di sini ketika TAM sudah merilis pasti juga akan ada di sini. Semua produk yang akan dijual oleh TAM, harus dikonfirmasi jika Auto2000 siap,” buka Martogi.

Toyota Supra sendiri dijadwalkan akan launching di hari pertama GIIAS 2019. Biyouzmal, Operation Manager DKI 1 Auto2000 menambahkan jika Supra memiliki pasar yang kecil.

“Konsumen kita itu enggak terlalu banyak yang menyukai mobil roadster atau dua pintu. Kita lebih banyak di MPV dan SUV karena kedua itu memang fokus utama kami dalam menjual mobil Toyota,” tambahnya.

Menanggapi soal aftersales dari Toyota Supra, Biyouzmal mengaku jika Auto2000 tidak fokus kepada Supra.

“Kami tidak fokus kepada Supra, mau disiapkan pun unitnya juga sedikit. Kami lebih fokus melayani kendaraan yang kita jual dan melayani konsumen kita. Terutama konsumen yang menjadi prioritas kami,” terang Biyouzmal. Ia menambahkan jika untuk fasilitasnya sendiri, Auto2000sudah siap menangani mobil yang dijual oleh TAM.

Penjualan Auto2000 Menurun

Ivan Petrus Sadiq, Chief Operation Auto2000 mengaku jika penjualan di sepanjang tahun ini mengalami penurunan.

“Kemarin kan ada bulan politik, dan memang tahun politik. Karena daya belinya kan juga berkurang. Orang juga hati-hati untuk beli. Kalau kita ini sebenarnya cukup bagus dibanding diler lain, dan Toyota-nya juga cukup bagus. Di dalam situasi ini kita anggap cukup bagus. Memang ada penurunan, tetapi tidak terlalu mengganggu,” ujar Ivan di sela grand opening diler Menara Astra.

Penjualan LCGC dianggap masih tertolong berkat penjualan fleet. Sedangkan retail, ia mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun sayangnya ia enggan membeberkan lebih lanjut mengenai angkanya.

“Sepanjang tahun ini masih Avanza. Pokoknya produk kolaborasi ini masih paling bagus. Ditanya terganggu atau tidak, kita mengaku tidak terganggu,” tandasnya.

Seperti diketahui, beberapa produsen otomotif mengaku mengalami penurunan penjualan di sepanjang tahun 2019. Hal tersebut disebabkan oleh tahun politik. Faktor tersebut dianggap menjadi salah satu pengaruh penurunan penjualan. Karena banyak masyarakat menahan diri untuk membeli kendaraan. (dms)

Previous post
Auto2000 Sudirman Membuka Showroom Baru Bernuansa Lokal
Test drive Nissan Livina di Banda Aceh
Next post
Seribu Jalan Menuju Roma, Menuju GIIAS Juga Punya Banyak Rute