Home » Berita » Carmudi Indonesia Ajak Puluhan Mahasiswa Diskusi Mobil Listrik Serta Berbagi Ilmu Public Relation

Carmudi Indonesia Ajak Puluhan Mahasiswa Diskusi Mobil Listrik Serta Berbagi Ilmu Public Relation

Car & Property Expo 2018
Diskusi mobil listrik di acara Car & Propert Expo 2018 yang digagas oleh Carmudi Indonesia (Carmudi)

Jakarta – Carmudi Indonesia bersama Lamudi Indonesia menggelar pameran bertajuk Car & Property Expo 2018 di Mall Living World ALam Sutra, Tangerang. Pameran berlangsung sejak 17 Oktober 2018 dan berakhir 29 Oktober 2018 lalu.

Selain menawarkan berbagai program menarik untuk kepemilikan produk mobil unggulan Toyota dan Wuling Motors, di pameran ini juga berlangsung kegiatan positif berupa diskusi otomotif serta sharing ilmu Public Relation yang melibatkan mahasiswa dari dua Universitas di wilayah Tangerang, yaitu Institut Teknologi Indonesia (ITI) dan Universitas Esa Unggul.

Diskusi di bidang otomotif mengambil tema “Tren Mobil Listrik & Tantangannya” menghadirkan Dr Yannes Martinus, Dosen Product Design Institut Teknologi Bandung sekaligus pakar otomotif ternama. Juga hadir Budi Nur Mukmin dari PT Nissan Motor Indonesia (NMI) serta Fransiscus Rosano, reviewer Carmudi Indonesia Youtube Channel.

Dr Yannes Martinus memberikan materi secara umum mengenai mobil listrik serta bagaimana peluang kedepannya di Indonesia.

Sementara Budi Nur Mukmin mewakili Agen Pemegang Merek (APM) mobil Nissan menjelaskan secara detail keunggulan dari salah satu produk mobil hybrid Nissan yang sudah dijual di Indonesia, Nissan e-Power.

Dalam penjelasannya, Dosen ITB ini mengungkapkan bahwa tren mobil listrik/hybrid di Indonesia sudah dimulai. Apalagi saat ini pihak pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah selesai menyusun draft regulasinya. Tinggal tunggu waktu sampai nantinya ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita sudah harus bersiap menyambut era mobil listrik. Semua pihak harus bersiap, termasuk konsumen serta produsen. Tinggal menunggu aturan yang jelas dari pemerintah saja,” ucap Dr Yannes Martinus, Jumat (26/10/2018) di acara Car & Property Expo 2018.

Car & Property Expo 2018
Dr Yannes Martinus, dosen ITB sekaligus pakar otomotif memberi penjelasan teknologi mobil listrik di depan puluhan mahasiswa Institut Teknologi Indonesia (ITI) (Carmudi)

Sementara itu, Budi Nur Mukmin dari Nissan Indonesia menjelaskan bahwa perusahaan otomotif asal Jepang ini memang sudah siap ke arah sana. Apalagi dijelaskan, Nissan e-Power yang dijual di Indonesia menjadi jawaban kebutuhan konsumen akan mobil yang irit serta ramah lingkungan.

“Tidak seperti mobil hybrid merek lainnya, Nissan e-Power punya berbagai kelebihan. Salah satunya karena sistem perputaran rodanya yang murni berasal dari energi baterai. Sementara energi yang dihasilkan dari pembakaran BBM di mesin konvensional hanya untuk menyalakan generator baterai. Jadi penggunaan bahan bakarnya sangat irit,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi Nur Mukmin menekankan agar masyarakat tak perlu khawatir memiliki mobil hybrid karena mindset teknologi mobil tersebut ribet. Justru sebaliknya, mengemudikan mobil listrik/hybrid sangatlah mudah dan ringkas teknologinya.

Ini diamini oleh Fransiscus Rosano, reviewer Carmudi Indonesia Youtube Channel yang memang sudah berkesempatan mengemudikan Nissan e-Power.

“Pakai mobil Nissan e-Power gak seribet yang kita bayangkan kok. Sama aja kayak mobil penumpang biasanya. Malah kalau senang sama performa, mobil listrik itu justru lebih fun. Tidak ada jeda tenaga, pokoknya begitu injak pedal gas, mobil langsung merespon,” cerita Rosano membagikan pengalamannya kepada para mahasiswa peserta diskusi.

Inti dari diskusi tersebut, Dr Yannes Martinus memastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi, kebijakan terkait mobil listrik/hybrid sudah siap digulirkan pemerintah. Masyarakat serta konsumen di Indonesia sudah harus bersiap menghadapi tren tersebut. Konsumen pun tak perlu merasa takut karena teknologi yang dihadirkan pada mobil listrik, pada intinya tidak jauh berbeda dengan mobil bermesin konvensional.

Diskusi PR Digital 4.0 Bersama FIFGROUP

Car & Property Expo 2018
Corporate Communication FIFGROUP sekaligus Praktisi Public Speaking, Arif Reza Fahlepi mengajak peserta diskusi agar selalu bijak dalam memanfaatkan sosial media masing-masing. (Carmudi)

Selain menggelar diskusi bidang otomotif, di kesempatan sama, Carmudi juga menggandeng FIFGROUP untuk mengajak mahasiswa Universitas Esa Unggul membahas tema diskusi “PR Digital 4.0”.

Menghadirkan Corporate Communication FIFGROUP sekaligus Praktisi Public Speaking, Arif Reza Fahlepi, peserta diskusi diajak untuk selalu bijak dalam memanfaatkan sosial media masing-masing.

Menurutnya saat ini sudah banyak terjadi ketika seseorang tersangkut masalah hukum karena ‘hate speech’ yang diunggah di media sosial.

“Media sosial adalah area publik yang diatur oleh undang-undang. Saat ini sudah banyak kasus dimana seseorang harus berurusan dengan hukum karena kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Maka, sebaiknya dipikirkan dulu jika ingin memosting sesuatu di media sosial kita,” ungkapnya.

Selain itu, Arif Reza Fahlepi juga merasa penting menyampaikan kepada peserta diskusi agar bijak dalam menyebarkan informasi. HOAX saat ini menjadi musuh utama bangsa yang bisa berujung pada perpecahan.

”Jangan asal posting atau nge-share berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena ini sangat berbahaya,” pesan Reza yang merupakan jebolan Universitas Padjajaran dan London School Public Relation itu.

“Mari kita belajar untuk senantiasa ‘bicara baik’ dimanapun kita berada, termasuk di sosial media. Yang patut diingat, jejak rekam digital kita sangat bisa memengaruhi karir di masa mendatang. Saat ini setiap HRD perusahaan punya inisiatif untuk mengintip sosial media setiap calon karyawan. Dari sini juga bisa menjadi bahan pertimbangan seseorang diterima bekerja,” tutup Arif Reza Fahlepi.

Previous post
Kapan Yamaha Luncurkan Pengganti Xabre 150 di Indonesia?
Kredit Motor
Next post
Kredit Motor Kurang dari 30 Menit di IMOS 2018 Tanpa Survei