Home » Mobil » Berburu Toyota Alphard Bekas Taksi, Seberapa Menarik Dimiliki?

Berburu Toyota Alphard Bekas Taksi, Seberapa Menarik Dimiliki?

Toyota Alphard Bekas Taksi Kini Sudah Banyak Dijual Bebas (foto: Blue Bird)

Jakarta – Nama Toyota Alphard sejak awal millennium ketiga terkenal sebagai mobilnya kalangan atas di Indonesia. MPV boxy keluaran Toyota ini digunakan oleh kalangan pejabat, selebriti atau artis, dan kalangan pengusaha hingga taksi premium. Bagi yang ingin merasakan kemewahan Toyota Alphard dengan duit terbatas, mungkin bisa membidik bekas taksi yang kini banyak dijual.

Alphard sudah digunakan sebagai armada taksi oleh perusahaan Blue Bird sejak 2008. Kiprah Alphard sebagai taksi premium juga ikut dioperasikan oleh perusahaan Express Group dan juga beberapa perusahaan fleet lainnya. Untuk armada taksi premium, biasanya tidak ada downgrade atau penurunan spesifikasi dan fitur di mobilnya.

Setelah digunakan sekian waktu, MPV premium Toyota dilepas sebagai mobil mewah bekas. Bagi yang mengincar Toyota Alphard atau Vellfire dengan harga murah, sekarang saatnya untuk membawa pulang mobil bekas taksi tersebut. Tentu saja, namanya mobil bekas apalagi bekas taksi akan ada kekurangan karena digunakan untuk cari duit.

Perusahaan yang sering melego bekas kendaraan operasionalnya adalah Blue Bird. Perusahaan dengan logo burung biru ini dikenal punya lini model kendaraan yang cukup lengkap, mulai dari taksi biasa, taksi premium, minibus, hingga bus besar. Untuk taksi premium, perusahaan yang berkantor pusat di Mampang, Jakarta Selatan, memiliki model Mercedes Benz C dan E Class, Toyota Alphard dan Vellfire, Toyota Camry, dan Corolla.

Harga Pasaran Toyota Alphard Bekas Taksi

Unit Alphard Bekas Taksi (foto: Istimewa)

Untuk kalian ketahui, biasanya kepemilikan bekas taksi sudah dirubah formatnya dari plat kuning jadi plat hitam. Kelengkapan standar taksi seperti lampu atap, argometer, serta perlengkapan komunikasi di kabin juga sudah dilepas. Bagi sebagian orang, uang Rp 200 juta lebih menarik untuk dibelikan Alphard bekas taksi daripada MPV sejuta umat.

Berdasarkan penelusuran Carmudi, harga pasaran untuk Alphard X keluaran 2012 dijual Rp 225 juta dan keluaran 2014 eks Blue Bird dijual Rp 255 juta. Kondisi unit yang dijual biasanya telah menempuh jarak antara 200 sampai 300 ribu kilometer.

Bandingkan dengan Alphard sejenis untuk pemakaian pribadi. Berdasarkan listing di Carmudi, Alphard X keluaran 2012 dijual mulai dari Rp 260 juta dan harga termahalnya yaitu Rp 450 juta. Adapun untuk Alphard keluaran 2014 dijual mulai dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 550 juta.

Bisa dilihat, selisih atau beda harga antara versi pribadi dan bekas taksi cukup jauh. Lantas, seberapa menguntungkankah kita membeli Alphard bekas taksi? Bagaimana dengan kondisi dan perbaikan yang harus dilakukan?

Ada beberapa keuntungan membeli mobil bekas taksi. Salah satunya adalah usia mobil yang tergolong muda dan dijual dengan harga murah.

Keuntungan lainnya, untuk menjamin pembeli memperoleh mobil bekas taksi dengan kualitas yang memuaskan, maka perusahaan taksi mengizinkan calon pembeli memeriksa kondisi mobil secara keseluruhan. Calon pembeli diperkenankan melihat mobil secara menyeluruh baik dari kondisi mesin, body mobil, bahkan diperkenankan pula untuk test drive layaknya beli mobil baru.

Pro Kontra Membeli Toyota Alphard Bekas Taksi

Toyota Alphard
Toyota Alphard banyak diminati di penyewaan mobil. (Foto/Istimewa)

Dalam membeli mobil bekas taksi, patut hati-hati dan waspada. Penampilan yang terlihat mulus belum tentu kondisi mesin dan jeroannya juga baik. Biasanya, mobil bekas taksi merupakan mobil capek, atau mobil dengan jarak tempuh sangat tinggi.

Dengan jarak tempuh tinggi, kondisinya jelas tidak 100 persen normal, bisa saja muncul kemungkinan masalah. Karena itu, disarankan sebelum membeli konsumen harus pintar memilih.

Pro kontra membeli mobil premium bekas taksi ini sudah sering menjadi topik diskusi di berbagai forum otomotif. Ada orang yang ingin membelinya untuk dijual kembali, dan ada juga yang membeli untuk dipakai sendiri.

Mengingat jarak tempuh yang lebih tinggi dari mobil sejenis untuk kalangan pribadi, tentu harus mempersiapkan uang ekstra untuk perbaikan atau rekondisi mobil supaya benar-benar sehat kembali. Banyak hal yang harus diperhatikan ketika akan membeli mobil bekas taksi, mulai dari mesin, kaki-kaki, interior hingga ke bodinya.

Pasalnya, berdasarkan diskusi di forum otomotif Seraya Motor, beli mobil bekas taksi cocoknya untuk orang yang hobi utak atik atau bongkar sendiri. Kita juga akan dituntut bisa hunting parts atau rajin main di bengkel. Sekalipun pihak Blue Bird menjamin soal perawatannya, namun tentu ada beberapa komponen mobil yang sudah waktunya diganti akibat jarak tempuh yang tinggi.

Hal yang paling sering dikeluhkan, terutama oleh pengguna Alphard untuk harian apabila memakai taksi premium Toyota Alphard yaitu di bagian kaki-kaki. Menurut mereka, Alphard untuk taksi biasanya bagian kaki-kaki sudah tidak enak dan muncul bunyi. Namun soal interior di taksi Alphard sama seperti Alphard untuk kalangan pribadi.

Untuk kalian yang tergoda memiliki Alphard bekas taksi, bagian mesin dan kaki-kakinya yang harus diperhatikan. Alphard sebagai mobil CBU kita kenal dengan harga sparepartnya yang mahal.

Bagian mesin perlu mendapat perhatian karena selama beroperasi, BBM-nya masih pake premium. Istilahnya, dari baru sampai 200 ribu kilometer mobil ini dicekokin bensin busuk, bukan bensin yang oktannya sesuai mesin.

Bagian yang Harus Diperhatikan Saat Beli Alphard Bekas Taksi

Toyota Alphard dan Vellfire.Foto/Carmudi Indonesia/Ben

Dalam hukum ekonomi, mobil adalah benda berjalan maka dia akan mengalami penyusutan (perhitungan ekonomis). Semakin tinggi frekuensi digunakan maka kondisi mesin dan beberapa komponen juga sudah berubah akibat gesekan antar komponen saat mobil berjalan.

Mobil bekas taksi biasanya dijual saat kilometer sudah mencapai hampir 300 ribu kilometer. Pada jarak tempuh sejauh ini maka komponen-komponen mobil sudah banyak yang aus misalnya silinder, gardan, transmisi, dll.

Mengingat jarak tempuh yang tinggi dan kebiasaan berkendara dari sopir yang kadang asal-asalan, bagian kaki-kaki Alphard bisa rentan bermasalah. Untuk itu perhatikan suspensinya, karena bantingan Alphard sangat lembut, terutama saat melibas lubang dan polisi tidur.

Apabila suspensi mulai melemah lantaran usia pakai, tentu bantingan menjadi tidak normal. Gejala yang bisa kita rasakan yaitu seperti mengayun dan mobil kurang stabil. Penyebabnya berasal dari shockbreaker yang telah melemah, bila dana terbatas mungkin masih bisa direkondisi di bengkel shockbreaker tapi jelas daya redamnya tidak seawet bila ganti baru.

Selanjutnya yang menjadi perhatian ketika membeli Toyota Alphard bekas taksi adalah motor sliding door. Dinamo ini berfungsi untuk menggerakkan pintu tengah saat terbuka atau tertutup secara otomatis.

Pintu geser ini perlu diperiksa kinerjanya, apakah masih sehat kinerjanya, jangan sampai motor elektrik penggerak sliding door ini telah melemah.

Pastikan kinerjanya berjalan normal dan halus tidak macet atau bergerak lambat. Sebab bila motor sudah rusak, maka ongkos memperbaiki sliding door otomatis tidaklah murah untuk model Toyota Alphard.

Mau tidak mau saat motor listrik rusak, pintu bisa dibuka secara manual. Tapi, itu jelas mengurangi sisi premium dan berkelas dari sebuah Alphard. Bila membuks pintu geser secara manual, itu tidak ada bedanya dengan memakai Daihatsu GranMax atau minibus sejenis.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Toyota Fortuner, Innova, dan Sienta Buatan 2018 Masih Ada, Harga Lebih Murah
Next post
Ingin Beli Honda CR-V Terbaru? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya