Berita

Dampak PPKM Darurat Terhadap Penjualan Mobil Bekas di Jakarta

Jakarta – Penjualan mobil bekas (mobkas) khususnya di wilayah Jakarta mengalami penurunan imbas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pulau Jawa dan Bali.

Fiki Ramadhan pedagang mobkas dari Vibesauto mengaku penjualannya mengalami tren negatif beberapa bulan belakangan. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya PPKM Darurat.

“Sebelum ada PPKM Darurat ini (penjualan mobil bekas) trennya memang lagi turun. Begitu PPKM dimulai, penjualan mobil langsung drop. Bukan hanya kami saja, semua penjual mobkas mengalami hal yang sama,” katanya Fiki kepada Carmudi, Selasa (13/7/2021).

Penjualan Mobil Bekas Jakarta

KPS Bimmer, showroom mobkas (Foto: Ist)

Hal senada juga disampaikan oleh Gilang Budiman Soedibyo dari KPS Bimmer, showroom mobkas khusus BMW di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dia mengatakan kebijakan PPKM Darurat sangat berimbas langsung pada penjualan mobkas.

“Semenjak PPKM Darurat ini kami tidak bisa berjualan. Showroom kami di Blok M ditutup sementara oleh manajemen, otomatis kita tidak bisa jualan. Karena pasar walk in jauh lebih besar daripada online,” ungkap Gilang.

Diirinya pun berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang hingga enam minggu seperti diwacanakan baru-baru ini. Sebab, jika kebijakan tersebut berlaku maka akan mempersulit para pedagang mobkas.

“Kalau bisa sih jangan lah, menyusahkan orang. Teman-teman pedagang lain bahkan ada juga yang belum jualan 2 bulan ini, mau makan dari mana lagi mereka kan kasihan,” sambung Gilang.

Konsumen Mobkas Sulit Melihat Barang

Umumnya para calon pembeli mobkas ingin melihat langsung kondisi mobil yang sudah incarnya. Dengan adanya PPKM Darurat, ditambah lagi penyekatan di sejumlah ruas jalan di Jakarta membuat calon konsumen mengurungkan niatnya untuk datang ke bursa mobkas.

“Orang mau lihat mobil juga susah kan, jalan pada disekat dan ditutup. Otomatis mereka yang mau lihat mobil jadi malas mau lihat, karena harus cari jalan lain yang jauh,” beber Gilang.

Penjualan Mobil Bekas Jakarta

Beberapa showroom mobil bekas di Jakarta mengaku penjualan mobil menurun (Foto: Ist)

Senada dengan Gilang, Bram, pedagang mobkas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara mengatakan kebijakan PPKM Darurat menyulitkan tenaga penjual mengatur janji dengan calon pembeli.

“Kami begitu ketergantungan dengan konsumen walk in, kalau tutup total begini artinya kami tidak bisa jualan. Membuat janji dengan konsumen pun cukup sulit karena terkendala dengan izin pihak pengelola gedung,” terang Bram.

Bram juga menyampaikan, sektor otomotif termasuk ke dalam lapangan pekerjaan yang sangat besar dengan perputaran uang cukup banyak.

“WTC Mangga Dua adalah pasar mobil bekas terbesar di Indonesia, di situ ada perputaran uang yang sangat besar, ada lapangan pekerjaan yang besar serta mendukung banyak para pekerja informal di sektor otomotif. Seperti misal, pekerja jasa PDR, jasa body repair dan aksesori mobil. Mata rantai ekonominya cukup panjang disini,” sambungnya.

Ia berharap pemerintah sebaiknya mencari solusi dan membuat regulasi yang bisa sama-sama menguntungkan.

“Semoga ada kebijakan lain baik dari pemerintah selaku pembuat regulasi dan pengelola gedung yang menjalankan regulasi agar sama-sama menguntungkan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan bersama,” tutup Bram.

Penjualan mobil bekas di Jakarta semenjak usai libur lebaran memang mengalami tren penurunan yang sangat signifikan. Ditambah dengan adanya PPKM Darurat membuat mobilitas masyarakat menjadi terbatas.

Baca Juga:

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Santo Sirait

Rizen Panji

Pikirannya selalu dipenuhi oleh mobil buatan asal Jerman, Swedia, dan Prancis dengan tahun produksi di bawah 2000. Jangan lupa, mesin yang bersemayam di dalam kap mesin tentunya harus 6 silinder guna memompa adrenalin ketika mengendarainya

Related Posts