Home » Berita » DFSK Indonesia Ambisi Ekspor Mobil ke Seluruh Asia Tenggara

DFSK Indonesia Ambisi Ekspor Mobil ke Seluruh Asia Tenggara

Booth DFSK. (Foto: DFSK)

Jakarta – Saat tahun-tahun pertama masuk ke Indonesia, merek DFSK dan Sokon langsung menunjukkan keseriusannya menggarap pasar otomotif nasional dengan membangun pabrik berteknologi canggih. Pabrik ini sekaligus membuktikan kalau PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek tidak cuma sekadar “numpang” lewat.

“DFSK akan melakukan 3 step, yaitu mengakar di Indonesia, kemudian ekspansi di Asia Tenggara, dan distribusi (ekspor) ke seluruh dunia. Investasi dari awal masuk di 2014 ini sebesar 150 juta Dolar (USD) meliputi pabrik di Cikande,” ujar General Manager Marketing PT. Sokonindo Automobile, Permata “Artha” Islam, saat kegiatan Bedah Konsumen SUV di Indonesia, Jumat (12/7/2019).

Artha menegaskan soal keseriusan DFSK melalui PT Sokonindo Automobile yang telah menggelontorkan dana investasi sebesar itu. Tujuannya untuk membangun pabrik dengan standar teknologi 4.0 sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo. Pabrik DFSK ini digunakan untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

Pabrik canggih di Cikande menjadi basis produksi Glory, termasuk model baru dengan i-Auto yang akan meluncur di GIIAS 2019 mendatang. Beberapa model yang sudah go international dari pabrik Cikande ini adalah Glory 580 dan Supercab. Pihaknya menargetkan bila untuk Glory 580 ini bisa tersebar di pasar Asia Tenggara.

“Kita sudah ekspor ke Bangladesh, Nepal , dan Hong Kong. Saat ini negara yang lagi dijajaki untuk ekspor yaitu Malaysia dan Thailand. Untuk Supercab telah diekspor ke Filipina dan China karena kita sudah punya divisi ekspor sendiri,” ungkapnya.

DFSK Tidak Ingin Mengulang Kegagalan Merek China

Komitmen DFSK
Glory 580 menjadi produk andalan DFSK di tahun pertamanya di Indonesia. (Foto: DFSK)

Terkait kemampuan ekspor, Sugiartono, Aftersales Technical Training Supervisor PT Sokonindo Automobile menegaskan bila DFSK tidak ingin mengulang kisah buruk merek asal China di Indonesia. Pihaknya menyatakan keseriusan dalam membangun bisnis otomotif skala global dengan membangun pabrik di Cikande, Banten. Produk terbaru mereka pun dikembangkan dan lahir dari pabrik dengan standar teknologi 4.0 itu.

“Mengenai kenangan buruk, beberapa waktu lalu memang ada kenangan buruk dari (merek) China. Tapi, DFSK hadir dengan investasi yang besar sekali dan bangun pabrik. Ini sangat beda karena merek-merek sebelumnya belum ada pabrik sehingga investasi tidak besar dan bisa meninggalkan kenangan buruk,” jelas pria yang akrab disapa Sugi itu.

Dari sisi aftersales, Sugi menuturkan bila DFSK terus memperluas jaringan pemasaran dan purna jual. Kemampuan tim mekanik juga terus ditingkatkan agar semakin piawai dalam menangani mobil berteknologi canggih.

“Saya rasa jaminan untuk ke depan akan terjaga dari sisi aftersales, di 2019 ini sudah established 60 dealer 3S. Akhir tahun target lebih dari 90 diler. Dengan banyaknya diler yang kerja sama dengan kami, tidak akan memberi kenangan buruk,” jelas Sugi. (dms)

DFSK Glory 560 di IIMS 2019
Previous post
DFSK Akan Bawa Model Baru Glory dan Mobil Listrik ke GIIAS 2019
Perkenalan Renault Triber
Next post
Coba Tantang Avanza, Renault Triber Baru Hanya Diperkenalkan di GIIAS 2019