Home » Berita » Bagian Mobil yang Perlu Dicek Setelah Terjebak Macet

Bagian Mobil yang Perlu Dicek Setelah Terjebak Macet

Ilustrasi jalan macet (Foto: Expatmedia)

Jakarta – Saat mudik sudah pasti mengalami kemacetan, ini yang membuat pengemudi lelah. Begitu juga mesin pada mobil yang digunakan pasti akan mengalami “kelelahan” juga.

Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat macet salah satunya yaitu bahan bakar minyak (BBM) cepat habis. Biasanya, untuk mengakali supaya BBM tidak cepat habis banyak pengemudi yang mematikan mesin mobil.

Setelah itu kemudian dinyalakan lagi ketika kendaraan di depannya mulai bergerak. Setelah berhasil melalui kemacetan panjang, ada baiknya pemudik menepi atau mampir ke rest area, untuk melakukan pemeriksaan pada mobil.

(Baca juga: Cuma Punya Mesin 1.000 Cc, Begini Cara Supaya Mobil LCGC Kuat Nanjak )

General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), Dadi Hendriadi menyarankan kepada pemudik. Agar melakukan pemeriksaan terhadap beberapa bagian mobil terutama yang membutuhkan cairan.

Ilustrasi cairan oli mesin (Foto: Carfrom Japan)

“Misalnya oli, itu bisa jauh berkurang saat kondisi macet ketimbang jalan terus karena temperatur mesin naik jadi oli bisa menguap,” kata Dadi.

Disamping oli, diriya juga menyarankan supaya pemilik mobil memeriksa volume air aki. Air aki bisa menguap karena salah satu faktornya suhu di kap mesin sangat panas. Oleh karena itu pastikan air didalamnya tidak berkurang dan kering.

“Akibatnya kondisi baterai cepat sekali drop karena mobil enggak jalan tapi panas. Paling tidak periksa air akinya karena telah terjadi penguapan,” terang Dadi.

Selain oli dan air aki, cairan lainnya yang wajib diperiksa adalah air radiator, minyak rem, oli power steering, dan air wiper.

(Baca juga: Cegah Kerusakan dengan Perhatikan Cairan Mobil)

Mesin Mobil Overheat

Terjebak macet selama berjam-jam juga bisa membuat mesin mobil panas dan rentan sekali mengalami overheat. Supaya terhindar dari masalah tersebut, sebaiknya mobil diistirahatkan terlebih dahulu. Hal itu juga berlaku bagi mobil yang sudah menempuh perjalanan jauh sekira 3 sampai 5 jam.

Bila mengalami engine overheat, lebih baik segera hubungi layanan darurat yang disediakan pihak asuransi

Untuk membuat mesin tidak panas lagi, yang harus dilakukan pemilik kendaraan tidak hanya membiarkan mobil dalam keadaan mesin mati tapi juga membuka kap mesin, tujuannya untuk mempercepat proses pendinginan. Setelah dingin tidak ada salahnya periksa air radiator. Pastikan posisi air ada di batas maksimal, jika tidak maka harus ditambah.(dol)

(Baca juga: Jangan Remehkan Hal Sepele Ini, Karena Bisa Bikin Mesin Kendaraan Overheat)

Diskon MPV
Previous post
Daihatsu Xenia Tidak Ikutan Tren MPV Bergaya SUV?
Dimas
Next post
Dimas Ekky Pebalap Astra Honda Berlaga di GP Moto2