Home » Berita » Cara Kepolisian Optimalkan Road Safety Koneksikan Semua Sistem

Cara Kepolisian Optimalkan Road Safety Koneksikan Semua Sistem

Jakarta – Tak ada hentinya pihak kepolisian mengoptimalkan program road safety, diantaranya melalui registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan bermotor (ranmor). Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan banyak hal yang harus dilakukan.

“Diantaranya melalui regident ranmor yang merupakan jaminan dan legitimasi keabsahan asal usul dan kepemilikan kendaraan bermotor. Program road safety dimaknai sebagai lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar,” ungkapnya melalui keterangan resminya (23/8).

Dirinya menambahkan kalau kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan raya sebagai aset berharga wajib teregistrasi di kepolisian. Tak lupa membayar pajak maupun asuransi. Karena tatkala dioperasionalkan di jalan raya dapat mendukung, menghambat, merusak bahkan mematikan produktivitas diri kita maupun orang lain.

“Sangat diperlukan adanya sistem cek verifikasi dokumen maupun kendaraan bermotor agar terdapat data yang sinkron. Data-data tersebut ada pada bagian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Fungsinya untuk mendukung beberapa hal, seperti forensik kepolisian, fungsi kontrol atau penegakkan hukum (gakkum), memberikan jaminan legitimasi operasional, serta jaminan pelayanan prima kepolisian,” ujarnya.

Hal forensik kepolisian, akan menjadi sistem data yang mendukung penegakkan hukum. Serta berkaitan dengan pembuktian tindak pidana pada fungsi penyidikan. “Untuk fungsi kontrol atau gakkum. Data kendaraan bermotor dilengkapi dengan sistem on board unit, RFID, QR, pada sistem ANPR (Automatic Number Plates Recognation) bagi terdukungnya program ETLE (electronic traffic law enforcement),” jelasnya.

Menurut dia, hal itu akan memberikan jaminan legitimasi operasional. Ini artinya mengoperasionalkan kendaraan bermotor di jalan raya perlu ada legitimasinya yang terkait sistem STNK maupun TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang didukung dengan sistem ANPR sistem pada SSC (Safety and Security System) dan INTAN (Intellegence Traffic Analysis).

“Sementara pada fungsi jaminan pelayanan prima kepolisian, artinya yang cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses pada one gate system yang didukung big data system,” terang Chryshnanda.

Saling Terkoneksi

Chryshnanda juga mengungkapkan kalau kekuatan regident ranmor yang terdapat pada sistem data dinamakan ERI (Electronic Registration and Identification). Ini terkoneksi dengan STNK atau TNKB, serta gakkum sehingga dapat mendukung program road safety dengan adanya sistem ANPR, traffic attitude record(TAR).

Lalu juga terkoneksi dengan program de merit point system, ETLE, electronic road pricing atau jalan berbayar, e-parking, electronic toll colecting (ETC), e-samsat, dan lain sebagainya.

Regident ranmor yang dibangun melalui ERI menjadi pilar dalam program road safety untuk mewujudkan. Serta memelihara lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Ini akan meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib berlalu lintas dan memberikan pelayanan prima dalam one gate system.

“Intinya ini untuk fungsi kontrol atau penegakan hukum. Data kendaraan bermotor dilengkapi dengan sistem on board unit. Juga RFID, QR, pada sistem ANPR (automatic number plates recognation) bagi terdukungnya program ETLE (electronic traffic law enforcement),” pungkasnya.

Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir
Previous post
Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi New Triton, Awas Menyesal
Next post
Pakai Platform Suzuki Ertiga, Maruti XL6 Termurah Dibanderol Rp195 Juta