Home » Carmudi Jurnal » Demi Pasar Indonesia, Bus Mercedes-Benz Kuat Minum Biosolar

Demi Pasar Indonesia, Bus Mercedes-Benz Kuat Minum Biosolar

Sasis bus O500RS 1836. Foto Carmudi

Tangerang Selatan – Ada hal menarik saat membahas bus yang berseliweran di Indonesia. Para owner bus atau pengusaha transportasi darat ingin kendaraan operasional mereka tahan banting dengan perawatan mudah.

Belum lagi, kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya bagus. Pada akhirnya memaksa pabrikan  harus menyiapkan spesifikasi yang berbeda, contohnya yaitu bus Mercedes-Benz.

Dalam peluncuran sasis bus O500RS 1836, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal pemegang merek kendaraan komersial Mercedes-Benz mengubah beberapa bagian. Dimana sebelumnya sering dikeluhkan operator O500R 1836.

“Pengembangan ini dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari para pelanggan setia kami. Kami mewujudkan kebutuhan para pelanggan untuk terus memberikan pengalaman terbaik kepada para penumpang bus Mercedes-Benz”, kata Markus Villinger, Presiden Direktur dan CEO DCVI saat peluncuran.

Bus Mercedes-Benz ini dipastikan sanggup memakai bahan bakar Solar B20 alias biosolar. Bahkan, DCVI berkomitmen untuk terus mengikuti standar pemerintah bila nantinya bahan bakar diesel menjadi Solar B30. Merek asal Stuttgart, Jerman, akan terus menguji kendaraan berat mereka supaya cocok dengan kondisi Indonesia.

“Produk kami cocok dengan B20, dan kita akan mengikuti pemerintah saat mengubah regulasi ke B30. Namun, kita harus menguji kendaraan kita terlebih dahulu untuk regulasi B30. Lalu untuk standar emisi Euro 4 perlu mengubah setting mesin dan setiap merek punya teknologi berbeda termasuk Mercedes-Benz,” tambah Jung Woo Park, Marketing Director PT DCVI.

Adaptasi Bus Mercedes-Benz dengan Kondisi Jalanan Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, DCVI mengubah bagian axle depan yang kini tidak lagi memakai suspensi independen. Meskipun suspensi independen ini sangat nyaman, tapi kurang awet di jalan yang kasar atau bergelombang seperti di Indonesia.

“Axle depan untuk market di suatu daerah Indonesia karena keadaan jalannya yang kasar, kalau pakai independen menyebabkan keausan yang lebih cepat. Kalau rigid beam axle ini tidak terlalu nyaman tapi bisa menyesuaikan dengan kondisi jalanan,” jelas Adri Budiman, Head of Sales Bus DCVI.

Soal spesifikasi, sasis premium ini kian canggih dengan beberapa tambahan fitur baru seperti cruise control dan panel instrumen kombinasi digital-analog dengan desain ala mobil sedan. Sistem pengereman canggih yang mengintegrasikan disc brake, Anti-lock Breaking System (ABS) di seluruh roda dan Anti-Skid Regulation (ASR) serta retarder.

“Retarder ini memakai lima tahap pengereman yang masing-masing bertambah 20 persen. Adanya retarder membuat pengereman semakin halus,” jelas Adri.(dol)

bus mercedes-benz
Previous post
Dua Sasis Bus Mercedes-Benz Perbanyak Opsi Pengusaha Otobus Layani Penumpang
harga aki massiv amal
Next post
Resmi Meluncur, Ini Harga Aki Massiv Amal untuk Sepeda Motor dan Mobil

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *