Home » Berita » Daihatsu: Mobil Listrik Mahal, Bisa Mempengaruhi Daya Beli

Daihatsu: Mobil Listrik Mahal, Bisa Mempengaruhi Daya Beli

New Daihatsu Sigra resmi meluncur, Senin (16/9/2019) di Summarecon Serpong, Tangerang.
New Daihatsu Sigra resmi meluncur, Senin (16/9/2019) di Summarecon Serpong, Tangerang.

Tangerang – Era mobil listrik semakin kencang digaungkan di Dunia. Hal ini juga turut membuat Indonesia bergetar untuk ikut serta mendatangkan mobil listrik. Beberapa tahun belakangan, mobil listrik kian diperkenalkan oleh beberapa produsen otomotif Indonesia. Salah satunya Daihatsu.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memiliki beberapa cara pandang tersendiri mengenai mobil listrik. Daihatsu menilai jika mobil listrik dapat mempengaruhi penjualan mobil di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan mobil listrik memiliki harga jual yang lebih mahal dibanding mobil mesin konvensional.

“Sekarang pasar Indonesia belum ada mobil listrik loh ya. Di Indonesia masih lebih banyak mesin internal combustion engine. Dan mobil itu saat ini penjualannya sedang turun loh,” ucap Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM di Tangerang, Senin (16/9/2019). Lebih lanjut Amel mengatakan jika mobil listrik punya harga lebih mahal.

Mobil Listrik Dinilai Mampu Mempengaruhi Pasar

“Kalau pakai mobil listrik kan lebih mahal, daya beli itu mempengaruhi pasar mobil. Jadi kalau mau bikin mobil listrik, selama daya belinya belum naik mobil listrik di Indonesia juga sulit naik,” sambung Amel. Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik.

Dalam hal tersebut disebutkan jika mobil listrik nantinya akan mendapatkan insentif dari Pemerintah. Namun, insentif yang dimaksudkan ini belum dijelaskan secara rinci. Karena insentif tersebut akan lebih lanjut dikeluarkan oleh Menteri.

“Kalau soal mobil listrik, kita tunggu ya. Karena pada sampai pak Presiden tanda tangan kemarin itu kan kita belum tahu insentifnya berapa dan seperti apa jelasnya. Tapi kita harus menunggu juklaknya dari Kementrian. Tunggu dari juklak dari Kementrian saja nantinya,” beber Amel.

New Daihatsu Sigra, hadir dengan beberapa ubahan.
New Daihatsu Sigra, hadir dengan beberapa ubahan.

Kandungan Lokal Lebih Dari 80%

New Daihatsu Sigra yang baru saja diluncurkan diakui memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 80%. ADM mengatakan jika Sigra yang dibuat di pabrik Daihatsu Karawang, Jawa Barat ini sudah memiliki nilai TKDN mencapai 94%.

“Sigra yang sekarang ini kandungan lokalnya 94%, apa bisa dijadikan mobil listrik? Kalau ingin mengubah mesin konvensional jadi mobil listrik, total sangat berbeda. Kalau mobil listrik itu beda banget. Mobil listrik itu paling berpengaruh akinya saja. Jadi desain utamanya pasti ganti, nggak bisa pakai yang ini,” tutup Amel.

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

New Daihatsu Sigra resmi meluncur, Senin (16/9/2019) di Summarecon Serpong, Tangerang.
Previous post
Ini Ubahan Terbaru di Tubuh New Daihatsu Sigra
Next post
Perjalanan Concours d'Elegance, Pameran Mobil Klasik Dunia Pertama di Indonesia