Home » Berita » Bertampang Tua, Kawasaki W175 Malah ‘Anti’ Orang Tua

Bertampang Tua, Kawasaki W175 Malah ‘Anti’ Orang Tua

Kawasaki W175 SE (Foto: Carmudi)

Jakarta – Tren retro saat ini kembali mencuat di kalangan milenial, dimana anak muda berdandan dengan style era 60-an. Tidak hanya soal fashion, tren retro juga menjangkiti jagat otomotif dengan semakin banyaknya karya modifikasi bertema lawas seperti cafe racer atau motor sport bertampang jadul. Melihat demand yang makin besar, PT Kawasaki Motor Indonesia merilis Kawasaki W175 untuk kaum milenial bergaya retro tadi.

Bahkan, W175 versi cafe racer disiapkan menjadi primadona baru Kawasaki di Indonesia dimana motor ini jadi penyumbang utama penjualan. Segmentasi yang disasar pun jelas, anak muda, bukan orang tua yang ingin nostalgia dengan tunggangan masa lalu.

“Karena target customer lebih muda (bukan bapak-bapak atau mature). Ini mengarah ke anak muda perkotaan dengan warna yang lebih fancy kayak kuning dan merah. W175 ini jadi penyumbang penjualan utama,” kata Michael C. Tanadhi, Head Sales & Promotion PT. KMI.

Kesan sporty jadul dipertegas dengan aksesoris ala cafe racer

W175 mengisi lini terbawah keluarga W-Series, dengan mesin dibawah 200 cc. Desainnya mengingatkan era 60-an saat Kawasaki merilis motor sport bermesin besar pertama di Jepang yaitu W1. KMI menaruh ekspektasi tinggi pada keluarga W175 dengan total target hingga 27 ribu unit dalam setahun.

“Kami optimis karena tren retro sekarang lagi booming juga, harapannya target untuk cafe ini 15 ribu unit setahun dan yang W175 standar berada di sekitar 12 ribu. Cafe racer lebih banyak, karena waktu development kami sudah adakan survei ke customer & dealer, mereka lebih prefer ke cafe racer ini,” jelas Michael.

Kawasaki W175 Cuma Bahan Motor Custom?

Tren modifikasi cafe racer biasanya menggarap motor sport atau motor batangan dengan konsep single seater. Namun, Kawasaki tidak menerapkan konsep ini pada W175 cafe racer karena motor sport ini diciptakan untuk aktivitas harian.

Desain jok versi cafe racer juga masih mempertahankan bentuk tandem yang nyaman untuk dipakai berboncengan. Bisa dibilang, W175 secara spesifikasi hanya sebagai ‘bahan’ garapan pemilik atau modifikator yang ingin mengubah gayanya sesuai selera masing-masing.

Kawasaki W175 SE Biru, warnanya bikin makin klasik (Foto: KMI)

“Kawasaki berawal dari motor sport, jadi konsep cafe yang paling tepat. Dari survei, konsumen Indonesia masih ingin adanya tandem seat, sehingga tidak dibikin aksesoris single karena ini motor harian. Tidak pakai injeksi juga karena kalau karburator lebih mudah dimodifikasi dan diutak atik,” jelasnya.

Desain W175 dibuat sederhana dengan proporsi klasik yang everlasting. Suspensi depan memakai 30 mm inverted fork dan pasokan bensin masih memakai karburator Mikuni VM24.

Mesin W175 standar atau Cafe mengandalkan mesin berkubikasi 177 cc yang memproduksi tenaga sebesar 13 PS / 7,500 rpm dan torsi 13.2 Nm / 6,000 rpm yang didukung tangki sebesar 13,5 liter.

Previous post
Indonesia Akan Punya Pabrik Baterai untuk Kendaraan Listrik
Next post
Banting Harga, Kawasaki Ninja 250 SL Goda Pengguna Motor Sport Fairing 150 CC