Sumber informasi

Cara Ban Mobil Tidak Selip di Jalan Licin, Simak Rahasianya

Cara ban mobil tidak selip di jalan licin wajib diketahui oleh para pemilik. Terlebih lagi saat memasuki musim hujan karena kemungkinan hal itu terjadi makin besar.

Cara ban mobil tidak selip di jalan licin

(Foto: Pakwheels)

Ada banyak aspek dalam aktivitas berkendara yang mesti dipahami. Bukan hanya soal teknis dasar dan peraturan dalam berlalu lintas. Tapi termasuk pengetahuan dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.

Dalam hal ini adalah saat melintasi jalanan yang memiliki permukaan licin. Dengan kondisi jalan seperti ini kemungkinan ban mengalami selip kemudian hilang kendali cukup besar.

Kalau melihat faktor penyebabnya, permukaan jalan yang licin bisa dipicu banyak hal. Mulai dari permukaan aspalnya yang kurang baik, adanya genangan air, tumpahan oli, dan sebagainya.

Di samping itu kondisi ban mobil yang sudah tidak memadai juga bisa menyebabkan permukaan jalan jadi terasa licin.

Masing-masing faktor pendorong memerlukan respons yang berbeda. Namun, berikut ini adalah beberapa tips sederhana cara ban mobil tidak selip di jalan licin.

Cara Ban Mobil Tidak Selip di Jalan Licin

  • Mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang basah
  • Berkendara perlahan saat memasuki tikungan atau persimpangan
  • Hindari menginjak pedal gas secara tiba-tiba
  • Gunakan gigi rendah saat melewati jalan turunan
  • Hindari manuver secara tiba-tiba
  • Berkendara di lajur yang lebih kering atau yang dilewati mobil-mobil lain
  • Untuk mobil Rear Wheel Drive (RWD), distribusikan bobot barang bawaan ke bagian belakang mobil
  • Hindari melakukan pengereman secara tiba-tiba
  • Selalu periksa kondisi ban dan tekanan anginnya

Bagi mereka yang tinggal di negara-negara dua musim ancaman jalan licin lebih besar terutama saat memasuki musim salju. Sedangkan di negara tropis seperti Indonesia momen yang perlu diwaspadai adalah ketika musim hujan karena ada fenomena yang dinamakan aquaplaning.

Ekstra Waspada Terhadap Aquaplaning

Ilustrasi aquaplaning

(Foto: Cardinus)

Selain berkurangnya jarak pandang, aquaplaning atau hydroplaning juga menjadi ancaman bahaya ketika berkendara saat kondisi hujan. Singkat kata, aquaplaning bisa menyebabkan ban mobil selip dan benar-benar hilang kendali.

Patut diketahui, aquaplaning adalah fenomena saat air dalam volume tertentu terbentuk di antara ban dan permukaan aspal. Fenomena ini dapat terjadi jika seorang pengemudi berkendara terlalu cepat di jalan basah atau melintasi genangan air yang relatif dalam.

Jika hal ini terjadi maka ban mobil otomatis selip dan mobil hilang kendali. Melakukan pengereman pun menjadi upaya yang sia-sia karena ban mobil tak lagi memiliki cengkraman ke aspal.

Sebagai informasi, ban mobil memang dirancang agar mampu “membuang” air yang berada di permukaan aspal. Hal tersebut dilakukan dengan mengandalkan thread pattern atau pola ban yang didesain sedemikian rupa.

Namun kemampuan ban untuk melakukan hal tersebut ada batasnya. Baik dibatasi oleh kecepatan atau maksimal volume air yang dapat dibuang.

Cara Antisipasi Aquaplaning

Selalu kurangi kecepatan ketika melintas di jalan yang basah terlebih jika melihat adanya genangan air. Hal ini berlaku untuk mobil yang menggunakan ban sudah berusia lama ataupun baru.

Kemudian jika terlanjur mengalami aquaplanning, langkah pertama yang harus dilakukan ialah mengangkat kaki dari pedal gas. Pada mobil transmisi manual bisa dibarengi dengan langsung menginjak pedal kopling.

Hindari mengubah arah kemudi atau melakukan pengereman mendadak karena justru berpotensi memperburuk situasi. Menurut laman resmi Continental Tires, jika ada kemungkinan terjadinya tabrakan dalam situasi seperti ini pengemudi disarankan menarik rem parkir.

Umumnya fenomena aquaplaning terjadi pada ban depan. Sementara rem parkir akan berusaha menghentikan putaran roda belakang yang kemungkinan masih memiliki sisa cengkraman ke permukaan aspal.

Mengatasi Ban Mobil Selip dengan Fitur-Fitur yang Tersedia

Tombol traction control

(Foto: Science ABC)

Mobil baru yang dipasarkan saat ini dibekali banyak teknologi canggih. Sebagian dari Carmudian mungkin pernah mendengar istilah traction control atau vehicle stability control. Fitur-fitur semacam itu sangat membantu dalam kaitannya dengan keselamatan berkendara.

Pertama-tama mari bahas fitur traction control. Tujuan fitur ini salah satunya menjadi cara ban mobil tidak selip di jalan licin terutama saat berakselerasi. Cara kerjanya pun relatif sederhana.

Fitur traction control memanfaatkan sensor Anti-lock Braking System (ABS) yang terdapat pada pengereman mobil. Ketika sensor mendeteksi ada salah satu ban yang mengalami selip maka sistem akan otomatis mengaplikasikan rem pada roda tersebut.

Tujuannya untuk mengurangi kecepatan putaran roda sampai mendapatkan cengkraman yang ideal lagi ke permukaan aspal. Fitur traction control benar-benar bisa menolong untuk menghindari ban selip.

Fitur selanjutnya adalah vehicle stability control atau yang juga sering disebut vehicle stability assist. Walau sama-sama berguna menjaga kendali mobil, tapi fungsi fitur ini sedikit berbeda dengan traction control.

Vehicle stability control bertugas menjaga mobil agar tidak mengalami oversteer (menikung terlalu tajam) atau understeer (menikung terlalu lebar). Manfaatnya memang tidak berhubungan langsung dengan ban selip, namun berguna untuk menghindari mobil “melintir” ketika melintasi jalan licin.

Tips cara ban mobil tidak selip di jalan licin

(Foto: RAC)

Fitur lainnya yang juga dapat dimanfaatkan adalah Limited Slip Differential (LSD). Fitur ini berguna mengunci salah satu roda dan mendistribusikan tenaga ke masing-masing roda dengan nilai yang berbeda-beda.

Sangat ampuh untuk menghindari ban selip bahkan ketika terjebak di lumpur sekalipun. Tapi sayangnya fitur LSD biasanya hanya terdapat pada mobil-mobil offroad.

Jadi, apabila mobil Carmudian sudah dilengkapi dengan fitur-fitur semacam itu ada baiknya diposisikan aktif terutama ketika berkendara dalam kondisi hujan atau melintas di jalan licin.

Selalu Perhatikan Kondisi Ban

Kondisi ban juga tak bisa diabaikan dalam upaya menjaga agar ban mobil tidak selip di jalan licin. Terkait hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemilik mobil. Utamanya adalah memastikan thread pattern atau pola ban masih dalam kondisi ideal.

Seiring masa pemakaian, pola ban dipastikan akan menipis dan membuat ban menjadi botak. Jangan tunggu kondisi seperti ini untuk mengganti ban dengan yang baru. Pemilik mobil bisa berpatokan pada tanda yang dinamakan Tread Wear Indicator (TWI).

TWI memiliki bentuk semacam benjolan kecil yang terdapat di sela-sela pola ban. Nah, saat ketebalan pola ban sudah menipis dan sejajar dengan TWI maka itulah saat yang tepat untuk mengganti ban.

Tread wear indicator

(Foto: Pirelli Facebook)

Tips lainnya adalah memastikan ban diisi dengan tekanan angin yang tepat. Biasanya produsen mobil mencantumkan tekanan angin yang direkomendasikan lewat sebuah stiker yang terletak di pilar B sisi pengemudi.

Namun sebagai gambaran lain, tekanan ban yang idealnya umumnya 33-36 psi untuk mobil MPV, 30-36 psi untuk city car, 30-33 psi untuk sedan, dan 35-40 psi untuk mobil SUV.

Perlu diketahui, ban mobil lebih rentan mengalami selip jika tekanan anginnya terlalu tinggi. Sebaliknya, makin rendah tekanan angin maka bisa menambah cekraman ke aspal. Hal ini dikarenakan ban yang kempis memiliki permukaan lebih lebar.

Akan tetapi tidak disarankan untuk mengurangi tekanan angin ban mobil semata-mata untuk hal ini dalam penggunaan sehari-hari. Karena pelek bisa jadi korbannya jika ban harus menghantam lubang atau batu.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts