Modifikasi

Biaya Restorasi Yamaha RX-King, Jangan Tanggung Biar Lebih Puas

Jika sudah menjadi hobi, uang sebesar apapun akan rela dikeluarkan. Hal tersebut sekiranya dapat menggambarkan dunia restorasi Yamaha RX-King yang rupanya bisa menelan biaya gila-gilaan.

Tapi tenang saja, bagi mereka dengan kondisi kantong terbatas, tetap ada cara untuk mendandani Si Jambret agar tampilannya semakin ciamik.

Iklan Yamaha RX-King Jadul

Di antara sekian banyak sepeda motor yang pernah meluncur di Indonesia, Yamaha RX-King memiliki tempat tersendiri di hati para antusias. Sebabnya apalagi kalau bukan performa mesinnya yang begitu melegenda.

Sialnya, keunggulan tersebut menjadikan sepeda motor ini banyak dipilih oleh para jambret yang beraksi di jalanan. Karena itulah julukan “motor jambret” lahir dan cukup lama melekat pada Yamaha RX-King. Tapi zaman sudah berubah, julukan tersebut rasanya tak lagi relevan.

Kalau boleh usul, kini Yamaha RX-King lebih cocok disebut sebagai “motor sultan” atau “motor viral”. Pasalnya, nama RX-King beberapa kali muncul menghiasi halaman pemberitaan lantaran dijual atau ditawarkan dengan harga fenomenal.

Salah satu contohnya ketika Yamaha RX-King Special Edition lansiran 2003 milik seorang owner diler mobil bekas di Tangerang yang terjual dengan harga Rp150 juta sekitar Maret 2020. Diketahui, motor berkelir hitam dengan kombinasi aksen emas itu laku ke tangan kolektor di Sumatera.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya apa yang membuat sepeda motor tersebut harganya bisa setara dengan mobil baru dari kelas Low Cost Green Car (LCGC)?

Alasan utama adalah kondisinya masuk kategori New Old Stock (NOS). Dari pemberitaan yang beredar diketahui jarak tempuh Yamaha RX-King tersebut masih di bawah 5 km.

Disebut NOS, maka bisa diasumsikan komponen yang menempel juga masih original dan dalam kondisi baik. Di mata penggemar ini adalah harta karun yang sangat menggiurkan, tapi pastinya menjadi rebutan. Jadi terserah penjual mau melepasnya dengan harga berapa.

Sayangnya tidak semua orang bisa merogoh kocek sedalam itu untuk memiliki Yamaha RX-King dengan kondisi seperti baru. Jika kondisinya demikian maka restorasi bisa jadi jalan tengah.

Biaya Restorasi Yamaha RX-King, Bedakan dengan Perbaikan

Biaya Restorasi Yamaha RX-King

(Foto: IG @rr_part_shop)

Sebenarnya ada banyak alasan orang melakukan restorasi Yamaha RX-King. Selain seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ada juga pemilik yang terdorong ingin merasakan nostalgia dengan sepeda motor favorit era 1990-an tersebut.

Terlepas dari semua alasan itu, saat ini pun cukup mudah untuk menemukan bengkel spesialis restorasi RX-King. Salah satu nama yang sudah cukup dikenal adalah RR Part Shop yang berada di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Rasyidun Raqib, sang pemilik mengaku sudah cukup banyak menangani restorasi Yamaha RX-King. “Kita sudah mengalami dari yang bujet paling murah sampai yang paling mahal. Pernah ada orderan proyek sampai Rp80 juta,” jelasnya ketika dihubungi Carmudi, Rabu (16/6/2021)

Mengetahui biaya restorasi Yamaha RX-King memang penting, terutama bagi mereka yang ingin melakukannya. Tapi di samping itu juga ada seluk beluk yang perlu dipahami. Di antaranya membedakan antara restorasi dan perbaikan.

Apakah dengan hanya mengganti, contohnya, lampu depan atau pelek maka sudah bisa dikatakan restorasi? Rasyidun memiliki pandangan tersendiri akan hal itu.

“Pengertian restorasi kalau menurut saya, misalnya kita mengganti lebih dari 50% komponen motor itu dengan ori baru. Itu yang dibilang restorasi menurut saya. Kalau cuma di bawah 50% bukan restorasi, itu hanya perbaikan,” paparnya.

Ia menekankan bahwa itu adalah pandangan pribadinya semata. Orang lain boleh saja memiliki definisi yang berbeda. Tapi penjelasan tersebut cukup memberi gambaran bawah restorasi akan membutuhkan penggantian komponen yang lebih banyak.

“Kadang-kadang ini yang enggak dipahami orang. Dikiranya item komponen RX-King hanya puluhan. Padahal kalau lihat buku (katalog spare part) jumlahnya bisa ribuan,” terang Rasyidun.

Karena lebih banyak onderdil yang diganti otomatis biaya restorasi Yamaha RX-King dipastikan lebih mahal dibanding perbaikan biasa. Terlebih lagi jika kondisi awal sepeda motornya tidak terlalu bagus.

Selain memengaruhi biaya yang perlu dikeluarkan, waktu pengerjaan juga bisa kena imbasnya. “Tergantung bahannya, kalau bahannya semakin bagus maka akan semakin cepat pengerjaannya,” imbuh Rasyidun.

Nah, untuk pengerjaan yang sifatnya perbaikan itu sendiri biayanya bisa dibilang masih terjangkau. Rasyidun menceritakan pernah melakukan perbaikan yang hanya menghabiskan dana sekitar Rp5 juta.

Pengerjaannya meliputi turun mesin dan penggantian beberapa komponen. Kami menilai pengerjaan semacam ini cocok bagi mereka yang sebatas ingin membuat Rx-King miliknya enak digunakan harian, tanpa memusingkan estetika atau kosmetiknya.

Misalnya, mereka yang baru membeli unit dalam kondisi bekas untuk digunakan sendiri.

Komponen KW Vs. Original

Biaya Restorasi Yamaha RX-King Cobra

(Foto: IG @rr_part_shop)

Pertanyaan utamanya tentu adalah berapa biaya restorasi Yamaha RX-King? Kita akan coba membedahnya, walau tak ada jawaban yang mudah karena tergantung dari banyak faktor.

Seperti sudah disinggung bawah restorasi akan membutuhkan banyak sekali penggantian komponen. Kemudian kondisi awal sepeda motor juga ikut menentukan. Tak kalah penting adalah keinginan dari sang pemilik itu sendiri.

“Bujet orang kan kemampuannya beda-beda. Jadi, ada yang ingin bangun pakai komponen original semua, ada yang gado-gado, ada yang KW-an semua,” terang Rasyidun. Sepenuhnya dikembalikan lagi ke tangan konsumen.

Oiya, asal tahu saja dalam dunia jual beli istilah “KW” sering digunakan untuk menyebut barang-barang tiruan.

“Pada prinsipnya kita ngikut saja dengan kemauan konsumen. Karena bangun RX-King itu enggak ada batasan. Orang punya Rp10 juta bisa bangun, punya Rp50 juta juga bisa bangun, ” sambungnya.

Bukan bermaksud membuat para pemilik justru bingung menentukan bujet, hal ini juga bisa diartikan bahwa biaya restorasi Yamaha RX-King sifatnya fleksibel untuk disesuaikan dengan kondisi keuangan pemilik.

Dari bujet yang telah ditentukan tersebut, kemudian bisa dipilih komponen-komponen seperti apa yang akan digunakan.

Jika bujet mentok di angka yang kecil, bisa memanfaatkan komponen-komponen KW atau variasi. Di kategori ini konsumen memiliki keleluasaan menentukan pilihan karena onderdil KW atau variasi itu sendiri memiliki banyak tingkatan.

Pilihan dengan harga ekonomis biasanya datang dari merek-merek seperti, WIN, Narita, atau Fukuyama.

Sebagai contoh, sepasang lampu sein Yamaha New RX-King (buatan tahun 2012 ke atas) dari merek WIN dijual dengan harga Rp60 ribuan di sebuah situs web jual beli online. Bisa diasumsikan jika membutuhkan empat buah maka totalnya sekitar Rp120 ribuan.

Tapi kalau ingin pakai barang yang original maka siap-siap merogoh kocek lebih dalam lagi. Di platform yang sama, Carmudi juga menemukan barang serupa tapi asli buatan Yamaha dijual Rp500 ribuan.

Terbukti, harga barang orisinilnya sekitar empat kali lipat lebih mahal. Itupun kondisinya copotan dari motor lain yang artinya adalah bekas.

Biaya Restorasi RX-King Umumnya Rp10 Juta ke Atas

Brosur Yamaha RX-King (Foto: RX-King Nusantara)

Rasyidun menceritakan sekitar tiga tahun yang lalu dirinya pernah menerima proyek restorasi Yamaha RX-King keluaran 1983 dengan total dana mencapai Rp80 juta. Kalau menengok sejarahnya, model tersebut adalah generasi pertama yang dikenal dengan nama Yamaha RX-King Cobra.

“Itu bangun total, banyak yang dibangun. Tapi itu pun tiga tahun lalu, kalau sekarang mungkin bisa habis lebih banyak karena harga komponennya kan juga sudah lebih mahal,” ungkapnya.

Menurut penuturannya, komponen yang paling banyak menghabiskan dana untuk proyek itu adalah blok silindernya. “Model itu kan pakai blok silinder Y1 yang sekarang pasarannya bisa Rp15 sampai Rp25 juta,” sambungnya.

Yamaha RX-King generasi pertama memang terkenal memiliki blok silinder yang istimewa. Blok silinder dengan kode Y1 itu masih diimpor dari Jepang. Juga dibuat menggunakan material lebih bagus jika dibanding blok mesin berkode YP yang sudah diproduksi lokal.

Tapi tak semua restorasi yang dilakukannya menghabiskan dana sebesar itu. Selainnya ada juga yang lebih murah, walau umumnya di atas Rp10 juta.

“Dengan harga segitu masih ketemu cat ulang. Kalau di kita kan cat ulang, kita kupas semuanya itu Rp4,5 juta,” paparnya. Selain itu, konsumen juga masih bisa mendapatkan aksesori luar, seperti halnya lampu-lampu, spidometer, atau bodi set.

Tapi perlu diingat harga yang disebutkan di atas tersebut bukanlah acuan pasti.

Untuk waktu pengerjaan yang dibutuhkan mulai dari satu minggu ke atas. Seperti sudah disebutkan, hal ini kembali lagi pada kondisi awal sepeda motornya.

Di sisi lain, Rasyidun menceritakan, umumnya biaya yang dibutuhkan akan lebih besar untuk model-model keluaran tahun lama.

“Makin tua, biaya bangunnya makin mahal karena komponennya makin sulit. Seperti model tahun 1983 itu sudah pasti besar biayanya. Kalau mau lebih murah bangunnya yang tahun muda, seperti tahun 2003 atau 2004 karena sebagian komponennya masih produksi kan,” sarannya.

Menurut catatan, Yamaha RX-King itu sendiri memang meluncur dalam beberapa generasi di Indonesia. Generasi pertama adalah Yamaha RX King Cobra yang mengaspal pada 1983 berbekal mesin 135 cc.

Kemudian disusul Yamaha RX-King Master pada 1996. Kemudian generasi terakhirnya adalah Yamaha New RX-King pada tahun 2002.

Tips Restorasi Yamaha RX-King

Yamaha RX King Cobra

Yamaha RX King Cobra

Di samping menjabarkan kisaran biaya restorasi Yamaha RX-King, Rasyidun juga memberi saran mengenai sejumlah yang perlu dipahami pemilik sebelum melakukan restorasi. Poin yang paling penting adalah menentukan konsep dari restorasi itu sendiri.

Walaupun pada dasarnya restorasi bertujuan membuat kondisi motor kembali seperti baru, tapi tetap harus ada acuan yang jelas.

“Mau diarahkan restorasi seperti apa. Mau restorasi gado-gado, variasi, atau original,” tegasnya. Untuk restorasi dengan aliran original, itupun masih terbagi lagi. Apakah mau menggunakan komponen yang baru semua atau bisa juga memanfaatkan barang bekas.

Tapi ada baiknya restorasi tidak dilakukan setengah-tengah dalam arti tetap mengikuti kemampuan keuangan. Hal ini bertujuan agar hasilnya terasa lebih puas.

Karena pada akhirnya semua ini adalah hobi. Walaupun pada kasus-kasus tertentu juga bisa menjadi sebuah investasi.

Rasyidun memberi contoh Yamaha RX-King keluaran 1983 yang restorasinya mencapai Rp80 juta itu. Kalau menengok harga pasaran motor itu sekarang, banderolnya bisa ada di angka Rp150 jutaan.

“Sekarang sudah banyak RX-King di atas Rp100 juta, tapi balik lagi sama barangnya, dibangunnya seperti apa. Kalau dibangunnya nanggung-nanggung nggak akan bisa dongkrak harga,” paparnya.

“Kalau mau harga jualnya lagi tinggi, bangunnya harus totalitas. Itu baru jatuhnya hobi dan investasi.”

Nah, bagaimana pendapat Carmudian? Tertarik untuk melakukan restorasi Yamaha RX-King? Siapa tahu suatu saat harga jualnya lagi bisa dipakai untuk membeli mobil baru.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts