Sumber informasi

Bisnis Mobil Bekas Terpercaya di Diler Mirza Mobil

Menuai Sukses di Bisnis Mobil Bekas

Menuai Sukses di Bisnis Mobil Bekas

BISNIS mobil bekas itu ternyata tidak mudah. Butuh proses yang panjang untuk menjadi pedagang andal di bidang jual beli mobil bekas. Seperti itulah jalan kehidupan Ahmad Fadilah sebelum menuai sukses bersama diler mobil bekasnya Mirza Mobil.

Ahmad yang akrab disapa pak Haji itu bercerita awal mulanya memulai bisnis jual beli mobil bekas. Diawali saat dia harus menjadi tukang cuci mobil di diler mobil bekas milik orang tuanya. Ahmad yang masih duduk di bangku SMA itu, sembari menjadi tukang cuci mobil, dia juga belajar mengenai bisnis mobil bekas.

Hingga akhirnya pada tahun 1990 atau setelah menikah, Ahmad mencoba menjual mobil bekas secara mandiri. Dengan bantuan temannya, Ahmad merintis diler mobil bekas. Setelah 5 tahun lebih bekerjasama dengan teman, Ahmad memberanikan diri membuka diler mobil bekas sendiri.

“Tahun1995 baru mulai sendiri. Dari mulai ngontrak sampai beli tanah, Sekarang sudah ada tiga cabang diler di Jalan I Gusti Ngurah Rai,” ujar Ahmad.

Kini tiga diler Mirza Mobil mampu menampung 50 mobil bekas dengan cadangan mobil bekas sebanyak 10 unit. Ke depannya Ahmad berencana akan membuka diler baru di kawasan Summarecon Serpong. Ahmad menilai kawasan pinggiran Jakarta itu cukup memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis mobil bekas.

Merek Eropa Dijauhi

MIRZA-4

Segmen mobil bekas yang dijual Ahmad di dilernya yang bernama Mirza Mobil juga tidak macam-macam. Masih bermain di merek mobil Jepang atau tidak berjualan mobil bekas asal Eropa. Alasannya Ahmad, mobil Eropa harganya cepat sekali berubah.

Ahmad menambahkan penyusutan mobil bekas itu idealnya hanya berkisar 10% setahun, dan bagi mobil yang aneh-aneh, maka penyusutan harga jual kembalinya bisa mencapai 20% setahun. “Merek Jepang yang sekarang ngedrop cepat adalah Mazda, untuk modelnya yang masih lumayan harga jual kembalinya adalah Mazda2,” jelas Ahmad.

Satu hal yang sangat dipegang Ahmad dalam menjalankan bisnis jual beli mobil bekas adalah utamakan kualitas. “Menjaga kualitas jualan mobil, jangan terlalu mahal, servis harus bagus dan jangan menghindari masalah dengan konsumen,” cetus Ahmad.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts