Berita

Dirakit di Indonesia, DFSK Siap Ekspor Mobil Listrik Seres SF5

Jakarta – Selain Mini EV, DFSK juga akan mendatangkan mobil listrik Seres SF5 ke pasar Indonesia. Seres SF5 bakal dirakit secara lokal dan di jual ke luar negeri.

Seres SF5 pertama kali menampakkan diri di Indonesia pada 2021 tepatnya dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya. Kala itu, PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil DFSK belum mau terbuka soal peluang Seres SF5 di jual di Indonesia.

Terbaru, jenama asal China itu rupanya sudah merencanakan untuk merakit mobil listrik Seres SF5 di pabrik DFSK yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten. Informasi tersebut didapat dari pemaparan Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Rifin Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, awal November.

Mobil Listrik Seres SF5

DFSK Seres SF5

Dirinya juga menyebutkan bahwa Seres SF5 merupakan satu dari dua model mobil listrik yang akan diproduksi di dalam negeri.

“Kami akan produksi dan rakit Seres SF5 di Indonesia. Jual di Indonesia juga ekspor,” terang Rifin.

Seres SF5 tutur Rifin merupakan mobil canggih hasil kolaborasi dengan perusahaan pemasok perangkat jaringan telekomunikasi dan smartphone asal China, Huawei. Berbagai kecanggihan yang tersemat di smartphone Huawei diaplikasikan ke mobil tanpa emisi tersebut.

“Model SUV itu Seres SF5. Itu di China induk perusahaan kami bekerja sama dengan Huawei untuk bikin otonomnya, intelligence-nya, kalau kita tahu handphone Huawei canggih-canggih itu diaplikasikan di mobil ini,” pungkas Rifin.

Spesifikasi Mobil Listrik Seres SF5

Belum banyak informasi terkait spesifikasi Seres SF5 yang dipublikasikan oleh DFSK. Secara umum pihaknya menyebutkan mobil ini dibekali teknologi High Performance Dual Electric Motor dengan sistem penggerak semua roda atau all wheel drive (AWD).

Dilengkapi pula dengan dua motor listrik SEP200AC bertenaga 255 kW di depan dan HW150 bertenaga 150 kW di belakang. Akselerasinya dari posisi diam sampai 100 kilometer per jam hanya membutuhkan 4,7 detik atau setara dengan sports car.

Kedua motor listrik mendapat energi dari baterai Li-ion berdaya 35 kWH yang sudah dibekali fitur fast charging. Berkatnya, mengisi daya baterai dari level 20% sampai 80% hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Apabila tidak menemukan stasiun pengisian daya baterai kendaraan listrik, pengguna tak perlu khawatir. Sebab, Seres SF5 telah dilengkapi dengan fitur unggulan Intelligent Extended Range Technology berupa mesin motor bakar yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai saat energi listrik di baterai tersisa sekitar 20%. Berkat teknologi ini, Seres SF5 bisa melaju hingga 1.000 kilometer.

Seres SF5 juga didukung oleh Huawei Intelligence Car (HICar) berupa pemetaan ponsel dan fungsinya mirip seperti CarPlay. Selain itu ada Smart Connection yang membuat penumpang cukup satu kali menghubungkan ponsel pintarnya dan untuk seterusnya dan Resource Sharing yang memungkinkan kendaraan dan ponsel saling berbagi hardware, hingga Seamless Experience.

Pabrik DFSK Bisa Produksi Kendaraan Listrik

Pabrik DFSK di Banten yang diresmikan pada 2017 sudah berbasis industri 4.0. Perusahaan mengklaim pabrik ini bisa memproduksi berbagai model kendaraan roda empat mulai dari kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) hingga kendaraan listrik.

Pabrik DFSK dilengkapi teknologi robotik (Foto: DFSK)

“Kendaraan listrik sudah menjadi salah satu agenda DFSK ketika memulai bisnis di Indonesia, dan perlahan kami akan terus mempersiapkannya. Kini DFSK sudah memiliki modal besar dalam hal produksi kendaraan listrik, yakni pabrik di Cikande, dan diharapkan bisa segera menghasilkan kendaraan-kendaraan yang diinginkan konsumen,” ungkap Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad, Rofiqi dalam keterangan resminya belum lama ini.

DFSK memproyeksikan bahwa pabrik yang memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 50 ribu unit per tahun ini akan melahirkan kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Dengan diproduksinya kendaraan listrik DFSK secara lokal, maka harganya akan terjangkau.

“Pemanfaatan fasilitas perakitan DFSK di Cikande akan membuat harga jual kendaraan listrik kami akan lebih terjangkau dari sebelumnya. Selain itu, penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan TKDN juga akan memberikan stimulus bagi industri pendukung otomotif,” pungkas Rofiqi.

Penulis: Santo Sirait

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts