Home » Berita » Dampak Pandemik Corona, Industri Otomotif Indonesia Diminta Produksi Ventilator

Dampak Pandemik Corona, Industri Otomotif Indonesia Diminta Produksi Ventilator

Jakarta – Dampak penyebaran virus corona di Indonesia menyebabkan turunnya semua aktivitas. Bahkan hingga Jumat (27/3), jumlah total pasien positif tercatat  1.046 kasus dengan angka kematian berjumlah 87 orang.

Semua asosiasi dibawah Kementerian Perindustrian diminta untuk turut serta membatu menanggulangi hal ini. Diantaranya memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang sangat kekurangan. Tak terkecuali industri otomotif juga diminta untuk ikut men-supply ventilator atau alat bantu pernapasan.

“Kami terus aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk kelancaran izin edar dan impor bahan bakunya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3).

Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang berperan membantu pemerintah dalam upaya menekan laju penyebaran virus korona di Indonesia.

“Untuk supply ventilator, akan dibuat prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri otomotif dengan industri komponen,” ujarnya.

Lebih lanjut, salah satu bentuk dukungan kepada pelaku industri agar bisa berproduksi, pemerintah telah menerbitkan stimulus ekonomi kedua berupa pembebasan sementara bea masuk bahan baku industri, kemudahan proses importasi bahan baku, serta penjaminan ketersediaan pasokan pangan strategis.

Pasok bahan baku

Sementara itu, Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam menyampaikan, pihaknya telah meminta secara khusus kepada Indonesian Nonwoven Association (INWA) agar anggotanya bisa menyediakan kebutuhan bahan baku untuk produksi APD dan masker.

“Asosiasi Nonwoven Indonesia juga telah diminta untuk men-supply kekurangan bahan baku APD dan masker. Sehingga untuk memproduksi APD dan masker tidak ada lagi hambatan kebutuhan bahan baku,” terangnya. Selain itu, sejumlah perusahaan anggota Asosiasi Perusahaan Kawasan Berikat juga sedang menyiapkan infrastruktur untuk memproduksi masker dan APD dalam rangka penanganan Covid-19.

Khayam pun mengungkapkan, bahan baku dari China mulai dikirim ke Indonesia sejak pekan lalu. Oleh karenanya, Kemenperin terus mendorong industri dalam negeri untuk semakin meningkatkan kapasitas produksinya.

Penulis: Dony

 

Previous post
Sebelum Luncurkan ZX-25R, Kawasaki Indonesia Segarkan W175 Cafe
Next post
Pabrik Mobil Honda di Thailand Tutup, Bagaimana Nasib Impor Sedan ke Indonesia?