HomeBeritaBegini Cara Kemenhub Hindari Mobil Listrik Meledak Seperti di China

Begini Cara Kemenhub Hindari Mobil Listrik Meledak Seperti di China

Mobil Listrik BYD (Foto: Thehindu)

Jakarta – Tak cuma kendaraan bermesin konvensional saja, mobil listrik juga rentan meledak dan terbakar. Seperti yang belum lama ini terjadi di China, di mana ada sebuah mobil yang disinyalir merek BYD meledak ketika sedang dicas.

Nah, untuk menghindari kejadian serupa di Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan beberapa cara. Termasuk di antaranya menyiapkan serangkaian uji tipe kendaraan bermotor listrik sebelum dipasarkan ke konsumen.

Sebagai turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLB), Kemenhub menerbitkan peraturan baru.

Isinya tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Listrik.

Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2020.

“Dengan Perpres Nomor 55, Kemenhub mendapat amanat dari Perpres tersebut yaitu menyiapkan regulasi terkait dengan pengujian tipe kendaraan bermotor listrik. Kami sudah hadirkan regulasi pengujian tersebut di awal tahun 2020,” ungkap Kepala Seksi Sertifikasi Kemenhub, Jabo Nur Utip saat acara webinar bersama Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Selasa (8/9/2020).

Jabo menambahkan, Peraturan Menteri (Permen) itu merupakan pembaruan dari peraturan Nomor 33 Tahun 2018 yang berisi mengenai pengujian tipe kendaraan bermotor.

Dalam Permen terbaru tertulis ada beberapa perangkat atau fitur tambahan yang harus menjalani pengujian terkait dengan kendaraan listrik.

“Nah, untuk Permen Hub Nomor 44 ini kami megadopsi dari United Nation (UN) Regulation nomor 100 untuk kendaraan roda empat dan lebih. Sedangkan kalau roda dua kami mengadopsi UN Regulation 136,” terang Jabo.

Dari regulasi tersebut apa-apa saja tambahan perangkat atau fitur yang diuji.

Berikut pemaparan singkatnya yang disampaikan langsung oleh Jabo.

Baterai

Khusus baterai akan diuji oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemenhub tidak melakukan pengujian baterai kendaraan listrik, hanya saja pihaknya mensyaratkan bagi kendaraan listrik yang ingin uji tipe harus menyerahkan laporan hasil pengujian baterai.

“Laporan pengujian dari Kemenperin baik dari negara asal pembuat baterai maupun hasil laboratorium lain di luar balai pengujian yang dimiliki Kemenhub. Baterai ini sangat penting terkait dengan keamanan,” jelas Jabo.

Beberapa hari lalu ada mobil lsitrik di China meledak pada saat dicas. Nah mungkin ada permasalah pada baterai atau pada saat pengisian. Ini yang kami hindari melalui pengujian baterai,” imbuhnya.

Alat Pengisi Daya Baterai

Selain komponen baterai, Kemenhub juga melakukan pengujian atau pemeriksaan terkait alat pengisian ulang daya baterai untuk kendaraan listrik.

Ini terkait pada indikator baterainya, pada saat baterai terisi penuh seharusnya alat cas-nya itu sudah tidak bekerja lagi. Tujuannya untuk menghindari terjadinya ledakan.

Pengecasan mobil listrik Nissan Leaf. (Foto: Carmudi).

Sengatan Listrik

Terkait dengan keamanan dan keselamatan bagi pemilik mobil listrik. Kemenhub akan melakukan pengujian perlindungan terhadap sentuh listrik.

Ini untuk memastikan pengendara maupun penumpang tidak merasakan adanya sengatan listrik.

“Dalam pengujian ini memang memastikan bahwa tidak ada sengatan listrik atau kebocoran-kebocoran yang menyebabkan orang yang berada di kendaraan mengalami sengatan listrik,” sambung Jabo.

Keselamatan Fungsional

Jabo menjelaskan pada saat pengujian ada beberapa item keselamatan fungsional yang dicek. Pemeriksaan dilakukan secara visual, kemudian dicek berfungsi atau tidak.

Dalam pengujian, nantinya akan dipastikan apakah kendaraan memiliki indikator berupa sinyal optik, sinyal audio, atau sinyal lainnya sebagai tanda kendaraan dalam kondisi aktif saat pengemudi meninggalkan kendaraan.

Selain itu kendaraan harus dilengkapi dengan alat informasi bagi pengemudi saat kondisi kendaraan siap dikendarai.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas 

Baca Juga:

Detik-detik Mobil Listrik Meledak Saat Sedang Dicas

All New Honda Brio Satya - Eksterior (Carmudi/Fransiscus Rosano)
Previous post
Penjualan Honda Brio Melejit pada Agustus 2020, Odyssey dan Civic Turun
Next post
Tak Lolos Standar Emisi, Suzuki Jimny Jadi Kendaraan Komersial