Home » Berita » Mobil Diesel Menggunakan Bahan Bakar B30 Lebih Hemat atau Boros?

Mobil Diesel Menggunakan Bahan Bakar B30 Lebih Hemat atau Boros?

Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar melepas mengisi bahan bakar solar B30 ke mobil (Foto: Tim Komunikasi ESDM)

Jakarta – Sosialiasi pelaksanaan Road Test B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) terus berlanjut. Pada kesempatan ini Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelarnya di Kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Dadan Kusdiana, Kepala Balitbang ESDM menyampaikan bahwa hasil dari uji coba penggunaan B30 di mobil diesel berjalan sukses. Diuji berdasarkan parameter performa mesin kendaraan, oli, serta emisi gas buang, bahan bakar B30 dinyatakan lolos dan aman digunakan pada mobil diesel.

“Pada road test ini B30 dibandingkan dengan B20, bukan B0. Hasilnya dari sisi konsumsi bahan bakar, secara rata-rata tergantung dari jenis kendaraan, plus minus 0,87% lebih tinggi konsumsinya. Bukan berarti lebih boros, karena di sisi yang lain dayanya itu lebih tinggi, performance-nya juga lebih bagus. Untuk emisi, semuanya lebih bagus, kecuali untuk nitrogen oksida (NOx), tergantung dari jenis kendaraan. Secara umum bagus”, jelas Dadan, dalam keterangan resminya, Kamis (19/9/2019) kemarin.

Untuk penggunaan oli, lanjut Dadan, juga tidak ada masalah. Terlebih semua kendaraan dalam road test ini melewati batasan minimum dari yang disarankan oleh APM (Agen Pemegang Merek).

“Dari filter bahan bakar juga demikian, filter kan harus diganti setiap sekian kilometer, ini juga lulus”, ungkapnya.

Penggunaan Bahan Bakar B30 Berjalan Januari 2020

DFSK Super Cab mengikuti uji coba bahan bakar solar B30 (Foto: DFSK)

Hasil uji coba B30 ini sudah disampaikan kepada Menteri ESDM dan Presiden. Melihat hasil yang sangat baik, maka bahan bakar B30 siap untuk direalisasikan pada Januari 2020 sesuai dengan amanat dari Presiden Joko Widodo.

“Jadi kembali saya sampaikan, tidak hanya dari aspek kendaraan, tetapi dari sisi maintenance, B30 sudah lolos. Insyaallah akan start full nasional per 1 Januari 2020”, pungkas Dadan.

Pelaksanaan Road Test B30 ini dilakukan pada dua jenis kendaraan yaitu kendaraan penumpang dengan berat kotor kurang dari 3,5 ton dan kendaraan truk dengan berat kotor lebih dari 3,5 ton.

Adapun pelaksanaan road test B30 dimulai sejak 20 Mei 2019 dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dampak penggunaan B30 pada kinerja kendaraan maupun biaya operasi dan pemeliharaan. Road test dilaksanakan oleh Badan Litbang ESDM dan BPPT dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, BPDPKS, Pertamina, Aprobi dan Gaikindo.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Bahan Bakar B30 Tak Ada Masalah pada Mesin Diesel

mobil berpenggerak roda belakang
Previous post
Generasi Penerus Toyota 86 dan Subaru BRZ Segera Diperkenalkan, Kapan?
Next post
Jangan Sedih, Ini Alasan BMW Tidak akan Hadirkan Generasi Penerus i3