HomeBeritaBelajar dari Kasus Banjir di Jepang, Baterai Mobil Listrik Harus Tahan Air

Belajar dari Kasus Banjir di Jepang, Baterai Mobil Listrik Harus Tahan Air

Naterai Mobil Listrik
Baterai mobil listrik DFSK Glory E3. (Foto: Carmudi/Bajo)

Jakarta – Masih banyak yang bertanya apakah baterai mobil listrik aman ketika melewati genangan air atau banjir?

Sebenarnya pabrikan mobil sudah memikirkan terkait hal tersebut. Sehingga baterai yang ada di mobil listrik kini sudah dibekali dengan pelindung yang tahan air.

Jadi aman ketika mobil listrik melewati genangan air atau banjir, meski tidak disarankan untuk dilalui.

Kendati demikian, Hari Setiapraja, Kepala Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengemukakan perlu adanya aturan sekaligus standar khusus guna memastikan mobil listrik berteknologi hybrid dan listrik murni benar-benar aman melintas di jalan berair.

“Pernah kejadian di Jepang sekira akhir 2018, di mana Kementerian Transportasi sampai mengeluarkan suatu warning, karena memang tidak siap dengan adanya banjir yang mengendap pada daerah yang biasanya tidak terjadi banjir. Nah, ini sangat berpengaruh terhadap kendaraan dengan teknologi hybrid maupun listrik murni terhadap keamanan manusia di sekitar dan ini yang harus kita pahami,” ungkap Hari, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Forwot dan Forwin, Kamis (26/11/2020).

Hari menambahkan, sebelum mobil dipasarkan biasanya dilakukan pengujian terlebih dahulu melewati jalanan yang ada airnya.

“Tapi itu tidak permanen, jadi perlu ada standar khusus mengenai ketinggian air atau dalam kondisi banjir. Sehingga di Indonesia mungkin standar untuk isolasi terhadap air itu harus lebih ketat lagi,” sambung dia.

Dari Sisi Pengguna

Selain dari sisi pabrikan, pengguna mobil hybrid maupun listrik juga perlu memahami situasi di jalan. Ada baiknya selalu manfaatkan aplikasi penunjuk arah jalan supaya tidak terjebak macet panjang dan banjir.

Baterai mobil listrik
Pengecasan mobil listrik Nissan Leaf (Foto: Carmudi)

“Yang paling penting ketika ingin memakai kendaraan listrik kita harus memiliki sistem navigasi yang akurat. Sekarang sudah ada Google Maps atau aplikasi sejenis. Ini bagian penting daripada operasi saat menggunakan kendaraan listrik. Sebab sekalinya kita kejebak di kemacetan dan adanya ketidakpastian dari charging station, ini sangat bahaya sekali,” papar Hari.

Gaya Mengemudi

Serupa mobil konvensional, mengemudikan kendaraan listrik dengan gaya berkendara agresif dapat menguras energi baterai. Apalagi sekarang ini stasiun pengisian baterai (charging) kendaraan listrik masih cukup sulit untuk ditemukan.

“Ketika kita mengemudikan kendaraan listrik secara agresif maka akan memakan power yang besar dibandingkan kita mengemudikan mobil secara konstan. Hasil pengujian kami efisiensi kendaraan listrik ketika akselerasi dikemudikan secara konstan perbedan konsumsi energinya lumayan hemat,” pungkas Hari.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga: 7 Faktor yang Menjadi Tantangan Implementasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Previous post
Daftar Servis di AHASS Ternyata Ada Banyak Caranya
Honda airbag
Next post
Cacat Produksi Airbag, Honda Accord dan CR-V Kena Recall