Home » Berita » Daihatsu: Pemilu Bikin Orang Menunda Beli Mobil Baru

Daihatsu: Pemilu Bikin Orang Menunda Beli Mobil Baru

Daihatsu
Penjualan mobil baru Daihatsu menurun sepanjang 2019. Foto/ADM.

Jakarta – Suhu politik yang memanas jelang bergulirnya pemilihan umum (Pemilu) ternyata membuat penjualan mobil lesu. Suhu dan gesekan politik di tengah masyarakat membuat orang menahan diri untuk beli mobil baru Daihatsu. Hal ini membuat penjualan kendaraan sepanjang April 2019 lalu turun signifikan.

“Kalau kita lihat mungkin pemilu sedikit mempengaruhi karena agak ramai gejolaknya di masyarakat dan panas sekali. Banyak yang menunda pembelian terutama dari fleet. Ada 13% penurunannya, mereka menunggu hasil pemilu,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head PT Astra International, Daihatsu Sales Operation, Kamis (10/5).

Adapun penjualan secara nasional dari Januari-April 2019 untuk seluruh merek secara retail sebesar 340.118 unit atau turun sekitar 11,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk penjualan wholesales antara Januari-April 2019 sebesar 337.321 unit atau turun sekitar 14,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hendrayadi menuturkan bila penurunan di bulan april cukup besar, mencapai 13% karena para konsumen potensial menunggu hasil pemilu. Bahkan, adanya ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 tak banyak membantu meningkatkan penjualan mobil baru secara nasional termasuk di merek Daihatsu.

“Market April dropnya bukan main, menjelang Lebaran kita tetap berusaha yang terbaik. IIMS tahun ini penjualannya sesuai market yang menurun, hasil IIMS menurun 30% dari tahun lalu yaitu sebanyak 399 unit dari sebelumnya 568 unit,” jelas Hendrayadi.

Xenia Bukan Lagi Mobil Baru Terlaris

Daihatsu Great New Xenia 2019 1.3 R Deluxe
Daihatsu Great New Xenia 2019 1.3 R Deluxe

Tren penjualan mobil baru Daihatsu kini bergeser, dimana Xenia tidak lagi menjadi mobil terlaris. Tahun ini, Sigra dari segmen LCGC menjadi tulang punggung Daihatsu sebesar 27,8%. Model terlaris berikutnya yaitu Gran Max pick up sebesar 19,9%. Hasil serupa juga terjadi di IIMS 2019 lalu dimana Xenia peminatnya tak lagi sebanyak dulu.

“Kita dapat SPK turun, dan umumnya tiap brand turun. Kontributor di IIMS itu sigra, mirip dengan kondisi secara nasional. Sigra penjualannya sebanyak 154 unit, kemudian Terios sebesar 81 unit, Ayla sebesar 54 unit dan yang lain sisanya,” ucap Amelia Tjandra selaku Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor pada kesempatan yang sama.

Amelia mengungkap bila pemilu hanya salah satu penyebab turunnya penjualan mobil secara nasional. Menurutnya, dampak dari turunnya ekonomi makro lah yang menyebabkan penjualan kendaraan jadi lesu. Penjualan mobil sekarang ini menurut Amelia masih dipengaruhi oleh belanja infrastruktur pemerintah dan sisa keuntungan dari hasil perkebunan yang diekspor.

Infrastruktur sekarang tinggal penghabisan dan pemerintah menunggu sampai Oktober untuk belanja infrastruktur kabinet baru. Lalu harga CPO turun karena demand di dunia enggak naik tapi suplai naik. perkebunan terus bertambah. Banyak petani enggak dapat untung, sehingga banyak yang enggak beli kendaraan,” jelasnya.

Previous post
Hyundai Kona VS Honda HR-V, Mana yang Lebih Kaya Fitur?
cegah kantuk
Next post
Catat! Ini Saran Dokter Supaya Fokus Berkendara saat Puasa