Home » Sumber informasi » Catat! Ini Peraturan Pengendara Mobil dan Sepeda Motor Selama PSBB

Catat! Ini Peraturan Pengendara Mobil dan Sepeda Motor Selama PSBB

Penerapan PSBBB di Surabaya (Foto: NTMCPolri)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berbeda dari PSBB Transisi, kali ini lebih diperketat hampir sama seperti penerapan pada April lalu.

Sejumlah kegiatan pergerakan dibatasi selama PSBB berlangsung hingga 27 September, tapi ada juga kegiatan yang mendapat pengecualian sehingga masih boleh beroperasi atau bergerak seperti penggunaan mobil dan sepeda motor.

Kendati demikian, pengecualian diberikan hanya untuk kebutuhan mendesak saja, bukan berarti pengendara mobil maupun sepeda motor bebas berlalu lalang keluar masuk Jakarta selama PSBB.

Selain itu para pengendara kendaraan bermotor juga wajib mematuhi sejumlah ketentuan selama PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 pasal 18 ayat 4 dan 5.

Berikut ini detail isinya:

(4) Pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a. digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB;
b. melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan;
c. menggunakan masker di dalam kendaraan;
d. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.
e. membatasi kapasitas angkut mobil penumpang perseorangan paling banyak untuk 2 (dua) orang per baris kursi, kecuali dengan penumpang berdomisili di alamat yang sama.

(5) Pengguna sepeda motor pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a. digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB;
b. melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan;
c. menggunakan masker; dan
d. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.

Sanksi Bagi Pengguna Mobil dan Sepeda Motor yang Tidak Pakai Masker

Peraturan selama PSBB, setiap orang wajib menggunakan masker, tak terkecuali bagi pengendara dan penumpang mobil dan sepeda motor. Hal ini sudah diatur dalam Pergub DKI Jakarta No. 79 Tahun 2020 pasal 4 ayat 1.

Berikut isinya:

Pasal 4

(1) Setiap orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu, yang meliputi:
a. menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu, ketika:

1. berada di luar rumah;
2. berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya; dan/atau
3. menggunakan kendaraan bermotor;

Pengguna Sepeda Motor Wajib pakai Masker (Foto: Istimewa)

Apabila pengguna kendaraan bermotor kedapatan tidak menggunakan masker maka petugas yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri berhak menegur dan memberi sanksi.

Berikut sanksi yang diberikan sebagaimana tertulis di pasal 5 dalam Pergub yang sama.

Pasal 5

(1) Setiap orang yang tidak menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dikenakan sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan
mengenakan rompi selama 60 (enam puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
(2) Bagi setiap orang yang mengulangi pelanggaran tidak menggunakan masker sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi kerja sosial atau denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut:

a. pelanggaran berulang 1 (satu) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah);

b. pelanggaran berulang 2 (dua) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); dan

c. pelanggaran berulang 3 (tiga) kali dan seterusnya dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Rombongan Pesepeda Masuk Tol Langgar Peraturan Pemerintah

Previous post
Serbu! Harga BBM Pertalite di Tangerang Selatan Turun
Next post
Surat Tilang Hilang Bikin Galau, Begini Cara Mengurusnya

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *