Berita Mobil Tips dan Trik

Beli Mobil Bekas Tak Hanya Bodi dan Mesin, Pastikan Surat-suratnya Aman

Jakarta – Membeli mobil bekas (mobkas) jika tidak teliti kemungkinan Anda akan terjebak dan menderita kerugian. Bila Anda masih awam dengan hal ini sudah pasti akan kesulitan ketika membeli mobil bekas.

Tak dipungkiri membeli mobkas mengandung banyak resiko. Tanpa didasari dengan pengetahuan tentang mobil, sebaiknya didampingi orang yang lebih paham soal mobkas. Sehingga bisa memberikan masukan tentang kendaraan pilihan Anda.

Pengetahuan tentang mobil diantaranya masalah mesin, harga hingga kelengkapan dokumen atau surat-surat.

Berbicara masalah surat-surat atau dokumen kendaraan, ini adalah masalah yang paling penting. Bila tidak diperhatikan bisa-bisa Anda akan berurusan dengan pihak yang berwajib bahkan penjara.

Saat ini banyak kita jumpai showroom-showroom yang menawarkan mobil bekas. Bahkan sudah banyak berdiri bursa mobil bekas yang dikelola lebih modern.

Dari kendaraan tahun tua hingga kendaraan yang baru dipakai beberapa bulan dapat anda jumpai pada tempat tempat perdagangan mobil bekas.

Pilih Mobil Bekas Teliti Kelengkapan dan History Surat-Suratnya

Memilih mobil bekas dapat dibilang gampang gampang susah, sebab memerlukan ketelitian saat memeriksa mesin maupun bodi mobil.

Biasanya bagi sebagian orang, membeli mobil bekas hanya terfokus pada bagian bodi dan mesin mobil. Padahal banyak sekali faktor yang penting dan Anda harus teliti sebelum membeli mobkas, diantaranya adalah dokumen.

Keabsahan Dokumen
Dokumen standart yang melekat di mobil yaitu STNK dan BPKB. Tidak banyak yang tahu bahwa banyak sekali kasus kriminalitas yang terkait dokumen mobil.

Contohnya STNK dan BPKB Palsu, STNK dan BPKB duplikat. Sebagai contoh sampai awal Febuari 2017 saja Polres Solo sudah menyita 25 kendaraan dengan STNK palsu.

Perhatikan History kendaraan terkait kasus hukum  
Sebelum membeli mobil, sebaiknya Anda perlu mengetahui history kendaraan. Histori yang dimaksud bukan history apakah mobil pernah tabrakan, pernah terendam banjir dan sebagainya.

Melainkan history mobil apakah terkait sengketa, kasus kriminalitas dan perbuatan melanggar hukum.

Namun untuk dapat memeriksan history kendaraan terkait kasus hukum bukanlah hal yang mudah. Karena perlu punya akses khusus dan usaha yang lebih untuk mengetahuinya.

Anda harus mengecek ke berbagai institusi seperti kepolisian , kejaksaan dan lembaga terkait lainnya. Anda juga perlu ingat bahwa ada kasus-kasus yang sifatnya berlaku surut (akan terkuak beberapa tahun kemudian).

Pada saat Anda melakukan pengecekan saat ini mungkin mobil tersebut bebas dari kasus hukum.
Namun kita tidak tahu beberapa tahun kemudian ternyata kasus kriminalitas terkait mobil akibat pemilik sebelumnya baru terkuak.

Contoh konkritnya adalah banyak sekali mobil-mobil eks koruptor yang disita dari pemilik berikutnya. Bisa Anda bayangkan  jika suatu waktu KPK datang ke rumah Anda untuk menyita kendaraaan Anda.

Terkait kedua hal di atas tentu Anda harus berhati-hati sekarang dalam membeli mobkas. Beli mobil bekas di showroom yang dapat memberikan garansi dan dapat memberikan perlindungan hukum bagi diri Anda seperti mobil88 Astra.

Jika Anda tetap mengutamakan membeli kendaraan dengan pertimbangan harga murah namun tidak terjamin, maka Anda harus siap menerima resiko. Jika dikemudian hari mobil dan dokumen mobil Anda bermasalah dari segi hukum dan terancam dikenakan pasal berikut ini:

Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
(2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.
 
Selanjutnya, di dalam Pasal 264 KUHP ditegaskan bahwa:

(1) Pemalsuan surat diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun, jika dilakukan terhadap:
1.    akta-akta otentik;
2.    surat hutang atau sertifikat hutang dari sesuatu negara atau bagiannya ataupun dari suatu lembaga umum;
3.    surat sero atau hutang atau sertifikat sero atau hutang dari suatu perkumpulan, yayasan, perseroan atau maskapai:
4.    talon, tanda bukti dividen atau bunga dari salah satu surat yang diterangkan dalam 2 dan 3, atau tanda bukti yang dikeluarkan sebagai pengganti surat-surat itu;
5.    surat kredit atau surat dagang yang diperuntukkan untuk diedarkan;
(2) Diancam dengan pidana yang sama barang siapa dengan sengaja memakai surat tersebut dalam ayat pertama, yang isinya tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsu, jika pemalsuan surat itu dapat menimbulkan kerugian.

Cara membeli mobil bekas tentu berbeda dengan membeli mobil baru. Namun menggunakan mobil bekaspun tetap seperti mengendarai kendaraan baru jika anda mengerti cara memilih kendaraan. (Adv)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts