Home » Berita » Mobil Listrik DFSK Glory E3 Punya DNA dari Teknologi Tesla Motors

Mobil Listrik DFSK Glory E3 Punya DNA dari Teknologi Tesla Motors

DFSK Glory E3 diklaim punya DNA Tesla. (Foto: Carmudi/Yongki)

Jakarta – Pemerintah terus mendorong pabrikan kendaraan bermotor untuk beralih ke tenaga listrik sebagai implementasi Perpres No. 55 tahun 2019. DFSK sebagai pemain baru di jagat otomotif nasional tidak mau ketinggalan dengan memperkenalkan Glory E3 saat ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019. Mobil listrik ini ternyata diklaim telah dibangun dengan DNA dari Tesla Motors.

Ricky Humisar Siahaan selaku Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile mengungkapkan bila dalam proyek mobil listrik yang digarap grup besar Dongfeng dan Sokon melibatkan jebolan insinyur Tesla Motors. Dengan demikian, ada alih teknologi dari mobil listrik kondang asal Amerika Serikat itu ke produsen China.

“Petinggi mereka (eks Tesla) sudah jadi konsultan kita di SF Motors. Kita punya banyak pusat pengembangan dari grup Sokon atau Dongfeng-nya yang gede di China dan Eropa, salah satunya SF Motors. Mereka kerja sama menggodok electric car termasuk E3 ini,” jelas Ricky kepada awak media saat IEMS 2019, Kamis (5/9/2019).

DFSK dalam keikutsertaan pada EIMS 2019 ingin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kendaraan listrik yang hemat energi, fun to drive, serta nihil emisi gas buang. Pengunjung yang hadir bisa melihat secara langsung bagaimana teknologi kendaraan listrik DFSK, mulai dari jarak tempuh kendaraan, teknologi catu daya, hingga beragam fitur yang ditawarkan untuk mempermudah selama perjalanan.

Sebagai sebuah mobil listrik modern untuk kaum urban Ibu Kota, DFSK Glory E3 terbilang cukup lengkap dari sisi fitur. Bahkan, inilah mobil listrik DFSK atau model pertama pabrikan asal China tersebut yang bisa diajak ‘ngobrol’ dalam mengoperasikan fitur.

“Glory E3 ada i-Talk, di 560 belum tahu juga ada atau tidak. i-Auto ada di 580 versi teratas tapi i-talk belum ada,” tambah Ricky.

Alih Teknologi Mobil Listrik DFSK

DFSK Glory E3 di IEMS 2019. (Foto: Carmudi/Yongki)

Pemerintah dalam Perpres No. 55 tahun 2019 telah mengatur untuk proses lokalisasi mobil listrik. Alih teknologi sampai dengan proses produksi lokal bisa dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun. Dalam tahun pertama, pemerintah masih mensosialisasikan kebijakan mobil listrik kepada para agen pemegang merek dan masyarakat luas.

Dalam Perpres tersebut dijelaskan soal poin-poin alih teknologi yang memudahkan produsen dalam mempersiapkan manufaktur untuk produksi mobil ramah lingkungan. DFSK yang diwakili oleh PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek telah menyatakan keseriusannya menggarap mobil listrik.

“Kami yakin bahwa pemerintah memiliki niat serius untuk mengembangkan industri dan pasar kendaraan listrik di Tanah Air dengan menyelenggarakan Indonesia Electric Motor Show 2019. Masalahnya, saat ini masih banyak keraguan dari masyarakat akan kendaraan listrik di Tanah Air yang akan menjadi kendaraan di masa depan. Kami yakin kendaraan listrik akan menjadi kendaraan di masa depan, dan Indonesia akan merasakannya segera manfaat kendaraan listrik,” ungkap CO-CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, pada kesempatan berbeda.

Baca juga:

DFSK Siap Jualan Mobil Listrik di Indonesia, Limbah Baterai Bagaimana?

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Previous post
Truk Hino Hybrid Unjuk Diri Sambut Era Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia
Next post
Hore, Sebentar Lagi Harga Mobil Listrik Murah