Home » Sumber informasi » Begini Posisi Duduk Berkendara Pribadi Saat PSBB

Begini Posisi Duduk Berkendara Pribadi Saat PSBB

Pihak kepolisian mengadakan checkpoint pemeriksaan PSBB di Depok, Jawa Barat, photo: infodepok
Pihak kepolisian mengadakan checkpoint pemeriksaan PSBB di Depok, Jawa Barat, photo: infodepok

Jakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini telah diberlakukan di Jakarta dan sekitarnya guna menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Dalam aturan PSBB, pergerakan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi diatur sepenuhnya. Bahkan hal tersebut juga berlaku pada kendaraan pribadi. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana posisi duduk di kendaraan pribadi pada saat PSBB diberlakukan.

PSBB ini mengatur kendaraan untuk tidak mengangkut penumpang lebih dari 50% kapasitasnya. Sepeda motor dan mobil pribadi menjadi fokus utama dalam aturan PSBB. Wilayah-wilayah tersebut nantinya akan diberikan beberapa checkpoint pada beberapa ruas jalan.

Checkpoint tersebut akan diisi oleh para petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Direktorat Lalu Lintas Polri (Dirlantas Polri). Pihak Kepolisian akan melihat kondisi di dalam setiap kendaraan yang melintasi daerah checkpoint tersebut. Jika kedapatan melanggar, akan ada sangsi berupa teguran yang dilanjut dengan tilang di pelanggaran kedua.

Posisi Duduk Saat PSBB Berlangsung

Lantas, bagaimana posisi duduk yang benar pada saat PSBB menggunakan kendaraan pribadi?

Sepeda motor hanya diizinkan digunakan satu orang saja. Jika harus berboncengan, kedua orang tersebut diharuskan memiliki alamat KTP yang sama. Selain itu, pengendara maupun dua orang yang menggunakan sepeda motor wajib memakai masker.

Jika kedapatan melanggar aturan tersebut, maka sepeda motor tersebut tidak akan diperbolehkan melintas. Sedangkan untuk mobil pribadi, susunan posisi duduk juga berlaku 50% dari kapasitas yang ada. Misalnya mobil sedan, hanya boleh diisi maksimal 3 orang penumpang termasuk supir. Di bagian depan, pengemudi harus sendiri tidak didampingi oleh penumpang di sampingnya.

Posisi duduk di kendaraan pribadi saat PSBB berlangsung, photo: Dishub
Posisi duduk di kendaraan pribadi saat PSBB berlangsung. (Foto: Dishub)

Di belakang maksimal hanya boleh diisi oleh 2 orang saja. Seluruh penumpang mobil tersebut juga diwajibkan untuk memakai masker. Jika tak diindahkan, sangsi teguran dan kendaraan akan dipersilakan putar balik lantaran tak diperbolehkan melintas. Mobil 7 penumpang maksimal boleh diisi 4 orang saja.

Dengan susunan 1 pengemudi, baris kedua 2 penumpang dan baris ketiga 1 penumpang. Seluruh pengguna mobil juga diwajibkan untuk memakai masker. Hingga saat ini pihak Kepolisian terus menggalakkan checkpoint di beberapa ruas jalan untuk menjalankan aturan berskala besar ini. Bagi Carmudian yang hendak keluar memakai kendaraan pribadi, wajib menggunakan masker atau tidak diperbolehkan melintas.

Denda Rp100 Juta Bagi Pelanggar

Kepolisian nantinya akan memberikan sangsi kepada para pelanggar aturan tersebut. Termasuk ancaman denda hingga Rp100 juta atau kurungan selama beberapa waktu yang ditentukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan PSBB ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020.

Dalam Pergub juga akan memberikan pembatasan pada jumlah penumpang kendaraan umum. Sehingga baik pengguna kendaraan pribadi maupun kendaraan umum berbagai moda transportasi akan diatur seluruhnya.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Pelanggar PSBB Siap-siap Diberi Teguran dan Tilang dari Polisi

TAM
Previous post
Permintaan Mobil Baru Alami Penurunan di Tengah Pandemi Corona
Next post
Polisi Bolehkan Pemotor Berboncengan Selama PSBB Jakarta dan Sekitarnya