Home » Mobil » Daihatsu Terios, SUV Terlaris Daihatsu Setelah Era Taft

Daihatsu Terios, SUV Terlaris Daihatsu Setelah Era Taft

Terios 7 Wonders Jelajah Bumi Rafflesia di Bengkulu Foto: Daihatsu

Jakarta – Nama Daihatsu termasuk salah satu merek yang selalu menyediakan model SUV. Pertama kali, merek asal Jepang ini memperkenalkan Taft sebagai alternatif versi mungilnya dari Toyota FJ40. Setelah era Taft berakhir, Daihatsu harus menunggu cukup lama hingga meluncurkan Terios untuk kembali membuatnya sebagai SUV terlaris.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk pertama kalinya memperkenalkan Daihatsu Terios pada Desember 2006. Nama Terios memiliki arti ‘membuat mimpi menjadi kenyataan’. Untukk itu, Terios menggabungkan sebuah SUV kompak yang modis, dengan standar kualitas global, dan memiliki value-for-money.

Hadirnya Terios seperti angin segar bagi Daihatsu. Konsumen Indonesia tidak banyak yang menggemari Taruna sebagaimana ketika era Taft dan Feroza. Harganya juga terjangkau bila dibandingkan kembarannya yaitu Toyota Rush. Sayangnya, Toyota Rush lah yang malah jadi SUV terlaris bila dibandingkan dengan Terios.

Terios menjadi penyempurnaan untuk SUV 4X2 yang sanggup melibas jalanan yang rusak dan nyaman untuk dipakai harian. Selain itu, Terios bisa menampung banyak penumpang sehingga cocok dipakai sebagai mobil keluarga. Kelemahan Terios sebenarnya hanya pada kelengkapan fitur yang kalah banyak dibanding Rush.

Misalnya saja, Toyota Rush dilengkapi dengan enam kantung udara, sementara Daihatsu Terios hanya mempunyai dua kantong udara. Fitur vehicle stability control (VSC) dan hill start assist (HSA) ada pada semua varian Rush, sedangkan pada Terios hanya terdapat pada varian atas R.

Pengembangan New Daihatsu Terios

Rush Terios

Kembar Terios-Rush dikembangkan oleh enginer dan desainer asal Indonesia dan Jepang. Chief Enginer Toyota Rush, Eiji Fujibayashi mengungkapkan bila ia mengadopsi FT-Concept untuk mobil produksi. Konsep ini dipamerkan saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 sebagai SUV tanpa ‘konde’ atau ban serep belakang.

Pengembangan dari versi konsep sampai menjadi kendaraan produksi massal butuh waktu hingga dua tahun. Eiji mengungkapkan bahwa dirinya butuh waktu lebih dari 1 tahun tinggal di Indonesia. Dengan demikian, ia bisa langsung mencari tahu mobil apa yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat Indonesia.

Desain tanpa konde ini memang sempat kontroversial, karena menghilangkan kesan SUV yang jadi identitas Rush selama ini. Ban serep pun dipindah ke bagian kolong bagasi supaya bagian kabin mendapat ruang yang lebih besar.

Mesin Terios Masih Sama

Daihatsu All new Terios. Foto Carmudi

Daihatsu sebagai produsen bersama dengan Toyota sebagai pihak yang mengembangkan mobil masih percaya diri dengan mesin 2NR-VE 1.500 cc dari Terios sebelumnya. Mesin ini dikenal irit, namun tetap memiliki performa yang optimal.

All New Daihatsu Terios juga menjadi alternatif model bagi konsumen Daihatsu yang ingin naik kelas atau ganti model dari Daihatsu Xenia. Fitur lebih canggih seperti hadirnya Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD) pada seluruh varian.

Sementara itu, Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA) tersedia pada varian tertinggi. All New Terios memiliki berbagai fitur sebagai berikut:
AC double blower
Sistem audio 2DIN dengan layar sentuh (DVD, USB, HDMI, navigasi GPS, daftar bengkel-bengkel Daihatsu, Bluetooth)
Power window
Power doorlock
Takometer
Trip meter digital
Kaca spion elektrik
Sistem kendali audio pada setir

Daihatsu Terios Lebih Nyaman Untuk Cruising

Manajemen Daihatsu berfoto bersama dalam pembukaan Terios 7 wonders di Bengkulu (Foto: Daihatsu)

Hadirnya Tol Trans Jawa mendorong sebagian orang untuk bertindak layaknya pembalap saat perjalanan jauh. Maksudnya, mereka tergoda untuk memacu mobil secara maksimal. Khusus untuk mobil seperti Daihatsu Terios ini tidak bisa digunakan untuk berkendara agresif.

Anda perlu sering kickdown bagi yang ingin tenaga mobil lebih keluar, karena karakter mesinnya menghasilkan tenaga di putaran atas. Selain itu, Terios juga masih tetap limbung karena ground clearance mencapai 220 mm. Ini bahkan lebih tinggi dari Toyota Fortuner yang ‘hanya’ 193 mm saja.

Maka dari itu, Terios lebih seperti versi SUV dari Daihatsu Xenia. Jelas saja karena basis dari Terios-Rush memang mengadopsi dari Avanza-Xenia yang sudah muncul lebih dahulu. Pengemudi harus mengubah tipikal berkendara lebih kalem di kecepatan 80-100 km/jam saja untuk meminimalisir gejala limbung.

Bicara soal ketangguhan, Daihatsu selama ini selalu membuktikan kemampuan Terios di ajang Daihatsu Seven Wonders. Ajang ini menyiksa Terios hingga ke pelosok Indonesia demi berburu hidden paradise.

Piaggio sebar diskon di Jakarta Fair 2019
Previous post
Ramaikan Jakarta Fair, Piaggio Sebar Diskon
Toyota Indonesia
Next post
Toyota Indonesia Ungkap Penyebab Ekspor Mobil ke Luar Negeri Turun