Home » Berita » Beli Mobil Bekas Jelang Lebaran, Waspada Unit Barang Bukti Korupsi

Beli Mobil Bekas Jelang Lebaran, Waspada Unit Barang Bukti Korupsi

beli mobil bekas
Mobil bekas Nissan (Foto: Carmudi)

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Jelang lebaran penjualan mobil selalu mengalami peningkatan yang cukup siginifikan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Faktor utama yang menyebabkan penjualan meningkat adalah banyaknya orang yang ingin mengganti atau membeli mobil baru, sebagian diantaranya memiliki rencana menggunakan mobil baru sebagai kendaraan mudik lebaran.

Tidak hanya pasar mobil baru saja yang diserbu pembeli, showroom penjual mobil bekas pun demikian. Namun sebelum memutuskan untuk beli mobil bekas, perlu disadari terlebih dahulu bahwa penampilan mobil bekas tidak seperti mobil yang keluar dari pabrikan. Jadi, jangan terlalu berharap terhadap mulus atau tidaknya bodi dan interior mobil.

Selain itu menurut Adji Yuwana Pratama, Marketing Section Head mobil88, sebelum beli mobil bekas ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembeli supaya kedepannya tidak merasa kecewa.

“Beli mobil bekas sesuai kebutuhan, jangan dipaksa kalau misalkan kebutuhannya untuk beli mobil keluarga, ya beli MPV. Jadi kita pun sebagai dealer mobil bekas tidak mau menjerumuskan konsumen,” kata Adji.

Adji juga mengingatkan jangan mudah tergiur dengan harga yang murah. Pembeli juga harus mengecek terlebih dahulu surat-surat dari mobil yang hendak dibeli.

“Lihat lokasi belinya dimana dan siapa penjualnya. Yang pasti kondisi mobilnya bagus dan dokumen-dokumennya terjamin. Apalagi banyak kasus korupsi. Dikhawatirkan untuk membuang barang bukti, mobil dijual. Apalagi jelang pemilu, banyak uang panas keluar,” papar Adji.

Jual Beli Mobil Bekas, Hati-hati Jadi Korban Penipuan dan Perampokan

Seiring bertumbuhnya laju penjualan mobil membuat penjual mobil bekas merasakan dampaknya. Maka tak heran bila akhir-akhir ini penjual mobil bekas makin menjamur.

Tidak semua penjual mobil bekas memasarkan produknya dengan jujur. Terkadang banyak juga yang memanfaatkan situasi sehingga penjual tidak segan-segan menipu calon pembelinya.

Adji menyarankan setiap konsumen supaya membeli mobil bekas di tempat yang sudah terpercaya atau hasil rekomendasi dari saudara dan teman dekat.

Bila konsumen memutuskan membeli mobil bekas langsung kepada pemilik mobil, lebih baik cari penjual yang sudah dikenal. Jangan paksakan diri membeli mobil bekas dari orang yang baru kenal atau tidak pernah bertemu sama sekali sebelumnya.

“Kalau enggak kenal lebih baik jangan memaksakan diri untuk membeli. Karena bisa jadi, hari ini beli ke si A yang rumahnya di daerah Penjompomgan, ternyata beberapa bulan kedepan si penjual sudah pindah rumah. Itu sangat bahaya sekali. Sulit nantinya jika pembeli ingin melayangkan komplain,” terang Adji.

Adji menambahkan, jelang lebaran modus penipuan sangat beragam. Biasanya tidak menyerang pembeli mobil bekas saja, tetapi juga yang hendak menjual mobil pribadinya.

“Biasanya kasusnya itu orang pura-pura mau lihat mobil yang dijual, sehingga datang ke rumah. Eh enggak tahunya melakukan perampokan dengan mengasak barang di rumah. Jadi harus waspada jelang lebaran,” tambahnya.

Jual beli mobil bekas online melalui iklan atau media cetak juga patut diwaspadai. Sebab, tidak sedikit oknum penipu menggunakan foto mobil yang diambilnya dari pedagang mobil bekas.

“Tahun lalu stok foto kita banyak yang dipakai. Ada beberapa konsumen menelepon ke kami apakah benar harus transfer ke rekening yang telah ditentukan. Itu tidak hanya terjadi di Mobil88. Kejadian serupa juga terjadi di showroom mobil bekas lain,” pungkas Adji. (dna)

Previous post
Absen Lebih Empat Dekade, MV Agusta Kembali Berlaga di Moto2 Musim Depan
Honda freed Modulo
Next post
Honda Freed Masih Banyak Peminatnya, Tapi HPM "Ogah" Keluarkan yang Baru