Home » Berita » Disebut LMPV Mahal, Mitsubishi: Harganya Sesuai Kantong Orang Indonesia

Disebut LMPV Mahal, Mitsubishi: Harganya Sesuai Kantong Orang Indonesia

Jakarta – Sejak peluncuran perdananya di tahun 2017, Mitsubishi Xpander tercatat sudah 6 kali naik harga. Hal ini membuat Mitsubishi Xpander dinobatkan menjadi LMPV dengan harga yang paling mahal di Indonesia. Akan tetapi, pihak Mitsubishi menampik jika Xpander disebut sebagai LMPV mahal.

Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI mengatakan jika harga Xpander masih diterima. Ia mengatakan jika harga Xpander masih dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia kebanyakan. Hal tersebut disampaikan Irwan kepada awak media di sela perkenalan Mitsubishi New Triton di Jakarta, Rabu (2/7).

“Kalau bicara fakta, sebenarnya kita masih berada di peringkat atas. Dengan kata lain, harga Mitsubishi Xpander ini masih masuk di range daya beli masyarakat dan daya beli konsumen di Indonesia. Secara harga, juga masih bisa kompetitif, ditambah kelebihan yang dimiliki Xpander dari Total Cost Ownership,” ujar Irwan.

mesin xpander
Mitsubishi Xpander dinilai jadi LMPV mahal

Namun jika dibandingkan dengan mobil lain, Mitsubishi Xpander memang cocok menyandang gelar sebagai LMPV mahal di Indonesia . Nissan Livina generasi terbaru terpantau dibanderol mulai dari Rp 198,8 juta hingga termahal di Rp 261,9 jutaan. Namun jika dibanding dengan Toyota Avanza, harga yang dibanderol Xpander memang lebih mahal. Harga termurah Mitsubishi Xpander ada di angka Rp 210,3 juta dan termahal Rp 265,1 juta. Untuk tipe termahal akan lebih mahal lagi jika konsumen memilih warna putih, dengan tambahan Rp 1,5 juta. Jika ditotal menjadi Rp 268,1 juta.

Membantah Disebut LMPV Mahal

Irwan lebih lanjut menambahkan jika salah satu penyebab naiknya harga Xpander adalah Bea Balik Nama Kendaraan (BBN). BBN yang ada di beberapa wilayah tentunya berbeda dengan wilayah Jakarta. Otomatis, MMKSI juga harus menyesuaikan harga Xpander ini di wilayah yang bersangkutan. Ketika ditanyakan apakah harga mempengaruhi pemikiran masyarakat, Mitsubishi mengaku telah melakukan edukasi.

Salah satu edukasi yang digadang-gadang adalah program Pinter Bener yang diadakan oleh MMKSI. “Program Xpander Pinter Bener ini kan campaign kami. Itu cara bagaimana mengedukasi konsumen soal cost of ownership. Pembelian pertama memang lebih mahal, tapi perawatan hingga operational dan resale value Xpander lebih menguntungkan. Itu yang ingin kami coba komunikasikan,” kata Irwan.

Toyota Fortuner Buatan Karawang Masih Disukai di Luar Negeri
Previous post
Banyak yang Belum Tahu, Mobil Buatan Indonesia Diekspor ke 80 Negara
Next post
Halal Bihalal Ala Komunitas Pengguna Mobil Toyota Avanza Veloz