Berita

Bermesin Jet, Shockwave Catat Rekor Truk Tercepat di Dunia

Jika membayangkan mengenai sebuah truk, maka yang terlintas adalah sebuah kendaraan niaga untuk transportasi barang. Meskipun truk biasanya dibekali dengan dapur pacu bermesin besar, tapi tak pernah dibayangkan kalau truk mampu melaju dengan sangat cepat. Inilah yang terlihat dari truk bermesin jet Shockwave, yang mencatatkan rekor sebagai truk bermesin jet tercepat di dunia.

Shockwave merupakan sebuah truk berbadan besar, lebar, mampu menyemburkan api, dan sampai dengan saat ini masih memegang rekor sebagai truk bermesin jet tercepat di dunia. Performa Shockwave sangat luar biasa dan mampu menyaingi kecepatan dari kereta super cepat Jepang (bullet train).

Mesin Jet Bertenaga Buas

Truk bermesin jet ini dibangun oleh Les Shockley pada 1984 silam, dan mencangkok tak hanya satu tapi tiga mesin jet Pratt & Whitney J34-48, tipe mesin yang sama seperti yang dipergunakan oleh pesawat latih US Navy T2 Buckeye. Dibentuk dengan formasi segitiga di bagian belakang truk, setiap jetnya mampu menyemburkan tenaga hingga 12 ribu dk, sehingga total tenaga yang mampu dihasilkan sebesar 36 ribu dk.

Shockwave mampu menampung bahan bakar sebanyak 190 galon atau berkisar 719,23 liter dan untuk satu kali performa membutuhkan bahan bakar sebanyak 180 galon atau 681,37 liter. Sementara untuk kecepatan yang mampu dihasilkan, Guinness World Records mencatat kalau truk bermesin jet ini mampu melesat hingga 376 mph atau sekitar 605.11 kph.

Tapi, yang lebih mencengangkan lagi adalah catatan waktunya, di mana Shockwave mampu melibas seperempat mil (402 m) dalam waktu 6,5 detik. Hal itu cukup spektakuler, mengingat bobot truk yang menggendong tiga mesin jet tersebut mencapai sekitar 7 ribu pound atau 3175,15 kg.

(shockwave/flashfirejettrucks.com)

(shockwave/flashfirejettrucks.com)

Kebangkitan Shockwave

Untuk menghentikan lesatan truk bermesin jet Shockwave, digunakan sistem pengereman cakram ganda di seluruh roda dan sepasang parasut militer dengan ring berukuran 16 inci, sehingga mampu menghasilkan dampak negatif tekanan 9G ketika diluncurkan. Sedangkan bagi pengemudi yang mengendarai truk bermesin jet Shockwave, akan mengalami tekanan hingga 6G.

Pengemudi dari jet darat berbadan truk ini adalah Neal dan Chris Darnell dari Darnell Racing Enterprises. Ayah dan anak ini,yang membeli dan membangun kembali kendaraan luar biasa ini pada 2012 lalu, berencana menampilkannya kembali ke lintasan drag dan mengadakan pertunjukan di Amerika Serikat dan Kanada untuk memeringati 30 tahun performa Shockwave.

(shockwave/flashfirejettrucks.com)

(shockwave/flashfirejettrucks.com)

Galih Rachdityo

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif di media cetak MODIF dan Classic+ pada akhir 2007. Sempat beralih menjadi jurnalis olahraga pada akhir 2010 di media online, bolanews.com. Terhitung sejak akhir September 2014, bergabung dengan tim editorial Carmudi Indonesia sebagai content writer yang mengulas berita-berita otomotif terkini. E-mail: [email protected]

Related Posts